BAB 12
KEPUTUSAN MODAL INVESTASI
Keputusan investasi modal berhubungan dengan proses
perencanaan,
penentuan tujuan dan prioritas, pengaturan pembiayaan, dan penggunaan kriteria
tertentu untuk memilih asset jangka panjang. Proses pembuatan keputusan sering
disebut dengan penganggaran modal. Ada dua jenis penganggaran modal: proyek
independen dan proyek mutually exclusive.
penentuan tujuan dan prioritas, pengaturan pembiayaan, dan penggunaan kriteria
tertentu untuk memilih asset jangka panjang. Proses pembuatan keputusan sering
disebut dengan penganggaran modal. Ada dua jenis penganggaran modal: proyek
independen dan proyek mutually exclusive.
■
Proyek independen adalah proyek yang jika diterima
atau ditolak, tidak
mempengaruhi arus kas dari proyek lain. Contoh: keputusan Astra Internasional
untuk membangun pabrik baru Toyota tidak berpengaruh terhadap keputusan
untuk membangun pabrik Daihatsu.
mempengaruhi arus kas dari proyek lain. Contoh: keputusan Astra Internasional
untuk membangun pabrik baru Toyota tidak berpengaruh terhadap keputusan
untuk membangun pabrik Daihatsu.
■
Proyek mutually exclusive adalah suatu proyek yang
jika proyek yang jika
diterima akan membuat ditolaknya alternatif proyek lainnya. Misalnya: keputusan
untuk meneruskan penggunaan mesin manual atau menggantikannya dengan
mesin yang terotomatisasi.
diterima akan membuat ditolaknya alternatif proyek lainnya. Misalnya: keputusan
untuk meneruskan penggunaan mesin manual atau menggantikannya dengan
mesin yang terotomatisasi.
Keputusan investasi modal berhubungan dengan investasi
pada aset jangka
panjang. Salah satu tugas manajer adalah untuk menentukan apakah investasi modal
akan dapat mengembalikan investasi awal dan memberikan return yang memadai.
Secara umum disepakati bahwa return yang memadai harus menutupi biaya
opportunitas dari modal yang diinvestasikan. Mengingat bahwa modal investasi sering
diperoleh dari sumber yang berbeda, maka return yang dihasilkan juga merupakan
campuran dari biaya opportunitas berbagai sumber yang digunakan dalam
permodalan. Manajer harus memilih proyek yang menjanjikan maksimalisasi
kekayaan pemilik perusahaan.
panjang. Salah satu tugas manajer adalah untuk menentukan apakah investasi modal
akan dapat mengembalikan investasi awal dan memberikan return yang memadai.
Secara umum disepakati bahwa return yang memadai harus menutupi biaya
opportunitas dari modal yang diinvestasikan. Mengingat bahwa modal investasi sering
diperoleh dari sumber yang berbeda, maka return yang dihasilkan juga merupakan
campuran dari biaya opportunitas berbagai sumber yang digunakan dalam
permodalan. Manajer harus memilih proyek yang menjanjikan maksimalisasi
kekayaan pemilik perusahaan.
Untuk membuat keputusan investasi, manajer harus
memperkirakan jumlah
dan waktu munculnya arus kas, menilai risiko investasi, dan mempertimbangkan
pengaruh proyek terhadap laba perusahaan. Salah satu hal tersulit adalah
memperkirakan arus kas; keakuratan arus kas akan meningkatkan reliabilitas
keputusan investasi. Dalam membuat proyeksi arus kas, manajer harus
mengidentifikasikan dan menghitung keuntungan terkait dengan proyek yang
diusulkan.
dan waktu munculnya arus kas, menilai risiko investasi, dan mempertimbangkan
pengaruh proyek terhadap laba perusahaan. Salah satu hal tersulit adalah
memperkirakan arus kas; keakuratan arus kas akan meningkatkan reliabilitas
keputusan investasi. Dalam membuat proyeksi arus kas, manajer harus
mengidentifikasikan dan menghitung keuntungan terkait dengan proyek yang
diusulkan.
Ada dua model yang digunakan untuk membuat suatu
keputusan investasi
modal, yaitu: nondiscounting model dan discounting model. Nondiscounting model
mengabaikan nilai waktu uang, sedangkan discounting model secara eksplisit
menggunakan nilai waktu uang.
modal, yaitu: nondiscounting model dan discounting model. Nondiscounting model
mengabaikan nilai waktu uang, sedangkan discounting model secara eksplisit
menggunakan nilai waktu uang.
