Halloween party ideas 2015



LEBIH dua minggu atlet muda silat gayong wanita negara, Ainbatrisyia Amran masih tidak sedarkan diri selepas mengalami kekejangan otot ketika berehat,  hanya tiga hari...

lagi berita...

from Lagi Berita http://lagiberita.blogspot.com/2019/04/atlet-silat-wanita-koma-akibat-otak.html
Berita malaysia terbaru - terkini - terpopular siap di nikmati dan disajikan dengan penuh emosi, sebarkan pengetahuan kepad kalayak umum , jika anda merupakan pemerhati dunia internet dan pemerhati kemajuan informasi, maka jangan lupa follow blog ini dan sebarkan apa yang baca, karena pada dasarnya informasi adalah hak bagi semua manusia, selamat membaca dan selamat beraktifitas, blog post ini semoga dapat bermanfaat bagi anda semua, sampai juga di post post dan berita berita selanjutnya, dukung terus perkembangan blog.

PPK Berbasis Budaya Sekolah - Sebagai salah satu pendekatan dalam penguatan pendidikan karakter selain PPK Berbasis Kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah  merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung praksis PPK mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah.

Baca juga: Pengintegrasian PPK Berbasis Kelas

Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah berfokus pada pembiasaan dan pembentukan budaya yang merepresentasikan nilai-nilai utama PPK yang menjadi prioritas satuan pendidikan. Pembiasaan ini diintegrasikan dalam keseluruhan kegiatan di sekolah yang tercermin dari suasana dan lingkungan sekolah yang kondusif.

Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah

Pengintegrasian PPK Berbasis Budaya Sekolah

Langkah-langkah pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, antara lain dapat dilaksanakan dengan cara:
  • Menentukan Nilai Utama PPK
Sekolah memulai program PPK dengan melakukan asesmen awal. Salah satu kegiatan asesmen awal adalah bahwa satuan pendidikan memilih nilai utama yang akan menjadi fokus dalam pengembangan pembentukan dan penguatan karakter di lingkungan mereka. Pemilihan nilai utama ini didiskusikan, dimusyawarahkan, dan didialogkan dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah (kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan peserta didik). Bersamaan dengan  itu, dirumuskan pula sejumlah nilai pendukung yang dipilih dan relevan. Sekolah mendeskripsikan bagaimana jalinan antarnilai utama tersebut, yaitu antarnilai utama yang dipilih dengan nilai pendukung. Seluruh pemangku kepentingan menyepakati nilai utama yang menjadi prioritas serta nilai pendukung, dan jalinan antarnilai dalam membentuk karakter warga sekolah, dan sekaligus tertuang dalam visi dan misi sekolah.

Nilai utama yang dipilih oleh satuan pendidikan menjadi fokus dalam rangka pengembangan budaya dan identitas sekolah. Seluruh kegiatan, program, dan pengembangan karakter di lingkungan satuan pendidikan berpusat pada nilai utama tersebut, dan berlaku bagi semua komunitas sekolah.

Satuan pendidikan menjabarkan nilai utama ini dalam indikator dan bentuk perilaku objektif yang bisa diamati dan diverifikasi. Dengan menentukan indikator, satuan pendidikan dapat menumbuhkan nilai- nilai pendukung yang lain melalui fokus pengalaman komunitas sekolah terhadap implementasi nilai tersebut.

Dari nilai utama dan nilai-nilai pendukung yang sudah disepakati dan ditetapkan oleh satuan pendidikan, sekolah bisa membuat tagline yang menjadi moto satuan pendidikan tersebut sehingga menunjukkan keunikan, kekhasan, dan keunggulan sekolah. Contoh: “Membentuk Pemimpin Berintegritas”, “Sekolah Cinta”, “Sekolah Budaya”, dan lain-lain. Satuan pendidikan dapat pula membuat logo sekolah, himne, dan mars sekolah yang sesuai dengan branding-nya masing-masing.
  • Menyusun Jadwal Harian/Mingguan
Satuan pendidikan dapat menyusun jadwal kegiatan harian atau mingguan untuk memperkuat nilai-nilai utama PPK yang telah dipilih sebagai upaya penguatan secara habituasi dan terintegrasi.
  • Evaluasi Peraturan Sekolah
Budaya sekolah yang baik terlihat dalam konsep pengelolaan sekolah yang mengarah pada pembentukan dan penguatan karakter. Sebagai sebuah gerakan nasional, setiap lembaga pendidikan wajib melakukan koreksi dan evaluasi atas berbagai peraturan yang mereka miliki dan menyelaraskannya dengan nilai-nilai revolusi mental yang  ingin diarahkan pada penguatan pendidikan karakter. Salah satu contoh peraturan yang wajib dievaluasi adalah peraturan kedisplinan tentang sakit, izin, dan alpa, penerapan kebijakan kriteria ketuntasan minimal (KKM), dan peraturan terkait kegiatan mencontek.

Penguatan pendidikan karakter perlu mempergunakan sarana yang sudah ada dan memiliki indikator yang jelas, terukur, dan objektif tentang penguatan pendidikan karakter. Evaluasi praksis pemanfaatan peraturan sekolah tentang kehadiran dibutuhkan agar peraturan ini dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik.

Selain peraturan tentang kedisplinan, sekolah juga perlu mengadakan evaluasi atas peraturan-peraturan lain, untuk melihat apakah peraturan sekolah yang ada telah mampu membentuk karakter peserta didik atau justru malah melemahkannya. Upaya telaah, analisis, dan revisi pada berbagai bentuk aturan ini sangat penting dalam rangka menghadirkan kultur pembentukan dan penguatan karakter yang mendorong peserta didik menjadi pembelajaran otentik, dimana peserta didik dapat belajar dari pengalaman yang mereka lalui/rasakan sesuai dengan tahapan perkembangan masing-masing.

Dalam upaya pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, sekolah dapat membuat atau merevisi peraturan dan tata tertib sekolah secara bersama-sama dengan melibatkan semua komponen sekolah yang terkait. Dengan demikian, semangat menegakkan peraturan tersebut semakin besar karena dibangun secara bersama.
  • Pengembangan Tradisi Sekolah
Satuan pendidikan dapat mengembangkan PPK berbasis budaya sekolah dengan memperkuat tradisi yang sudah dimiliki oleh sekolah. Selain mengembangkan yang sudah baik, satuan pendidikan tetap perlu mengevaluasi dan merefleksi diri, apakah tradisi yang diwariskan dalam satuan pendidikan tersebut masih relevan dengan kebutuhan dan kondisi sekarang atau perlu direvisi kembali, agar dapat menjawab tantangan yang berkembang, serta selaras dengan upaya penguatan karakter di satuan pendidikan tersebut.
  • Pengembangan Kegiatan kokurikuler
Kegiatan kokurikuler dilakukan melalui serangkaian penugasan yang sesuai dengan target pencapaian kompetensi setiap mata pelajaran yang relevan dengan kegiatan intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler dapat dilaksanakan baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, tetapi kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP) yang telah disusun guru. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan siswa di luar lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab dan pengawasan guru yang bersangkutan. Jenis-jenis kegiatannya antara lain berupa tugas-tugas, baik dilaksanakan secara individu maupun kelompok. Contohnya, dapat berupa kegiatan proyek, penelitian, praktikum, pengamatan, wawancara, latihan-latihan seni dan olah raga, atau kegiatan produktif lainnya.
  • Ekstrakurikuler (Wajib dan Pilihan)
Penguatan nilai-nilai utama PPK sangat dimungkinkan dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). Kegiatan ekskul tersebut bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan bakat peserta didik, sesuai dengan minat dan kemampuannya masing-masing.

Kegiatan ekskul ada dua jenis, yaitu ekskul wajib (pendidikan kepramukaan) dan ekskul pilihan (sesuai dengan kegiatan ekskul yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan).

Semua kegiatan ekskul yang dikembangkan tersebut harus memuat dan menegaskan nilai-nilai karakter yang dikembangan dalam setiap bentuk kegiatan yang dilakukan.Meskipun secara implisit kegiatan ekskul sudah mengandung nilai-nilai karakter, namun tetap harus diungkap secara eksplisit serta direfleksikan dan ditegaskan kembali di akhir kegiatan, agar peserta didik sadar dan paham.

Demikian ulasan mengenai pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah, semoga bisa bemanfaat dan bisa menambah wawasan sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan tentang pendidikan karakter.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/04/penguatan-pendidikan-karakter-berbasis.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

"Malangnya mangsa tidak sampai ke garisan penamat, jadi kita mengesyaki kemungkinan mangsa keluar dari trek laluannya sama ada untukbuang air atau terdapat perkara-perkara lain yang menarik perhatiannya (meninggalkan trek).

"Ada kemungkinan juga mangsa mengalami kekejangan otot atau diserang binatang berbisa memandangkan kawasan berhampiran Gua Kandu itu adalah kawasan berpaya yang menjadi tempat haiwan berbisa,"katanya pada sidang media di Pos Kawalan Bomba di Kampung Pintu Padang, hari ini.

lagi berita...

from Lagi Berita http://lagiberita.blogspot.com/2019/04/ashraf-mungkin-kekejangan-atau-diserang.html
Berita malaysia terbaru - terkini - terpopular siap di nikmati dan disajikan dengan penuh emosi, sebarkan pengetahuan kepad kalayak umum , jika anda merupakan pemerhati dunia internet dan pemerhati kemajuan informasi, maka jangan lupa follow blog ini dan sebarkan apa yang baca, karena pada dasarnya informasi adalah hak bagi semua manusia, selamat membaca dan selamat beraktifitas, blog post ini semoga dapat bermanfaat bagi anda semua, sampai juga di post post dan berita berita selanjutnya, dukung terus perkembangan blog.

Situs Membumikan Pendidikan kali ini akan share tentang RPP Kurikulum 2013 Kelas 6 SD Semester 2 Revisi 2017. Sebagai rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, RPP harus selalu disiapkan dan dibuat oleh guru. Hal ini sesuai dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 bahwa RPP ini dikembangkan dari Silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai KD.

Sehingga kemampuan guru dalam menyusun perencanaan yang tertuang dalam RPP adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. RPP ini kemudian dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, buku teks pelajaran dan referensi lain yang mendukung.

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 6 Semester 2

Yang dikembangkan dalam Model RPP untuk Kurikulum 2013 ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS

Oleh karena itu seorang guru harus bisa memahami perancangan pembelajaran tematik terpadu yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTS menjadi strategi implementasinya. Baca juga: Pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas

RPP SD Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Di bawah ini situs Membumikan Pendidikan sediakan RPP Kelas 6 SD untuk Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan PPK, literasi, 4C, dan HOTS yang bisa sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan unduh sebagai bahan referensi dalam pembuatan RPP. RPP Kurtilas Rev. 2017 Kelas 6 Semester 2 ini Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa tema agar mudah untuk di downloadnya.


Demikianlah postingan mengenai RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 6 SD Semester 2 semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan khususnya yang mengemban tugas sebagai pendidik.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/04/rpp-kurikulum-2013-revisi-2017-kelas-6.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.


Dalam kejadian Sabtu minggu lalu, Mohammad Ashraf yang memulakan larian dari Gua Tempurung bagi kategori 25km disedari hilang selepas mangsa tidak tiba di garisan penamat meskipun berada pada kedudukan 10 peserta teratas dalam pertandingan itu.

lagi berita...




from Lagi Berita http://lagiberita.blogspot.com/2019/03/kehilangan-ashraf-semakin-misteri.html
Berita malaysia terbaru - terkini - terpopular siap di nikmati dan disajikan dengan penuh emosi, sebarkan pengetahuan kepad kalayak umum , jika anda merupakan pemerhati dunia internet dan pemerhati kemajuan informasi, maka jangan lupa follow blog ini dan sebarkan apa yang baca, karena pada dasarnya informasi adalah hak bagi semua manusia, selamat membaca dan selamat beraktifitas, blog post ini semoga dapat bermanfaat bagi anda semua, sampai juga di post post dan berita berita selanjutnya, dukung terus perkembangan blog.

George Clooney menggesa hotel-hotel mewah dimiliki Brunei termasuk Beverly Hills diboikot berikutan langkah kerajaannya melaksanakan hukuman rejam kepada penzina dan pelaku seks sesama jenis.

Brunei bakal melaksanakan undang-undang syariah itu pada 3 April termasuk hukuman rejam sampai mati dan sebat terhadap kesalahan liwat, zina dan rogol.

Syarikat Pelaburan Brunei memiliki sembilan hotel di Amerika Syarikat dan Eropah, termasuk hotel Beverly Hills, Dorchester di London dan Plaza Athenee di Paris.

lagi berita...

from Lagi Berita http://lagiberita.blogspot.com/2019/03/george-clooney-gesa-hotel-milik-brunei.html
Berita malaysia terbaru - terkini - terpopular siap di nikmati dan disajikan dengan penuh emosi, sebarkan pengetahuan kepad kalayak umum , jika anda merupakan pemerhati dunia internet dan pemerhati kemajuan informasi, maka jangan lupa follow blog ini dan sebarkan apa yang baca, karena pada dasarnya informasi adalah hak bagi semua manusia, selamat membaca dan selamat beraktifitas, blog post ini semoga dapat bermanfaat bagi anda semua, sampai juga di post post dan berita berita selanjutnya, dukung terus perkembangan blog.

Tajuk: Meruan Sayau
Penanyi: Clemend Man & Dorsica Robert
Tiun & Leka : Clemend Man
Music : Wanddie Ibrahim
Gitar : Boy Max
Mix / Mastering : Marie Sili
Video Editor & Drone : Indra Siping
Director & Producer : Allen Nyuntai
Keluaran: Twin Tone Production

Lyrics for Meruan Sayau by Clemend Man & Dorsica Robert is not available right now.

So, let us tuning the music video and listen the songs track below, Thank You.

Continue Read Full Lirik Lagu Iban Here»

from Lirik Lagu Iban! https://www.liriklaguiban.com/2019/03/meruan-sayau-clemend-man-dorsica-robert.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

Ngilah Sempadan Rembus Ke Kalimantan
Ngiga Bujang Selalu Ngasuh Ngigau Demalam
Dalam Mimpi Iya Selalu Ayan
Nya Mih Ngasuh Ati Aku Gidan

Batang Kapuas Udah Aku Abas
Nadai Ga Aku Meda Ayas
Putus Sibau Udah Aku Tenggau
Tang Nadai Dipeda Bekau

Continue Read Full Lirik Lagu Iban Here»

from Lirik Lagu Iban! https://www.liriklaguiban.com/2019/03/bujang-batang-mandai-charlene-johnny.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

Lebuh maya bulan terang
Ati aku tau enda rindang
Lebuh maya ku tekenang
Asaika meda ayas nuan ngundang

Kada nuan ingatka aku
Kada agi bisi rindu
Jaku janji ka begulai
Tang nadai jalai, nuan mupuk begadai

Continue Read Full Lirik Lagu Iban Here»

from Lirik Lagu Iban! https://www.liriklaguiban.com/2019/03/lebuh-maya-tekenang-frederick-sut.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

[1] 2x
Aku bisi sulu
Sulu aku nya sigat amat

[2] 2x
Anang anang nguji
Deka nguntik ga sulu aku

[3] 2x
Nuan bisi sulu
Sulu nuan pan cukup sigat

Continue Read Full Lirik Lagu Iban Here»

from Lirik Lagu Iban! https://www.liriklaguiban.com/2019/03/anang-nguntik-sulu-aku-lucy-m.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

[1]
Sekumbang tua ti bepangan
Ati aku berasai gaga
Endang ku sangka udah selatan
Deka niri ke rumah tangga

[2]
Asai ati enggai beserara
Deka begulai datai ke mati
Endang udah atur Petara
Enda olih idup sekunsi

Continue Read Full Lirik Lagu Iban Here»

from Lirik Lagu Iban! https://www.liriklaguiban.com/2019/03/joget-asai-ati-enggai-beserara-steward-tinggie.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

Halo sahabat Membumikan Pendidikan, kali ini situs Membumikan Pendidikan akan berbagi perihal pendidikan karakter. Sebagaimana Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bahwa dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang pendidik atau guru harus terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter. Dan salah satu pendekatan dari tiga pendekatan dalam implementasi pendidikan karakter, yaitu PPK Berbasis Kelas. Dimana Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas dapat membantu satuan pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan program dan kegiatan PPK. Baca juga: Permasalahan Bangsa Dewasa Ini dalam Pembangunan Karakter

Pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas

Ada beberapa klasifikasi dalam pengintegrasian PPK Berbasis Kelas, di antaranya adalah pengintegrasian PPK dalam kurikulum, PPK melalui manajemen kelas, pemilihan metode pembelajaran, melalui mata pelajaran khusus, dan melalui gerakan literasi. Untuk lebih jelas mengenai hal tersebut di bawah ini situs Membumikan Pendidikan uraikan satu persatu.

Integrasi PPK Berbasis Kelas

  • Pengintegrasian PPK dalam kurikulum
Pengintegrasian PPK dalam kurikulum  mengandung  arti  bahwa pendidik mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK ke dalam proses pembelajaran dalam setiap mata pelajaran. Pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai utama karakter dimaksudkan untuk menumbuhkan dan menguatkan pengetahuan, menanamkan kesadaran, dan mempraktikkan nilai-nilai utama PPK. Pendidik dapat memanfaatkan secara optimal materi yang sudah tersedia di dalam kurikulum secara kontekstual dengan penguatan nilai-nilai utama PPK.

Langkah-langkah menerapkan PPK melalui pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum, dapat dilaksanakan dengan cara:

Langkah Pengintegrasian PPK dalam Kurikulum:

  1. Melakukan analisis KD melalui identifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam materi pembelajaran; 
  2. Mendesain RPP yang memuat fokus penguatan karakter dengan memilih metode pembelajaran dan pengelolaan (manajemen) kelas yang relevan;
  3. Melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP;
  4. Melaksanakan penilaian otentik atas pembelajaran yang dilakukan; dan
  5. Melakukan refleksi dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran. 


  • Pengintegrasian PPK Melalui Manajemen Kelas
Manajemen kelas (pengelolaan kelas) adalah momen pendidikan yang menempatkan para guru sebagai individu yang berwenang dan memiliki otonomi dalam proses pembelajaran untuk mengarahkan, membangun kultur pembelajaran, mengevaluasi dan mengajak seluruh komunitas kelas membuat komitmen bersama agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berhasil. Pendidik memiliki kewenangan dalam mempersiapkan (sebelum masuk kelas), mengajar, dan setelah pengajaran, dengan mempersiapkan skenario pembelajaran yang berfokus pada nilai-nilai utama karakter. Manajemen kelas yang baik akan membantu peserta didik belajar dengan lebih baik dan dapat meningkatkan prestasi belajar.

Dalam proses pengelolaan dan pengaturan kelas terdapat momen penguatan nilai-nilai pendidikan karakter. Contohnya, sebelum memulai pelajaran pendidik bisa mempersiapkan peserta didik untuk secara psikologis dan emosional memasuki materi pembelajaran, untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan komitmen bersama, guru bersama peserta didik membuat komitmen kelas yang akan disepakati pada saat peserta didik belajar. Aturan ini dikomunikasikan, didialogkan, dan disepakati bersama dengan peserta didik. Tujuan pengaturan kelas adalah agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan membantu setiap individu berkembang maksimal dalam belajar. Pengelolaan kelas yang baik dapat membentuk penguatan karakter. Berikut ini contoh pengelolaan kelas yang berusaha memberikan penguatan karakter.

PPK Melalui Manajemen Kelas:
  1. Peserta didik menjadi pendengar yang baik atau menyimak saat guru memberikan penjelasan di dalam kelas (dapat menguatkan nilai saling menghargai dan toleransi).
  2. Peserta didik mengangkat tangan/mengacungkan jari kepada guru sebelum mengajukan pertanyaan/tanggapan, setelah diizinkan oleh guru ia baru boleh berbicara (dapat menguatkan nilai saling menghargai dan percaya diri).
  3. Pemberian sanksi yang mendidik kepada peserta didik sebagai konsekuensi dan bentuk tanggung jawab bila terjadi keterlambatan dalam mengerjakan atau mengumpulkan tugas (dapat menguatkan nilai disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen diri).
  4. Guru mendorong peserta didik melakukan tutor teman sebaya, siswa yang lebih pintar diajak untuk membantu temannya yang kurang dalam belajar dan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru (dapat menguatkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, percaya diri, dan bertanggung jawab).


Pengelolaan kelas tidak bisa diredusir sekadar sebagai pengaturan tatanan lingkungan fisik di kelas, melainkan perlu lebih berfokus pada bagaimana mempersiapkan peserta didik agar memiliki kesiapan fisik, mental, psikologis, dan akademis untuk menjalani proses pembelajaran secara lebih produktif. Baca juga: Tuntutan Menjadi Guru yang Profesional

  • PPK Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran
Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi dalam kurikulum dilakukan melalui pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Guru harus pandai memilih agar metode pembelajaran yang digunakan secara tidak langsung menanamkan pembentukan karakter peserta didik. Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat membantu guru dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik. Melalui metode tersebut diharapkan peserta didik memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada abad XXI, seperti kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerjasama dalam pembelajaran (collaborative learning).

Beberapa metode pembelajaran yang dapat dipilih guru secara kontekstual, antara lain:

Metode Pembelajaran:
  1. metode pembelajaran saintifik (scientific learning), sebagai metode pembelajaran yang didasarkan pada proses keilmuan dengan langkah kegiatan mulai dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik simpulan.
  2. metode inquiry/discovery learning, yaitu penelitian/penyingkapan. Dalam Webster's Collegiate Dictionary, inquirydidefinisikan sebagai “bertanya tentang” atau “mencari informasi dengan cara bertanya”, sedangkan dalam kamus American Heritage, discovery disebut sebagai “tindakan menemukan”, atau “sesuatu yang ditemukan lewat suatu tindakan”.
  3. metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yaitu metode pembelajaran yang memfokuskan pada  identifikasi  serta pemecahan masalah nyata, praktis, kontekstual, berbentuk masalah yang strukturnya tidak jelas atau belum jelas solusinya (ill-structured) atau  open  ended  yang  ada  dalam  kehidupan  peserta didik sebagai titik sentral kajian untuk dipecahkan melalui prosedur ilmiah dalam pembelajaran, yang kegiatannya biasanya dilaksanakan secara berkelompok.
  4. metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yaitu pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.
  5. metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning), yaitu suatu model pembelajaran dimana peserta didik belajar dalam kelompok- kelompok kecil (umumnya terdiri dari 4-5 orang peserta didik dengan keanggotaan yang heterogen (tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku/ras berbeda). Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran
  6. metode pembelajaran berbasis teks (text-based instruction/ genre-based instruction), yaitu pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan peserta didik untuk menyusun  teks.  Metode pembelajaran ini mendasarkan diri pada pemodelan teks dan analisis terhadap fitur- fiturnya secara eksplisit serta fokus pada hubungan antara teks dan konteks penggunaannya. Perancangan unit-unit pembelajarannya mengarahkan peserta didik agar mampu memahami dan memproduksi teks baik lisan maupun tulisan dalam berbagai konteks. Untuk itu, siswa perlu memahami fungsi sosial, struktur, dan fitur kebahasaan teks.


Pilihan dan penggunaan metode-metode pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan dengan beberapa strategi, antara lain:
  • Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning). Melalui pembelajaran ini, peserta didik berlatih bagaimana bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah proyek bersama. Fokus nilai dan keterampilan yang menjadi sasaran dalam strategi pembelajaran kolaboratif adalah kemampuan bekerja sama.
  • Presentasi. Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil  pemikiran, tulisan, dan kajiannya di depan kelas. Nilai yang dibangun dengan strategi ini adalah rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan, serta kemampuan untuk mempertahankan pendapat dalam berargumentasi. Bagi peserta didik yang mempresentasikan, ia  akan  berlatih  berargumentasi  dengan  baik. Bagi teman-teman sekelas, mereka akan belajar mengkritisi sebuah argumentasi dengan memberikan argumentasi lain yang lebih rasional dan berdasarkan data/fakta. Strategi ini akan memperkuat kemampuan untuk berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta didik.
  • Diskusi. Dalam pembelajaran, peserta didik perlu dilibatkan secara aktif bersama teman-temannya secara berkelompok, berintegrasi secara verbal, saling bertukar pikiran dan informasi, saling mempertahankan pendapat, mengajukan usulan dan gagasan yang lebih baik, serta bersama-sama memecahkan masalah tertentu dalam pembelajaran. Fokus penguatan karakter pada strategi ini adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.
  • Debat. Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk beradu argumentasi dalam sebuah perdebatan yang topiknya dipilih secara aktual dan kontekstual, agar mereka dapat mempertahankan argumentasinya secara logis, rasional, dengan bahasa yang komunikatif dan memikat perhatian pendengar (audiens). Fokus penguatan karakter pada strategi ini adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.
  • Pemanfaatan TIK. Dalam pembelajaran, peserta didik dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Dengan memanfaatkan TIK untuk pembelajaran, diharapkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan sarana TIK lebih baik, pembelajaran pun lebih efektif dan menarik. Fokus pada kegiatan ini adalah literrasi digital.

  • PPK Melalui Mata Pelajaran Khusus
Penguatan Pendidikan Karakter secara umum dilakukan dengan cara mengintegrasikan PPK dalam mata pelajaran yang sudah ada (terintegrasi dalam kurikulum). Namun, sekolah bisa pula mengajarkan nilai-nilai PPK melalui mata pelajaran khusus yang berfokus pada tema nilai-nilai tertentu. Sekolah mendesain mata pelajaran khusus dengan alokasi waktu khusus yang disediakan sebagai bagian dalam pembentukan karakter peserta didik. Tema-tema yang mengandung nilai utama PPK diajarkan dalam bentuk pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran yang selaras sehingga dapat semakin memperkay a praksis PPK di sekolah. Tema-tema yang diambil disesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Satuan pendidikan mendesain sendiri tema dan prioritas nilai pendidikan karakter apa yang akan mereka tekankan dan menyediakan guru khusus atau memberdayakan guru yang ada untuk mengajarkan materi tentang nilai-nilai tertentu untuk memperkuat pendidikan karakter.

  • PPK Melalui Gerakan literasi
Gerakan literasi merupakan kegiatan mengasah kemampuan mengakses, memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan cerdas berlandaskan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara untuk menumbuhkembangkan karakter seseorang menjadi tangguh, kuat, dan baik. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan secara terencana dan terprogram sedemikian rupa, baik dalam kegiatan- kegiatan berbasis kelas maupun kegiatan-kegiatan berbasis budaya sekolah, dan komunitas masyarakat. Dalam konteks kegiatan PPK berbasis kelas, kegiatan-kegiatan literasi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran dan mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum.

Setiap guru dapat mengajak peserta didik membaca, menulis, menyimak, dan mengomunikasikan secara teliti, cermat, dan tepat tentang suatu tema atau topik yang ada di berbagai sumber, baik buku, surat kabar, media sosial, maupun media-media lain. Dalam hubungan ini diperlukan ketersediaan sumber-sumber informasi di sekolah, antara lain buku, surat kabar, dan internet. Oleh sebab itu, keberadaan dan peranan pojok baca, perpustakaan sekolah, dan jaringan internet menjadi penting untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran.

Kreativitas guru merupakan faktor penting dalam menyajikan program dan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara secara cerdas, agar peserta didik dapat menginternalisasi nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti perlu menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan dan memulai gerakan literasi di sekolah.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/pengintegrasian-penguatan-pendidikan.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.
Powered by Blogger.