Halloween party ideas 2015


Bagaimana mungkin ulama bisa melakukan makar. Karena ulama tidak mempunyai alat untuk melakukan makar.

Penegasan itu disampaikan pengamat politik Umar Syadat Hasibuan menyikapi penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang juga pimpinan Aksi 313, KH Muhammad Al Khaththath, yang dituding melakukan rencana makar.

“Bagaimana mungkin ulama bisa melakukan makar karena mereka gak punya alat untuk lakukan makar. Sedih lihat kondisi hari ini seolah kita kembali ke Orba,” tulis Umar Hasibuan di akun Twitter @Umar_Hasibuan.

Umar pun menegaskan, bahwa apapun dalilnya, penangkapan ulama atau aktivis atas nama makar di era demokrasi adalah kebablasan. “Apapun dalilnya menurut saya penangkapan ulama atau aktivis atas nama makar di era demokrasi sekarang sudah kebablasan,” tegas @Umar_Hasibuan.

Menurut Umar, yang bisa menjatuhkan Presiden adalah DPR dan MPR. “Lebay yang bisa jatuh kan itu DPR MPR,” tulis @Umar_Hasibuan menanggapi tulisan bertajuk “Penggerak Aksi 313 Ditangkap Diduga Ingin Gulingkan Jokowi”.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono mengatakan, penangkapan KH M Al Khaththath dan empat orang lainnya jelang Aksi 313, berkaitan dengan pasal 107 KUHP, yakni makar dengan maksud menggulingkan pemerintahan, dan pasal 110, pemufakatan dengan maksud mengerahkan orang melakukan kejahatan.

“Jadi kelima-limanya orang itu kena (Pasal 107 dan 110),” ujar Argo di Silang Monas, Jakarta, Jumat (31/03).



from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/ini-phobia-pada-makar-atau-ada-gerakan.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Umat Islam Indonesia masih semangat dalam aksi turun ke jalan menegakkan amar makruf nahi munkar. Hal tersebut dikatakan korlap Aksi 313 Ustaz Hasri Harahap ditengah ratusan ribu umat Islam yang hadir, Jumat (31/3/2017).

Dalam aksi yang digagas Forum Umat Islam (FUI) itu, tidak muncul para ulama yang biasa hadir seperti KH Muhammad Arifin Ilham, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), KH Bachtiar Nasir, termasuk Habib Rizieq Syihab. Meski demikian, para peserta aksi tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, umat Islam masih semangat dalam berjuang menegakkan keadilan hukum di negeri ini. Siapapun penyelenggara acaranya, selama dipimpin oleh ulama yang mengajak kita menegakkan amar makruf nahi munkar, kita siap ikut berjuang, Allahuakbar!" ujar Ustaz Hasri.

Namun dalam kegiatan ini, pimpinan Aksi 313 KH Muhammad al Khaththath (Sekjen FUI) ditangkap sebelumnya karena dituduh merencanakan makar. Karena itulah tuntutan massa selain meminta terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) agar ditangkap dan dicopot dari jabatannya, juga mendesak agar KH Muhammad al Khaththath segera dibebaskan.

"Kalau Ustaz al Khaththath tidak segera dibebaskan, kita akan jemput ramai-ramai ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok," ujar panitia aksi.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/aksi-313-berjalan-tertib-umat-islam.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Penangkapan terhadap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath dinilai sebagai tindakan yang mirip dengan Orde Baru. Saat itu aparat dengan mudahnya menangkap seseorang dengan pasal subversif.

“Tindakan Pemerintahan Jokowi ini mengingatkan saya akan era Orde Baru di mana polisi dengan mudahnya menggunakan PNPS No.11/1963 tentang Pemberantasan Kegiatan Subversi yang kini sudah dicabut,” ungkap Wakil Ketua Umum DPN Peradi HM Luthfie Hakim, di Jakarta, Jumat (31/03/2017).

Menurut Luthfie, penangkapan terhadap Al Khaththath sebagai pimpinan Aksi 313 atas tuduhan makar jelas-jelas tindakan pelanggaran HAM. Pelanggaran itu berupa pemberangusan hak menyampaikan pendapat dengan cara damai yang dijamin konstitusi.

Terkait Aksi 313 yang digerakkan FUI, Luthfie membantah anggapan sebagian kalangan yang beranggapan aksi yang menuntut agar Presiden Jokowi segera memberhentikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta sebagai aksi yang tidak perlu dilakukan.

“Mengapa? Karena hingga hari ini Presiden tidak juga memberhentikan sementara Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta sesuai amanat UU Pemda, padahal sudah beberapa bulan Ahok jadi terdakwa,” ungkapnya.

Kondisi ini, lanjut pengacara senior itu, jelas melanggar prinsip equality before the law. “Plus Presiden mencontohkan ketidakpatuhan terhadap hukum,” imbuhnya.

Luthfie juga menegaskan, tidak ada yang melarang seorang Presiden pilih kasih kepada salah seorang calon gubernur, tetapi hal itu tidaklah berarti Presiden boleh menyalahgunakan jabatannya dengan tidak mematuhi hukum.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/sekjen-fui-ditangkap-waketum-dpn-peradi.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Mantan Ketua MPR Amien Rais turut serta dalam pertemuan utusan delegasi massa Aksi 313 dengan Menko Polhukam Wiranto.

Menurutnya, dalam pertemuan yang berlangsung sekira 1 jam itu para ulama meminta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak diperlakukan istimewa.

"Intinya kelompok ulama tadi itu (minta) jangan diistimewakan Ahok itu. Cuma itu aja. Jangan diistimewakan, bisa berbahaya," kata Amien usai bertemu Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (31/3/2017).

Menurut Amien, hal tersebut dilontarkan para ulama lantaran sikap pemerintah yang tak tegas sehingga sampai saat ini Ahok belum juga dinonaktifkan dari jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta, meski berstatus terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

Padahal, lanjut Amien, ada beberapa kepala daerah lain ketika berstatus terdakwa bahkan tersangka langsung dinonaktifkan dari jabatannya. "Kenapa kalau gubernur atau kepala daerah yang lain itu jadi tersangka atau terdakwa langsung nonaktif. Kalau ini kok (Ahok) sudah kayak begitu (jadi terdakwa) malah diaktifkan lagi," tukas Amien.

Sebelumnya, Wiranto menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menerima langsung 9 delegasi massa Aksi 313. Namun Wiranto membantah jika perintah itu diartikan bahwa Jokowi menganggap remeh suara masyarakat.

"Bukan berarti menganggap remeh suara umat. Bukan berarti Presiden tidak bisa menerima langsung, tidak mau menerima secara pribadi, karena kan demo di Istana kalau diterima Presiden, Presiden enggak bisa kerja. Karena azaz keadilan perwakilan demo diterima yang mewakili Presiden," katanya.

Setelah menyampaikan aspirasi kepada Wiranto, massa aksi 313 dengan tertib membubarkan diri. (OZ)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/bertemu-wiranto-perwakilan-313-dan.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


PPP kubu Romahurmuziy (Romi) memutuskan mendukung pasangan Cagub-Cawagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Dukungan Romi tersebut tidak murni dan penuh keterpaksaan.

"Dugaan saya Romi juga tersandera, kalau Romi sebagai partai Islam (PPP) tak mendukung Ahok maka bisa jadi ada kasus mereka akan diangkat atau digoreng. Penguasa sekarang kan sangat lihai bagaimana menyandera," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago  saat dihubungi, Jumat (31/3/2017).

Menurut Pangi, hampir semua partai sudah tak merdeka, sudah dikuasai pemerintah, dengan menyandera kasus masa lalu atau kasus hukum mereka.

"Termasuk ketua umum Golkar, kartu mati Setnov (Setya Novanto) ada sama Presiden Jokowi," sambungnya.

Khusus soal Romi, Pangi meyakini bahwa dia sadar di balik dukungan partainya terhadap Ahok bakal berimplikasi pada soliditas internal partainya, yang notabene partai dengan basis pemilih muslim.

"Kalau kita tanya pada hati yang paling dalam Romi, saya enggak yakin itu suara hati kecil Romi mendukung Ahok. Karena Romi kan paham bahwa PPP adalah parpol Islam, platform dan AD ART, namun semua mereka tabrak dan kangkangi karena terpaksa, kartu truf ketua umum atau elite parpol banyak dimiliki rezim berkuasa," ujarnya.

"Saya  percaya dan dugaan saya bahwa ada tangan rezim penguasa mengatur dukungan parpol terhadap Ahok. Demi kepentingan reklamasi dan kepentingan pemilik modal lainnya," pungkasnya. [tsc]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/pengamat-romi-dukung-ahok-karena-takut.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Menteri Politik Hukum dan HAM Wiranto, mengatakan untuk menunggu fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait dengan tuntutan pemberhentian Gubernur penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya. Padahal, MA pernah menolak permintaan itu yang dilakukan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Kami akan menunggu fatwa Mahkama Agung tentang pemberhentian Ahok, kita ingin menuntaskan masalah ini dengan landasan hukum yang nyata,” kata Wiranto usai menerima peserta aksi di Kementerian Politik Hukum dan HAM, Jakarta, Jumat (31/3).

Wiranto berdalih, dalam permasalahan Ahok ini, pemerintah tidak berpihak kepada siapapun. Oleh sebab itu, Wiranto meminta kepada masyarakat untuk tidak curiga kepada pemerintah.

Pada pertemuan itu, perwakilan Aksi 313 antara lain dihadiri oleh Amien Rais dan Koordinator Aksi 313 Usamah Hisyam.

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak memberikan fatwa terkait status jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“MA tidak memberikan fatwa karena sudah ada dua gugatan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” kata Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin di Jakarta, Selasa (21/2).

Menurut Syarifuddin, jika MA mengeluarkan fatwa, hal itu dikhawatirkan akan mengganggu independensi hakim.

Untuk itu, MA, lanjut dia, mengembalikan putusan status jabatan Ahok kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Kalau kami beri fatwa seperti kami yang mutus dong, kan pengadilan mesti berjalan. Kalau kami berikan fatwa, itu akan mengganggu independensi hakim,” ujar Syarifuddin.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/tunggu-fatwa-wiranto-lupa-jika-ma-sudah.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Salah satu personel grup musik Project Pop, Gumilar Nurochman (Gugum) terlihat hadir di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jum'at (31/3/2017). Ia bergabung dengan umat muslim lain yang memenuhi Masjid Istiqlal dalam aksi 313.
Saat salah satu wartawan arah.com bertemu dengan personil Project Pop ini, Gugum tak banyak memberikan komentar.

"Alhamdulillah saya sehat. Kesini sama teman dari Bandung, cuma bedua aja," ucap Gugum dengan singkat.

Menggunakan busana muslim berwarna putih, pria kelahiran kota Bandung ini terlihat berbaur dengan umat muslim lainnya yang memadati Masjid Istiqlal.

Seperti diketahui, Gugum yang merupakan salah satu vokalis di grup musik Project Pop yang mendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.


Sumber Berita : Arah.com

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/ahoker-gugum-project-pop-terlihat-di.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Menyusul penangkapan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al-Khaththath yang akan memimpin aksi 313 pada Jum'at (31/3/17) dini hari, sejumlah pihak sempat mengkhawatirkan keamanan aksi yang menuntut penegakkan hukum berkeadilan ini.

Namun, kaum Muslimin merespons kriminalisasi terhadap ulama ini dengan 3 tindakan yang membuat umat Islam dan bangsa Indonesia merasa bangga.

Aman dan Damai

Setelah kabar penangkapan KH Muhammad Al-Khaththath diketahui oleh umat Islam di sekitar Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa aksi akan ricuh karena ketiadaan pemimpin.

Beruntung, anggapan terebut tidak terbukti. Kaum Muslimin berhasil menunjukkan kelasnya sebagai generasi terdidik yang cinta damai dan taat hukum. Umat Islam melakukan shalat Jum'at dengan tertib, melakukan long march dengan tetap tersenyum dan menjaga kebersihan, lalu pulang dengan aman dan damai.

Kian Bersemangat

Seorang peserta aksi bernama Farah Zakiah (33) menyatakan bahwa diirnya semakin bersemangat melanjutkan perjuangan, meski pimpinan aksi 313 ditangkap oleh polisi. Ia menegaskan, perjuangan bukan karena sosok, tetapi karena cita-cita agung menegakkan keadilan di bumi Nusantara.

"Justru semakin para ulama kami didikriminasi, kami semakin kuat, kami semakin berani, kami akan gerakkan terus massa kami dan umat kami untuk perjuangkan yang kami tuntut selama ini," tutur Farah seperti dilansir Republika, Jum'at (31/3/17).

Ia juga meminta peminta bertindak adil dengan melaksanakan undang-undang tentang pencopotan kepala daerah yang telah berstatus terdakwa.

Makin Menyemut


Meski Jakarta diguyur hujan ringan sejak siang hari, umat Islam dari berbagai penjuru Ibu Kota tidak menyurutkan langkah. Umat berbondong-bondong mengikuti seruan ulama untuk hadir di Masjid Istiqlal kemudian melakukan long march hingga patung kuda.

Tiada raut kelelahan. Pertemuan dengan sesama Muslim atas kesamaan visi perjuangan merupakan sumber energi yang tiada habisnya. [Om Pir/Tarbawia]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/ulama-ditangkap-inilah-3-balasan.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Dai internasional asal Mumbai, India Dr Zakir Naik (DZN) langsung disambut oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Gedung DPR?MPR RI Jakarta pada Jum'at (31/3/17) siang. Dalam penyambutan tersebut, DZN menjelaskan makna Surat Al-Maidah 51 yang dinistakan oleh Ahok beberapa waktu lalu.

"Sebagai teman, membantu tidak masalah. Berbuat baik tidak masalah." tegas dai yang telah mengislamkan ratusan ribu orang di negaranya ini.

DZN juga menegaskan, Islam melalu Al-Qur'an melarang kaum Muslimin berbuat tidak adil, baik kepada sesama maupun kepada orang non Muslim.

"Al-Quran bilang, Allah melarang berbuat tidak adil kepada non-Muslim." tegas Zakir.

Terkait makna auliya dalam Al-Maidah 51, Zakir menegaskan bahwa maknanya pelindung. Dalam konteks kepemimpinan, Zakir menerangkan bahwa pemimpin Muslim yang adil jauh lebih baik daripada non Muslim.

"Tapi untuk pelindung auliya, apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan Muslim jauh lebih baik daripada non-Muslim," lanjut Zakir.

Dalam pertemuan tersebut, Zakir juga meluruskan anggapan keliru terkait Islam yang selama ini beredar sangat massif. Zakir menepis anggapan jihad sebagai kekerasan, juga menolak tegas bahwa Islam diidentikkan dengan kekerasan dan intoleran.

Zakir memastikan, Islam adalah agama damai dan mendamaikan yang mengajarkan seluruh aspek kehidupan. Bukan hanya soal aqidah dan ibadah, Islam juga menuntut kaum Muslimin bersikap baik kepada sesama tanpa melihat agamanya. [Om Pir/Tarbawia]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/dr-zakir-naik-jelaskan-makna-al-maidah.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian seharusnya mundur dari jabatannya karena tidak bisa membuktikan tuduhan makar yang dituduhkan kepada Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan lain sebagainya. Sebab, menurutnya itu merupakan sejarah buruk bagi kepolisian di Indonesia.

"Kalau kasus (tuduhan makar) Bintang (Sri Bintang Pamungkas), anaknya Bung Karno (Rachmawati Soekarnoputri) tidak bisa membuktikan, harusnya pimpinan Polri mundur. Ini kan sejarah buruk institusi kepolisian," kata Desmond saat dihubungi Republika, Jumat (31/3).

Bahkan, menurut dia, kinerja kepolisian di zaman Orde Baru lebih baik dibanding yang ada saat ini. Seperti contoh, penangkapan yang dilakukan di zaman Orde Baru tersebut bisa berjalan baik di pengadilan.

Sementara, saat ini, kasus makar yang dituduhkan kepada Rachmawati dan kawan-kawan sama sekali tidak ada tindak lanjutnya. "Dulu di zaman Orde Baru, semua orang ditangkap jelas di pengadilan jalan dengan baik. Sekarang, Rachmawati ditangkap gak ada kabar beritanya gitu lho," ucap Desmond.

Desmond melanjutkan, tidak adanya kejelasan dalam kasus tuduhan makar yang dilayangkan kepada Rachmawati dan kawan-kawan juga menandakan adanya kecerobohan di jajaran kepolisian.

"Berarti ini kan polisinya ceroboh, pimpinan polisinya enggak benar. Saya pikir ya disuruh Pak Jokowi juga. Kalau kayak gini ya jadi sakit republik ini, ya sudah nunggu bubar saja lah," tambah Desmond.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/kapolri-diminta-mundur-jika-tak-mampu.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Berikut ini adalah berita malaysia dan informasi terbaru hari ini untuk pemerintah diraja malaysia, selamat membaca, dan jangan lupa berikan komentar dan berikan pendapat anda tentang apa yang anda baca hari ini. selamat beraktifitas

Kesiannnn... terlebih bodek macam nilah jadinya.. Bila Telegraph India mendakwa Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak dan isterinya meminta untuk bertemu legenda filem Tamil berkenaan semasa melawat India.


Dengan segera Pembantu Rosmah menafikan laporan itu, Rizal Mansor, menjelaskan laporan berita yang menyebut isteri perdana menteri itu meminta untuk bertemu Rajnikanth adalah tidak benar.

"Ia juga tidak ada dalam jadual kunjungan (Rosmah) ke satu daripada negara yang mengalami pembangunan ekonomi terpantas di dunia itu," katanya dalam satu kenyataan.

"Bagaimanapun tidak ada kebenaran pada laporan berita baru-baru ini yang mendakwa ada permintaan untuk bertemu En Shivaji," katanya.

"Spekulasi daripada sumber yang tiada asal tidak membawa sebarang faedah," katanya... 

Bagaimanapun hari ini dia kantoi akhirnya.. lebih malang lagi dikantoikan oleh Najib sendiri..



Najib yang sedang mengadakan lawatan rasmi ke India, telah bertemu ikon filem Tamil, Rajnikanth, di kediaman pelakon handalan itu di Chennai

Beliau turut memuat naik imej swafoto beliau dengan pelakon itu, diiringi keterangan:

"Baru mengadakan pertemuan sangat mesra dan ramah dengan superstar Tamil En Rajnikanth di rumahnya."


"Siapa yang tak kenal @superstarrajini ? Gembiar dapat bertemu superstar itu secara peribadi hari ini," kata Najib melalui Twitternya..

Hmmm.. Apa khabar Rizal Mansor??.. terlebih sudu dari kuah ke?

Laporan penuh bacalah di SINI

from Anak Sungai Derhaka http://darisungaiderhaka.blogspot.com/2017/03/najib-kantoikan-pembantu-rosmah-kesiannn.html

ss_a4bc34a32f8f0e577a733336a3f4cd0c2cc44839.1920x1080.jpg

Narcosis drops you at the bottom of the ocean in a heavy diving suit. You're mostly safe, except for the crushing loneliness, dwindling oxygen, hazardous environments, and dangerous flora and fauna. You know, mostly.

Narcosis follows our unlucky protagonist on a journey across the ocean's floor, and you'll have to help them find their way back to the surface again. This means combing through rusted out, dead facilities, walking across the ocean sands and through deep caves, and navigating pitch darkness. While doing all that, you'll fight off sea creatures with light and your knife.

It's already an upsetting situation, but your breathing makes it worse. Exerting yourself draws from the finite oxygen supply in your suit, and draining too much of it will start to make your vision and hearing distort, as well as other aspects. Not only that, but getting stressed out will also make you breathe hard, making these problems worse. It's rough enough that you're trapped down here, all alone, but you'll also have to deal with your mind coming undone from the effects of lack of air.

Narcosis is looking to unsettle and frighten in a realistic way, and if you're up for some fear and the crushing weight of tons of water, it's something to experience. You can even do it in VR if you want to have nightmares about water for a while.

Narcosis is available for $19.99 on Steam and the Humble Store (with an Xbox One version coming in April). For more information on the game and Honor Code, Inc, you can head to the game's site or follow them on Facebook, YouTube, and Twitter.



from IndieGames.com http://indiegames.com/2017/03/narcosis_-_fear_hallucinations.html
via IndieGaming, visit and read the original first posting to get complete and more detail about this article, support the independence Gaming , Enjoy
Powered by Blogger.