Payback period adalah jangka waktu yang digunakan oleh
perusahaan untuk
mengembalikan investasi awalnya. Rumus yang digunakan untuk menghitung
periode payback adalah berikut ini:
mengembalikan investasi awalnya. Rumus yang digunakan untuk menghitung
periode payback adalah berikut ini:
Periode payback = investasi awal
arus kas tahunan
arus kas tahunan
Dengan metode ini, perusahaan menetapkan periode
payback maksimum
untuk semua proyek dan menolak setiap proyek yang melebihi periode payback
tersebut. Metode payback dapat digunakan sebagai ukuran kasar risiko; semakin
lama periode yang diperlukan proyek untuk mengembalikan investasi awalnya,
semakin berisiko pula proyek tersebut. Kelemahan metode payback: (1)
mengabaikan nilai waktu uang, dan (2) mengabaikan kinerja investasi setelah
periode payback. Periode payback memberikan kepada manajer informasi yang
dapat digunakan untuk:
untuk semua proyek dan menolak setiap proyek yang melebihi periode payback
tersebut. Metode payback dapat digunakan sebagai ukuran kasar risiko; semakin
lama periode yang diperlukan proyek untuk mengembalikan investasi awalnya,
semakin berisiko pula proyek tersebut. Kelemahan metode payback: (1)
mengabaikan nilai waktu uang, dan (2) mengabaikan kinerja investasi setelah
periode payback. Periode payback memberikan kepada manajer informasi yang
dapat digunakan untuk:
S Membantu mengendalikan risiko yang berhubungan dengan
ketidakpastian
aliran kas masa depan
S Membantu meminimumkan dampak investasi dari masalah likuiditas
perusahaan
S Membantu meminimumkan dampak investasi dari masalah likuiditas
perusahaan
S Membantu mengendalikan risiko keusangan
S Membantu mengendalikan pengaruh investasi dalam
pengukuran kinerja
Accounting Rate of Return (ARR) mengukur return proyek
dari labanya,
bukan dari arus kasnya. Laba berbeda dengan arus kas karena akrual dan deferral
yang digunakan dalam perhitungannya. Laba bersih rata-rata suatu proyek bisa
dihitung dengan mengurangi arus kas dengan depresiasi rata-rata. ARR dapat
dihitung dengan menggunakan rumus:
bukan dari arus kasnya. Laba berbeda dengan arus kas karena akrual dan deferral
yang digunakan dalam perhitungannya. Laba bersih rata-rata suatu proyek bisa
dihitung dengan mengurangi arus kas dengan depresiasi rata-rata. ARR dapat
dihitung dengan menggunakan rumus:
|
ARR =
|
Laba, rata-rata.
|
|
|
Investasi awal atau investasi rata-rata
|
Dimana: Investasi rata-rata = (investasi awal + nilai
residu)/2
Alasan penggunaan ARR:
Alasan penggunaan ARR:
■
Sebagai suatu ukuran screening untuk memastikan bahwa
investasi baru tidak
akan mempengaruhi laba bersih secara negatif.
akan mempengaruhi laba bersih secara negatif.
■
Untuk memastikan pengaruh yang diinginkan terhadap
laba bersih sehingga
bonus meningkat.
bonus meningkat.
Berbeda dengan payback period, ARR mempertimbangkan
profitabilitas
proyek, namun seperti payback period, ARR mengabaikannya nilai waktu uang.
Oleh karenanya, kedua model tersebut disebut model nondiskonto.
proyek, namun seperti payback period, ARR mengabaikannya nilai waktu uang.
Oleh karenanya, kedua model tersebut disebut model nondiskonto.
Model diskonto secara eksplisit mempertimbangkan nilai
waktu dari uang dan
memasukkan konsep diskonto arus kas masuk dan arus kas keluar.
memasukkan konsep diskonto arus kas masuk dan arus kas keluar.
Net Present Value (NPV) merupakan selisih/perbedaan
antara nilai sekarang
aliran kas masuk dan kas keluar yang berhubungan dengan proyek. NPV dihitung
dengan:
aliran kas masuk dan kas keluar yang berhubungan dengan proyek. NPV dihitung
dengan:
NPV = [£CFt/(1 + i/] - I
= [£CFt dft] - I
= P - I
= [£CFt dft] - I
= P - I
dimana: I = nilai sekarang dari biaya projek (biasanya
modal awal)
CFt = arus kas masuk yang diterima pada
periode t, dengan t=1... n
n = umur hidup proyek
i = tingkat return yang diinginkan
t = periode waktu
n = umur hidup proyek
i = tingkat return yang diinginkan
t = periode waktu
P = nilai sekarang dari aliran kas masuk di masa depan
dft = 1//(1 + i)\ faktor diskon
dft = 1//(1 + i)\ faktor diskon
NPV mengukur profitabilitas investasi. Nilai NPV
positif suatu proyek
menunjukkan adanya peningkatan kekayaan. Dalam menggunakan NPV, tingkat
pengembalian yang duperlukan harus ditentukan. Tingkat pengembalian yang
diperlukan (required rate of return) adalah tingkat pengembalian minimum yang
dapat diterima; sering disebut juga sebagai tingkat diskonto, tingkat batas/tingkat
rintangan (hurdle rate), dan biaya modal.
menunjukkan adanya peningkatan kekayaan. Dalam menggunakan NPV, tingkat
pengembalian yang duperlukan harus ditentukan. Tingkat pengembalian yang
diperlukan (required rate of return) adalah tingkat pengembalian minimum yang
dapat diterima; sering disebut juga sebagai tingkat diskonto, tingkat batas/tingkat
rintangan (hurdle rate), dan biaya modal.
Kriteria dalam pembuatan keputusan tentang NPV
meliputi:
■
Jika NPV = 0. Hal ini menunjukkan bahwa: (1) investasi
awal telah dapat
dikembalikan, dan (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi. Jika NPV =
0, berarti titik impas sudah tercapai dan pengambil keputusan dapat menerima
atau menolak proyek tersebut.
dikembalikan, dan (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi. Jika NPV =
0, berarti titik impas sudah tercapai dan pengambil keputusan dapat menerima
atau menolak proyek tersebut.
■
Jika NPV > 0. Hal ini menunjukkan: (1) investasi
awal telah dapat
dikembalikan, (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi, (3) tingkat
kembalian yang diterima adalah selisih antara no (1) dan no (2). Jika NPV > 0,
maka investasi tersebut menguntungkan dan dapat diterima.
dikembalikan, (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi, (3) tingkat
kembalian yang diterima adalah selisih antara no (1) dan no (2). Jika NPV > 0,
maka investasi tersebut menguntungkan dan dapat diterima.
■
Jika NPV < 0. Hal ini berarti hasil investasi lebih
kecil dari tingkat
pengembalian yang diperlukan. Sebaiknya investasi ditolak.
pengembalian yang diperlukan. Sebaiknya investasi ditolak.
Model NPV mengasumsikan bahwa semua aliran kas yang
dihasilkan oleh
proyek segera diinvestasikan kembali untuk memperoleh tingkat kembalian yang
diharapkan selama umur proyek.
proyek segera diinvestasikan kembali untuk memperoleh tingkat kembalian yang
diharapkan selama umur proyek.
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat diskonto
pada saat NPV proyek
sama dengan nol. Untuk mencapai IRR, maka P = I. Dengan df sebagai faktor
diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka dihasilkan persamaan:
sama dengan nol. Untuk mencapai IRR, maka P = I. Dengan df sebagai faktor
diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka dihasilkan persamaan:
I = £CFt/(1 + i)
(1 + i) = UYCFx
df = I/ICFt
Contoh: sebuah proyek memerlukan investasi
Rp10.000.000 dan akan
memberikan return Rp12.000.000 setelah satu tahun. Berapakah IRR-nya?
Rp12.000.000/(1 + i) = Rp10.000.000
1 + i = 1.2
i = 0.20
memberikan return Rp12.000.000 setelah satu tahun. Berapakah IRR-nya?
Rp12.000.000/(1 + i) = Rp10.000.000
1 + i = 1.2
i = 0.20
Jika IRR sudah dihitung, maka IRR dibandingkan dengan
tingkat return yang
diinginkan oleh perusahaan. Jika IRR lebih besar dari tingkat return yang
diinginkan, maka proyek diterima; jika IRR sama dengan tingkat return yang
diinginkan, maka diterima/ditolaknya proyek sama saja; jika IRR lebih kecil dari
tingkat return yang diinginkan, maka proyek ditolak.
diinginkan oleh perusahaan. Jika IRR lebih besar dari tingkat return yang
diinginkan, maka proyek diterima; jika IRR sama dengan tingkat return yang
diinginkan, maka diterima/ditolaknya proyek sama saja; jika IRR lebih kecil dari
tingkat return yang diinginkan, maka proyek ditolak.
IRR merupakan ukuran yang paling sering digunakan
dalam pembuatan
keputusan investasi modal. Manajer menyukai IRR karena konsep IRR mudah
untuk digunakan. Selain itu manajer mungkin percaya bahwa IRR merupakan
tingkat return aktual yang diterima dari investasi awal. Apapun alasannya
pemahaman mendasar terhadap konsep IRR sangat diperlukan.
keputusan investasi modal. Manajer menyukai IRR karena konsep IRR mudah
untuk digunakan. Selain itu manajer mungkin percaya bahwa IRR merupakan
tingkat return aktual yang diterima dari investasi awal. Apapun alasannya
pemahaman mendasar terhadap konsep IRR sangat diperlukan.
Berikut ini diberikan contoh soal untuk menggambarkan
penerapan metode
nondiskonto dan diskonto dalam penilaian investasi:
nondiskonto dan diskonto dalam penilaian investasi:
■ Aloha Company ingin membeli mesin otomatis yang
menggunakan teknologi
komputerisasi terbaru. Pembelian mesin otomatis tersebut memerlukan biaya
sebesar Rp2.400.000,00. Mesin tersebut dianggap memiliki umur ekonomis
selama 5 tahun tanpa adanya nilai residual. Setiap tahunnya, Aloha mengharapkan
pendapatan kas sebesar Rp3.900.000,00 dan pengeluaran kas sebesar Rp
3.000.000,00. Diminta:
komputerisasi terbaru. Pembelian mesin otomatis tersebut memerlukan biaya
sebesar Rp2.400.000,00. Mesin tersebut dianggap memiliki umur ekonomis
selama 5 tahun tanpa adanya nilai residual. Setiap tahunnya, Aloha mengharapkan
pendapatan kas sebesar Rp3.900.000,00 dan pengeluaran kas sebesar Rp
3.000.000,00. Diminta:
a.
Hitunglah payback period untuk mesin otomatis tersebut!
b. Hitunglah ARR (accounting rate of return) dengan menggunakan (1) investasi
awal dan (2) investasi rata-rata!
awal dan (2) investasi rata-rata!
c.
Hitunglah NPV dengan asumsi tingkat return yang
diharapkan 10%!
d.
Hitungkah IRR mesin otomatis!
e.
Apakah sebaiknya Aloha Company membeli mesin tersebut?
Jawab:
Arus kas bersih/tahun = arus kas masuk - arus kas keluar
= Rp3.900.000 - Rp3.000.000
= Rp900.000,00 per tahun
= Rp3.900.000 - Rp3.000.000
= Rp900.000,00 per tahun
a.
Payback period = Rp2.400.000/Rp900.000 per tahun
= 2,67 tahun
= 2 tahun 8 bulan
= 2 tahun 8 bulan
b.
Penyusutan = Rp2.400.000/5 tahun = Rp480.000,00/tahun
Laba bersih = arus kas/tahun - penyusutan
= Rp900.000 - Rp480.000
= Rp420.000,00
= Rp900.000 - Rp480.000
= Rp420.000,00
(1) ARR (investasi awal) = Rp420.000/Rp2.400.000 = 17,5%
(2) ARR (investasi rata-rata) = Rp420.000/(Rp2.400.000/2)
= 35%
c. NPV
c. NPV
(1) Menggunakan tingkat diskonto yang tersedia di
tabel (faktor diskonto
|
10%)
atau menghitung dengan kalkulator sesuai dengan rumus: CFt/(1 + i)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(2)
Menggunakan faktor diskonto tunggal (koefisien anuitas)
|
||||||||||||||||
Diketahui bahwa faktor diskonto adalah 2,67.
Selanjutnya karena investasi ini
mempunyai periode 5 tahun maka kita mencarinya di tabel diskonto pada baris
kelima. Kita temukan bahwa nilai 2,67 berada di antara nilai 2,745 (diskonto
24%) dan 2,635 (diskonto 26%). Dengan demikian faktor diskonto dari
investasi ini adalah antara 24% - 26% dengan kecenderungan mendekati 26%.
e. Dengan memperhatikan perhitungan terhadap return investasi dengan berbagai
metode, antara lain: periode pengembalian 2 tahun 8 bulan, ARR investasi
awal 17,5 dan ARR investasi rata-rata 35%, NPV positif sebesar Rp1.011.000,
IRR mendekati 26% (lebih besar dari return yang diharapkan, yaitu 10%),
maka sebaiknya Aloha Company membeli mesin otomatis tersebut.
mempunyai periode 5 tahun maka kita mencarinya di tabel diskonto pada baris
kelima. Kita temukan bahwa nilai 2,67 berada di antara nilai 2,745 (diskonto
24%) dan 2,635 (diskonto 26%). Dengan demikian faktor diskonto dari
investasi ini adalah antara 24% - 26% dengan kecenderungan mendekati 26%.
e. Dengan memperhatikan perhitungan terhadap return investasi dengan berbagai
metode, antara lain: periode pengembalian 2 tahun 8 bulan, ARR investasi
awal 17,5 dan ARR investasi rata-rata 35%, NPV positif sebesar Rp1.011.000,
IRR mendekati 26% (lebih besar dari return yang diharapkan, yaitu 10%),
maka sebaiknya Aloha Company membeli mesin otomatis tersebut.
