Ya Ampun, Saksi Ahli Bahasa Kubu Ahok Malah Dinilai Memberatkan Ahok Sendiri | Berita Indonesia Hari Ini
Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI, Nasrulloh Nasution yang turut menyaksikan jalannya persidangan menyatakan, keterangan Ahli yang menyatakan Surah Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan sesuai dengan keterangan-keterangan ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Pada persidangan sebelumnya, ahli pidana dan ahli agama Islam yang dihadirkan jaksa menjelaskan makna dibohongi Surah Al Maidah 51, berarti Surah Al Maidah 51 dijadikan alat kebohongan dan ulama yang menyampaikan Surah Al Maidah 51 sebagai orang yang berbohong.
Nasrulloh mengatakan, Rahayu juga menjelaskan arti kata "orang" dalam kalimat dibodohin pakai Surah Al Maidah 51 adalah ungkapan yang bermakna umum, tidak hanya bermakna elite politik. "Artinya, bisa juga bermakna ulama sebagai orang yang menyampaikan Surah Al Maidah 51," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/3).
Keterangan Ahli Bahasa ini, kata dia, sudah sesuai dengan keterangan ahli-ahli JPU, menguatkan fakta bahwa selain mengatakan Surah Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan. "Ahli juga mengatakan bahwa orang yang menyampaikan Surah Al Maidah 51 sebagai orang yang menyebarkan kebohongan", tuturnya.
Nasrulloh berpendapat, Ahli Bahasa yang dihadirkan Penasehat Hukum Ahok juga menguatkan unsur niat Ahok untuk menista agama Islam. Menurutnya, Ahli sudah menyimpulkan bahwa perkataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surah Al Maidah 51 merupakan hasil pengalaman Ahok dari kegagalannya bertarung di Pilgub Bangka Belitung tahun 2007.
Lebih lanjut, Nasrulloh berpendapat, Ahok menuduh kegagalannya dalam pemilihan kepala daerah akibat adanya selebaran yang saat itu disebar. Selebaran yang beredar itu menyeru agar tidak memilih pemimpin non muslim sebagaimana dinyatakan dalam Alquran Surah Al Maidah 51.
Lebih lanjut, Nasrulloh mengatakan, Ahli Bahasa menerangkan tidak ada ruang hampa dalam pikiran dan setiap perkataan tidak dapat berdiri sendiri dan selalu berhubungan dengan perkataan sebelumnya. Pengalaman kegagalan Ahok di pilgub Bangka Belitung 2007 akibat Surat Al Maidah 51, kata dia, menjadi pengalaman buruk yang kemudian dituangkan dalam bukunya berjudul Merubah Indonesia dan disampaikannya dalam pidato di Balai Kota dan di Partai Nasdem.
"Pengalaman buruk Ahok dengan Surah Al Maidah 51 adalah bukti penguat adanya unsur niat menista agama Islam," kata dia mengakhiri.
from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/ya-ampun-saksi-ahli-bahasa-kubu-ahok.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself