Halloween party ideas 2015


Ada kejadian menarik dimana seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal "Ahok Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat", Dan Jawaban Zakir Naik sangat Cerdas.

Wanita bernama Sofi dalam acara sesi Tanya Jawab Dr Zakir Naik di Bandung Minggu 2 April 2017, Menanyakan sebagai berikut.

"Nama Saya Sofi dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota."

"Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi dimana letak Toleransinya jika seperti itu?"

Tanya saudari Sofie sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.

Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab "Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik"

"Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid" ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.

Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik "Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak sholat, Munafik"

Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:

"Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin." Ujar Dr Zakir Naik.
"Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka" Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

"Dan saat kita menterjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.

Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.

Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang." Ujar Dr Zakir Naik.

Zakir Naik Menilai Muslim Yang Memilih Pemimpin Kafir Sebagai Muslim Yang Tidak Taat karena Meninggalkan Al-Quran

Zakir Naik melanjutkan bahwa "Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.

Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran." Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan

"Apakah saudari percaya kepada Al-Quran?"

Nampak saudari Sofie ragu untuk menjawab pertanyaan Dr Zakir Naik tersebut.

"Jika saudari tidak percaya dengan kebenaran Al-Quran maka perintah tersebut BUKAN untuk Anda (Larangan memilih pemimpin muslim dalam surat Al-Maidah 51),

Dan Anda sudah menanyakan sesuatu yang kebenaran jawabannya tidak bisa Anda yakini (karena bersumber dari Al-Quran)" Sanggah Dr Zakir Naik.

"Dan saya tahu di Indonesia banyak orang mempunyai nama Islam di KTP namun berkelakuan tidak islami. Perintah di Surat Al-Maidah 51 ditujukan kepada Umat Muslim yang betul-betul berkelakuan islam (bukan munafik)"

"Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya." Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran,

Berikut ini video debat Dr Zakir Naik dengan Pendukung Ahok.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/zakir-naik-sebut-pendukung-ahok-itu.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Makkah – Para aktivis media sosial memposting video seorang kakek berusia 127 tahun sedang berada di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Mungkin tak terlihat ada yang aneh atau sesuatu yang istimewa dari si kakek. Karena diketahui, selain kakek tersebut, banyak orang yang telah berusia lanjut berada di kawasan itu.

Namun, ternyata ada satu hal yang istimewa si kakek, ia tidak pernah meninggalkan Masjidil Haram, salah satu masjid suci milik umat Islam selama 100 tahun. Seluruh waktunya ia gunakan untuk beribadah di dalamnya.

Sebagaimana dikutip Arabi21, Sabtu (01/04), kakek tersebut mengungkapkan bahwa dirinya setiap hari melakukan thawaf sebanyak 21 kali. Meskipun dalam kondisi tidak sehat dan pandangan mata yang tidak jelas.

Si kakek menjelaskan bahwa dirinya tinggal tak jauh dari Masjidil Haram di Makkah, sekitar 7 km darinya. Dia tidak meninggalkan daerah itu sejak masa pemerintahan Abdul Aziz Alu Saud.

Si kakek juga mengungkapkan bahwa dulunya ia aktif mempergunakan waktunya selama seharian berada di Masjidil Haram. Namun, di usianya yang sekarang, aktivitasnya telah berkurang karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/pengakuan-seorang-pria-tua-1-abad.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Institut Gatestone Inggris telah merilis laporan yang cukup mencengangkan tentang penutupan gereja di Ibu Kota negara tersebut. Namun di balik penutupan gereja, pembangunan masjid justru terus berkembang dan seolah menggantikan gereja-gerja yang ditutup.

“London lebih Islami dibandingkan Muslim di negara lain,” ungkap Maulana Syed Raza Rizvi, salah seorang tokoh Islam yang kini memimpin apa yang disebut wartawan Melanie Phillips sebagai “Londonistan,” Beitbart melaporkan pada Ahad (2/4/2017).

“Teroris tidak akan tahan dengan multikulturalisme yang ada di London,” pungkas walikota London Sadiq Khan—yang juga seorang seorang Muslim—kala mengomentari serangan ‘teror’ baru-baru ini di Westminster.

Fakta yang ada di lapangan membenarkan Islam terus berkembang di London, tepat ketika gereja-gereja mulai ditinggalkan. Menurut laporan, “Londonistan” kini telah memiliki 423 masjid baru, mengantikan 500 gereja yang telah ditutup.

Sebagai contoh, Gereja Hyatt United telah dibeli oleh masyarakat Mesir dan akan diubah menjadi masjid. Gereja St Peter telah diubah menjadi Masjid Madina. Masjid Brick Lane dibangun di atas bekas Gereja Methodist.

Tak hanya bangunannya yang berubah, tetapi juga orangnya. Jumlah Mualaf di London dikabarkan telah naik dua kali lipat.

The Daily Mail pernah menerbitkan foto-foto dari gereja dan sebuah masjid yang berjarak hanya beberapa meter di jantung kota London. Di Gereja San Giorgio, yang dirancang untuk mengakomodasi 1.230 jamaah, ternyata hanya disi 12 orang ysng berkumpul untuk merayakan Misa. Di Gereja Santa Maria, juga hanya diisi oleh 20 orang.

Sedangkan Masjid Brune di Jalan Estate memiliki masalah yang berbeda yakni ‘kepadatan jamaah.’ Masjid dengan ruangan kecil dan hanya dapat berisi 100 orang, justru jamaah sampai ‘meluber’ dan tumpah ruah hingga ke jalan-jalan untuk Shalat Jumat.

Melihat tren yang terjadi saat ini, Kristen di Inggris tak lama lagi hanya akan menjadi peninggalan, sementara Islam akan menjadi agama masa depan. Subhanallah. []

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/londonistan-432-masjid-dibangun-500.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Cara Paling Ampuh Mencari / Melacak Smartphone Android Yang Hilang - Sekarang ini penggunan smartphone semakin banyak dan semua orang sudah memiliki smartphone mulai dari yang umur muda sampai umur tua. Namun jika smartphone yang kita miliki hilang pastinya kita akan merasa menyesal apalagi jika smartphone yang hilang merupakan smartphone satu-satunya dan tidak bisa beli lagi. Mencari hp hilang

from ASAL OYEG http://asal-oyeg.blogspot.com/2017/04/cara-paling-ampuh-mencari-melacak.html

informasi terlengkap dan cara hack android, android sony, android samsung, android oppo , android evercoss, android cross, android advance, android tablet, android smartphone, android paket, bundling smartfren android, android internet, android market, aplikasi android , tema android , android dan root, android bechmark, spesifikasi smartphone android, android warna, versi android, update android, os android, kami berserta segenap kru sangat mengharapkan timbal balik dari para pembaca, paling tidak untuk melakukan sharing apa yang anda baca pada halaman ini, blog baru ini diharapkan dapat bersaing di dalam kompetisi google search sehingga bisa lebih dekat dengan para pembaca baru sehingga informasi informasi yang terkandung di dalam blog ini tidaklah mubazir dan dapat segera dinikmati oleh para pembaca, komentar dan review sangat diharapkan sehingga mendukung existensi dari blog ini. selamat membaca - brainbodymind.blogspot.com


BARU-BARU ini, dua kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berseteru yakni Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz dan Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy alias Romy menunjukkan sinyal mendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saipul Hidayat pada Pilkada DKI putaran kedua.

Yang menarik, alasannya mendukung calon gubernur yang dianggap ‘Penista Agama’  berharap partai koalisi penguasa (dimana PPP ada di dalamnya) tidak ingin pecah.

Sungguh menarik, PPP yang saat ini  ada dua kubu dan susah bertemu, justru bisa disatukan oleh pasangan yang ditolak para ulama.

Wajar jika ambisi PPP ini dinilai tak lagi berkepentingan Islam, lebih hanya kepentingan sesaat saja.

Kasihan betul partai ini! Sudah pecah jadi dua kubu, dalam kekuasaan cuma jadi emperan, dukung calon gubernur  yang menista agama pula.

Mestinya mereka malu dan menjaga harga diri. Itu kalau mereka mau berkaca pada sejarahnya yang gigih memperjuangkan syariat dan aspirasi umat.

PPP dan Syariat Islam
PPP memiliki sejarah panjang dalam politik Indonesia, khususnya umat Islam Indonesia. Selama penguasa Orde Baru (Orba) bertahta, sudah enam kali Pemilu terselenggara, yaitu Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.

Rutinnya hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) ini sayangnya tidak dibarengi dengan mutu pelaksanaan Pemilu.

Pemilu berjalan tidak demokratis. Hanya sebagai alat legitimasi pemerintah. Bukan sebagai alat demokrasi.

Intimidasi, rekayasa, mobilisasi, dan kecurangan-kecurangan mewarnai pelaksanaan Pemilu. Pemilu diselenggarakan lewat sebuah proses yang terpusat pada tangan-tangan birokrasi.

Tangan-tangan ini tidak hanya mengatur hampir semua proses Pemilu, tapi juga berkepentingan merekayasa kemenangan bagi partai penguasa, yakni Golkar.

Dalam setiap Pemilu, kompetisi ditekan seminimal mungkin dan kebebasan serta perbedaan pandangan dilarang (Lili Romli, Islam Yes Partai Islam Yes Sejarah Perkembangan Partai-Partai Islam di Indonesia, 2008). Tak pelak Golkar selalu menang.

Pada Pemilu 1977, ketika partai-partai Islam seperti NU, Perti, Parmusi, dan PSII sudah berfusi menjadi PPP, persaingan antara Golkar (mewakili partai secular), dengan PPP yang Islamis, berlangsung sengit.

Pemilu 1977 digambarkan sebagai perlawanan antara penguasa dan Islam (Sudarnoto Abdul Hakim, Thesis The Partai Persatuan Pembangunan: the Political Journey of Islam under Indonesia’s New Order (1973-1987), 1993).

Menghadapi Golkar ini, Ketua Umum Majelis Syuro PPP sekaligus Rais ‘Aam PBNU, Kiai Bishri Syansuri, mengeluarkan fatwa jelang Pemilu 1977.

Ia tegaskan, “…wajib hukumnya bagi setiap peserta Pemilu 1977 dari kalangan umat Islam pria maupun wanita, terutama warga Partai Persatuan Pembangunan untuk turut menegakkan Hukum dan Agama Allah dalam kehidupan kebangsaan kita, dengan jalan menusuk tanda gambar Partai Persatuan Pembangunan pada waktunya nanti. … Maka barangsiapa di antara umat Islam yang menjadi peserta pemilu tetapi tidak menusuk tanda gambar Partai Persatuan Pembangunan, karena takut hilangnya kedudukan atau mata pencaharian maupun karena sebab-sebab lain, adalah termasuk orang yang meninggalkan hukum Allah.” (Syamsuddin Haris, PPP dan Politik Orde Baru, 1991).

Golkar versus PPP ini tak cuma di Pemilu, tapi juga di parlemen. Pernah PPP menolak RUU Perkawinan yang diajukan penguasa karena bertentangan dengan ajaran Islam.

Para Jenderal seperti Soemitro, Daryatmo, dan Soedomo sampai harus berhadapan dengan Kiai Bishri.

Menghadapi masalah ini, Kiai Bishri mengumpulkan sembilan ulama besar di Jombang untuk membuat rancangan tandingan yang disalurkan lewat PPP di Jakarta.

Di antara rancangannya itu, menuntut penghapusan sebuah pasal yang menyatakan perbedaan agama bukan halangan bagi perkawinan, dan melarang pertunangan karena dapat mendorong ke arah perzinahan (Andree Feillard, NU vis-a-vis Negara Pencarian Isi, Bentuk, dan Makna,  1999).

Anggota Fraksi PPP yang hanya berjumlah 94 orang (dari 460 anggota DPR) berhasil menggagalkan RUU Perkawinan itu. Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan organisasi pelajar, mahasiswa, pemuda umat Islam, dan tokoh-tokoh Islam di luar partai (Syamsuddin Haris, Ibid).

Salah satu tokoh Islam yang mendukung PPP adalah pemimpin Pondok Pesantren paling terkemuka di Jakarta, Kiai Abdullah Syafi’ie.

Ia sampai mengundang alim ulama se-Jawa dan berbaiat menentang RUU Perkawinan (Ridwan Saidi, Kebangkitan Islam Era Orde Baru Studi Kepeloporan Cendekiawan Islam Sejak Zaman Belanda Sampai ICMI, 1993).

Soal kasus RUU ini, sejarawan Taufik Abdullah dalam bukunya Islam dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indonesia  (1987) menilai, perubahan RUU perkawinan oleh PPP adalah contoh dari kesepakatan ketika wilayah sakral dianggap terancam.

Kasus lainnya, PPP pernah memprotes aliran kepercayaan masuk dalam GBHN.

Kiai Bishri menemui Presiden Soeharto untuk minta agar kelompok aliran kepercayaan tidak diakui secara resmi. Sebab para pengikutnya adalah orang-orang “kafir dan musyrik yang tak jelas agamanya.

” Kiai Bishri mengingatkan Soeharto, kalau pemerintah bersikukuh dengan kemauannya, maka “akan terjadi bencana” seperti terjadi di Sabah. Terjadi banjir, kemarau sampai “negeri akan hangus.”

Kemudian, PPP juga pernah menentang pelembagaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

PPP menolak bukan karena pedoman yang diajarkan secara resmi itu bertentangan dengan keyakinannya, melainkan khawatir di masa mendatang P4 menggantikan agama sebagai dasar pedoman hidup.

Misalnya, umat Islam akan shalat karena mematuhi sila pertama Pancasila, bukan karena taat pada agama. Dengan begitu, identitas Islam jadi tak jelas. NU juga khawatir penataran P4 nantinya akan menjadi batu pijakan perkembangan kebatinan.

Menghadapi perlawanan PPP, Golkar menawarkan pemungutan suara untuk menyelesaikan masalah pelembagaan P4 dan aliran kepercayaan. Cara Golkar ini adalah cara menyelesaikan masalah tanpa mau mengalah. Sebab PPP minoritas di parlemen.

Kalau voting, PPP sudah pasti kalah. Dipojokkan begini, PPP meninggalkan sidang MPR, sebagai tanda protes menolak pelembagaan P4 . Walk out ini dipimpin langsung oleh Kiai Bishri, yang sebelumnya mengeluarkan fatwa soal ini.

Besoknya, pada pemungutan suara mengenai pengakuan terhadap kelompok-kelompok aliran kepercayaan, PPP juga walk out.

Bagi Kiai Bishri, abstain atau angkat tangan merupakan reaksi yang terlalu lunak. Ia membaca sebuah hadits yang menunjukkan satu-satunya sikap yang pantas diambil adalah menjauhkan diri.

Demikian sebagian perjuangan PPP memperjuangkan syariat dan aspirasi umat di ring politik.

Meski minoritas di parlemen, tapi PPP tak minder menunjukkan identitasnya sebagai Partai Islam, partai yang membela Islam, partai yang kritis, berani, dan tegas bersikap melawan kelakuan penguasa yang menginjak syariat. Sungguh berwibawa!

Tapi melihat kelakuan PPP sekarang, kita bertanya, masih pantaskah partai ini mengibarkan panji Ka’bah dengan gembar-gembor yang pernah sering disampaikan, yakni “Rumah Besar Umat Islam”?

Andai Kiai Bishri masih hidup, pasti beliau akan menangis sedih sekali melihat “anak-anaknya” yang kini telah durhaka ini. (Hidayatullah/Jejak Islam Bangsa)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/gambar-kabah-masih-pantas-kah.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Depok – Sekretaris Jenderal Forum Ummat Islam (FUI) M Al Khattath ditangkap dan ditahan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok sejak Jumat (31/3) dini hari. Dia ditangkap berdasarkan laporan polisi dengan indikasi awal pasal 110 jo 107 tentang pemufakatan jahat menggulingkan pemerintah yang sah.

Dalam pemeriksaan dan penahanannya, disita 19 item barang milik pimpinan aksi 313 ini. Namun, Ahmad Michdan selaku kuasa hukum dari Al Khattath mengatakan, bahwa kesembilan belas barang yang disita itu tidak menunjukkan adanya tuduhan makar yang disebutkan polisi.

Ahmad Michdan menjelaskan, bahwa alat bukti yang disebut menjadi awalan penetapan tersangka Pimpinan Aksi 313 ini, tidak dijelaskan oleh kepolisian.

“Polisi hanya menyebut ada keterangan saksi. Itu hak polisi tidak mau memberikan kejelasannya, tetapi kita keberatan dengan hal itu. Karena dari analisa kita, terhadap BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) tidak ada mengarah pada perbuatan makar,” ungkapnya kepada Kiblat.net, Sabtu (1/4).

Lantas, ia menyebut bahwa pemeriksaan dan penetapan Al Khattath sebagai tersangka dalam dugaan makar ini berdasarkan pemeriksaan saksi sebelumnya serta penyitaan barang bukti. Tapi untuk barang bukti yang disita dari Al Khattath, Ahmad Michdan menyebut tidak menunjukkan adanya pemufakatan jahat menggulingkan pemerintahan yang sah tadi.

“Apa yang beliau lakukan itu sesuai dengan koridor negara, soal rapat-rapatnya, semua itu merupakan untuk menampung aspirasi masyarakat untuk keberatan terhadap gubernur terdakwa yang masih aktif,” ungkapnya.

“Berdasar pendampingan terhadap ustad Khattath sendiri, dengan 34 pertanyaan dan barang bukti yang disita dari beliau, tidak terindikasi adanya perbuatan mufakat jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah,” pungkasnya.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/al-khattath-dikenai-pasal-makar-tapi.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Ceramah Zakir Naik yang tidak disiarkan televisi nasional di Indonesia memang mengundang tanda tanya.  Padahal, ustad yang punya jutaan penggemar di Indonesia ini bisa mendatangkan rating tinggi. Apakah televisi di negeri mayoritas Muslim ini takut dituduh teroris?

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis dalam perbincangan, Jumat (31/3/2017) sudah mewanti-wanti.

Cholil mengatakan ada hal yang harus diperhatikan mengingat Zakir Naik memiliki spesialisasi dalam perbandingan agama. Ia ingin, saat tur dakwah nanti, Zakir Naik tetap memperhatikan kekhasan Islam yang ada di Indonesia.

"Diharapkan ceramahnya juga nanti dalam membicarakan agama lain harus hati-hati. Agar orang awam perlu hati-hati agar tidak salah paham. Jangan sampai nanti malah menyebarkan pesan membenci atau menistakan agama lain," tuturnya seperti dikutip dari detik.com.

Faktanya dalam setiap ceramah, Zakir Naik mengemukakan logika sederhana yang bisa diterima siapa saja ditambah dengan dalil Alquran dan Alkitab. Bagian mana yang menyebarkan kebencian dan menista agama? Jikalau Zakir Naik memang seperti itu, mengapa banyak non muslim yang akhirnya masuk Islam setelah mendengarkannya?

Bahkan sebelumnya, tersiar kabar bahwa Zakir Naik ditolak di beberap negara, bahkan di Malaysia. Tapi ternyata, hanya segelintir orang di Malaysia yang menolaknya. Mirisnya, orang-orang tersebut mengatasnamakan toleransi beragama.

Jika kita melihat isi ceramah Zakir Naik dan menarik benang lurus dari perlakuan dunia terhadap Muslim, maka bisa dipastikan televisi nasional tidak menyiarkan Zakir Naik karena takut dianggap TERORIS, PENYEBAR KEBENCIAN dan PENISTA AGAMA.

Sedihnya, stereotip itu bahkan sudah tertanam disebagian pikiran Muslim di Indonesia (seperti yang terlihat dari salah satu penanya saat Zakir Naik ceramah di Bandung).

Beginilah nasib sang mayoritas yang mulai tertindas.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/mui-indonesia-mayoritas-muslim-tapi-tv.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Anies-Sandi Media Center akhirnya menyampaikan penjelsaan tentang ketidakhadiran Bang Sandi dalam acara Rosiana Silalahi yang ditayangkan di Kompas TV.

Setidaknya ada lima poin penting yang diputarbalikan sehingga tim Anies-Sandi perlu menjelaskan duduk perkaranya agar lebih jelas. dan tidak bias.

Pertama, sampai detik terakhir, acara "Rosi dan Kandidat Gubernur" (untuk selanjutnya disebut "acara Rosi") tidak pernah mendapatkan jawaban dari Tim Anies-Sandi tetapi acara Rosi secara sepihak terus mengiklankan acara debat.

Kedua, pada saat acara Rosi sudah dikabari pada 27/3/2017 bahwa yang hadir  adalah calon Wakil Gubernur (karena Cagub seminggu sebelumnya sudah ada acara debat di TV lain), acara itu   masih terus diiklankan sebagai "Pertama Kali Kedua Pasangan Calon Bertemu dalam Putaran Kedua". Ini jelas sebuah pengabaran yang tidak sesuai fakta. Pengiklanan oleh Acara Rosi yg tidak benar itu menjadi catatan khusus bagi tim Anies-Sandi. Terlihat bahwa Acara Rosi tidak taat etika.

Ketiga, , tim Anies-Sandi menegaskan bahwa talkshow harus fokus pada adu gagasan, bukan adu sorak antar pendukung. Kami ingin dialog antar calon di TV bukan untuk memperuncing suasana tapi menjadi kesempatan untuk mendiskusikan program. Karena itu Tim Anies-Sandi meminta bahwa acara cukup dihadiri 30-50 undangan non pendukung paslon. Acara Rosi menolak permintaan tentang undangan terbatas itu dan menegaskan akan jalan terus, meskipun Kami sudah sampaikan resikonya adalah Bang Sandi tidak bisa hadir.

Keempat, bahkan di saat sudah jelas tidak ada kesepakatan dan Bang Sandi jelas tidak hadir, Acara Rosi pun tetap saja mengiklankan bahwa dua pasang calon akan hadir. Sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.

Kelima, menanggapi juru bicara Tim Basuki-Djarot, Anies-Sandi, baik sebagai pasangan maupun sendiri-sendiri, tidak pernah memiliki trauma terhadap debat. Bahkan sekitar seminggu sebelum ini, Anies sekali lagi membuktikan dominasinya terhadap Basuki yang konon kekalahannya di debat itu disebabkan semata-mata karena beliau sedang sakit gusi.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/begini-kelakuan-kompas-tv-pada-acara.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


PEMUDA ini bernama Kevin. Ia seorang non-Muslim tepatnya Katolik. Dalam acara Zakir Naik visit Indonesia di UPI Bandung Ahad (2/4/2017), Kevin menyatakan kesiapannya menerima Islam dalam hidupnya.

“Saya siap menerima Islam dalam hidup saya,” ucapannya itu dibalas dengan suara gemuruh dari para audience.

Tetapi, meski menyatakan kesiapannya masuk Islam, Kevin masih ragu apakah dosanya di masa lalu akan diampuni Allah SWT.

“Tapi apakah dosa saya akan diampuni jika saya masuk Islam?” tanya Kevin.

Pertanyaan Kevin ini lalu dijawab oleh putra Zakir Naik. “Orang yang baru masuk Islam bagaikan bayi yang baru lahir. Apapun dosa yang dia perbuat di masa lalu, Allah akan mengampuninya,” jawab Fariq.

Usai Kevin mengakui dirinya percaya dengan adanya satu Tuhan, Nabi Isa adalah utusan Allah, serta Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Fariq menuntun Kevin mengucapkan 2 kalimat syahadat.

“Saya berdoa kepada Allah agar ia diterima di Surga. Dan Insyaallah semua dosa akan diampuni Allah SWT. Dan semoga teman-teman yang lain bisa membimbingnya dalam jalan Islam,” tutup Fariq. []



from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/kisah-non-muslim-syahadat-di-acara.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Panitia Zakir Naik Visit Indonesia 2017 sangat mengistimewakan masyarakat dari kalangan non-Muslim yang hadir ke acara Ceramah Zakir Naik di Gymnasium UPI, Ahad (2/4). Ada beberapa kebijakan yang dibuat Zakir Naik untuk mengistimewakan masyarakat non-Muslim yang datang ke acaranya. 

Keistimewaan tersebut, di antaranya saat pemesanan tiket, panitia menyiapkan jalur khusus bagi non-Muslim yang akan reservasi tiket kehadiran di Gymnasium. Lalu, saat hadir, masyarakat non-Muslim tak perlu mengantri panjang. Mereka bisa melewati pintu jalur khusus.

Saat masuk ke ruangan, masyarakat mereka pun mendapatkan kursi untuk VIP. Keistimewaan terakhir adalah saat diskusi, Zakir Naik mempersilakan peserta yang non-Muslim untuk bertanya lebih dahulu pada dirinya.

"Silakan, yang peserta non-Muslim dulu bertanya pada saya, yang Muslim nanti," ujar Zakir.

Adanya kesempatan ini, tak disia-siakan oleh peserta non-Muslim untuk bertanya. Banyak peserta, yang kemudian bertanya beberapa pertanyaan pada Zakir Naik untuk memuaskan rasa penasarannya. Namun, karena jawaban tersebut memuaskan, empat orang penanya langsung mengucapkan syahadat dipimpin Zakir Naik.

Sementara, sekitar tiga orang penanya dari non-Muslim menyatakan masih berpikir dan ingin mencari jawaban lebih lanjut.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/cara-zakir-naik-mengistimewakan-non.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


BANYAK orang pasti mengakui kecerdasan dr Zakir Naik ketika menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan peserta kuliahnya. Tak jarang jawaban Zakir Naik yang ‘memuaskan akal’ membawa non-Muslim mendapat hidayah dan bersyahadat di depan ribuan orang.

Pernah pada suatu saat Zakir Naik ditanya soal adzan yang menurut si penanya sudah tak relevan lagi di zaman modern seperti sekarang.Padahal menurutnya, adzan hanya diperlukan pada zaman Nabi Muhammad SAW ketika belum ditemukan jam.

Seperti dukutip dari Tarbiyah, dengan lugas Zakir Naik menjawab pertanyaan tersebut dengan menganalogikan adzan untuk memberitahu setiap orang bahwa waktu shalat dengan bel sekolah.

“Setiap orang punya jam tangan selama berlangsung ujian. Meski demikian, sang guru tetap membunyikan belnya, ‘Waktu telah habis!’ Lalu Anda katakan pada guru sekolah Anda ‘kenapa engkau membunyikan bel bahwa waktunya sudah habis? Padahal setiap orang punya jam tangan.” Tindakan yang dilakukan guru Anda tidak lain untuk memberitahukan kepada semua orang bahwa waktu ujian telah selesai.”

Zakir Naik menambahkan bahwa dalam adzan mengandung pesan khusus. Sedangkan bel atau lonceng, hanya membawa pesan “Waktunya sudah habis” atau “Waktunya dimulai.” Terkadang mengandung pesan “Ada kebakaran, larilah!”

Adzan mengandung pesan yang isinya menyatakan Allah Maha Besar, empat kali. Bersyahadat. Lalu ajakan “Marilah shalat, marilah shalat. Marilah menuju kemenangan, marilah menuju kemenangan.” Terakhir menyatakan kebesaran Allah dan tauhid.

Jadi adzan memberitahukan bahwa waktu shalat telah datang sekaligus terkandung pesan kesaksian bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dan adzan ini hanya boleh dilafalkan dalam bahasa Arab, bukan bahasa lain. Di sini terkandung pesan tentang persatuan. []

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/padahal-sudah-ada-jam-kok-masih-adzan.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Ada kejadian menarik saat seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal "Ahok Bangun Masjid Tapi dia tidak Shalat" dan Jawaban Zakir Naik sangat cerdas.

Wanita bernama Sofie dalam acara sesi Tanya Jawab Dr Zakir Naik di Bandung Minggu 2 April 2017, Menanyakan sebagai berikut.

"Nama Saya Sofi dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota."

"Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi di mana letak Toleransinya jika seperti itu?"

Tanya saudari Sofie sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.

Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab "Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik"

"Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid" ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.

Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik "Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak shalat, Munafik"

Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:

"Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin." Ujar Dr Zakir Naik.

Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka" Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

"Dan saat kita menerjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.

Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.

Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang." Ujar Dr Zakir Naik.

Zakir Naik Menilai Muslim Yang Memilih Pemimpin Kafir Sebagai Muslim Yang Tidak Taat karena Meninggalkan Al-Quran

Zakir Naik melanjutkan bahwa "Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.

Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran." Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan

"Apakah saudari percaya kepada Al-Quran?"

Nampak saudari Sofie ragu untuk menjawab pertanyaan Dr Zakir Naik tersebut.

"Jika saudari tidak percaya dengan kebenaran Al-Quran maka perintah tersebut BUKAN untuk Anda (Larangan memilih pemimpin muslim dalam surat Al-Maidah 51),

Dan Anda sudah menanyakan sesuatu yang kebenaran jawabannya tidak mungkin Anda yakini (karena bersumber dari Al-Quran)" Sanggah Dr Zakir Naik.

"Dan saya tahu di Indonesia banyak orang mempunyai nama Islam di KTP namun berkelakuan tidak islami. Perintah di Surat Al-Maidah 51 ditujukan kepada Umat Muslim yang betul-betul berkelakuan islam (bukan munafik)"

"Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya." Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/04/pedasnya-jawaban-zakir-naik-saat.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Powered by Blogger.