Postaudit mengukur kinerja aktual proyek terhadap
estimasi proyek tersebut.
Postaudit juga dapat merekomendasikan suatu tindakan koreksi untuk meningkatkan
kinerja atau untuk meninggalkan/menghentikan proyek tersebut. Perusahaan yang
menggunakan postaudit terhadap proyeknya akan memperoleh beberapa keuntungan:
(1) dengan mengevaluasi profitabilitas, postaudit memastikan bahwa sumber daya
perusahaan telah digunakan secara cermat, (2) postaudit mempengaruhi perilaku
manajer, post audit memberikan umpan balik terhadap manajer untuk membantu
meningkatkan pembuatan keputusan di masa depan. Meskipun demikian, postaudit
juga memiliki keterbatasan: (1) memerlukan biaya cukup besar dan (2) asumsi yang
digunakan menjadi kurang tepat karena adanya perubahan dalam lingkungan operasi
aktual.
Postaudit juga dapat merekomendasikan suatu tindakan koreksi untuk meningkatkan
kinerja atau untuk meninggalkan/menghentikan proyek tersebut. Perusahaan yang
menggunakan postaudit terhadap proyeknya akan memperoleh beberapa keuntungan:
(1) dengan mengevaluasi profitabilitas, postaudit memastikan bahwa sumber daya
perusahaan telah digunakan secara cermat, (2) postaudit mempengaruhi perilaku
manajer, post audit memberikan umpan balik terhadap manajer untuk membantu
meningkatkan pembuatan keputusan di masa depan. Meskipun demikian, postaudit
juga memiliki keterbatasan: (1) memerlukan biaya cukup besar dan (2) asumsi yang
digunakan menjadi kurang tepat karena adanya perubahan dalam lingkungan operasi
aktual.
Banyak keputusan investasi modal yang berhubungan
dengan proyek-proyek
yang bersifat mutually exclusive (saling meniadakan). Metode yang sering digunakan
untuk memilih suatu proyek diantara beberapa alternative yang tersedia adalah NPV
dan IRR. Dalam proyek independen, NPV dan IRR menghasilkan keputusan yang
sama; jika NPV > 0, maka IRR > tingkat return yang dibutuhkan. NPV berbeda
dengan IRR dalam dua hal:
yang bersifat mutually exclusive (saling meniadakan). Metode yang sering digunakan
untuk memilih suatu proyek diantara beberapa alternative yang tersedia adalah NPV
dan IRR. Dalam proyek independen, NPV dan IRR menghasilkan keputusan yang
sama; jika NPV > 0, maka IRR > tingkat return yang dibutuhkan. NPV berbeda
dengan IRR dalam dua hal:
■ NPV mengasumsikan bahwa masing-masing arus kas masuk
yang diterima
diinvestasikan kembali pada tingkat return yang diminta, sedangkan IRR
diinvestasikan kembali pada tingkat return yang diminta, sedangkan IRR
mengasumsikan bahwa masing-masing arus kas masuk
diinvestasikan pada
tingkat IRR yang ditentukan.
tingkat IRR yang ditentukan.
■ NPV mengukur profitabilitas dalam nilai absolut,
sedangkan IRR mengukur
dalam nilai relatif.
dalam nilai relatif.
Karena NPV mengukur dampak dari proyek-proyek tersebut
terhadap
perusahaan, maka memilih proyek yang memiliki nilai NPV terbesar konsisten
dengan usaha memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Adapun IRR yang
merupakan ukuran relatif profitabilitas hanya mampu mengukur secara akurat tingkat
return yang diinvestasikan di internal perusahaan. Memaksimalkan IRR tidak akan
memaksimalkan kemakmuran pemilik perusahaan karena tidak memperhatikan
kontribusi proyek secara absolut (dalam nilai uang). Oleh karenanya, NPV lebih baik
untuk digunakan dalam memilih proyek di antara pelbagai alternatif dibandingkan
dengan IRR.
perusahaan, maka memilih proyek yang memiliki nilai NPV terbesar konsisten
dengan usaha memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Adapun IRR yang
merupakan ukuran relatif profitabilitas hanya mampu mengukur secara akurat tingkat
return yang diinvestasikan di internal perusahaan. Memaksimalkan IRR tidak akan
memaksimalkan kemakmuran pemilik perusahaan karena tidak memperhatikan
kontribusi proyek secara absolut (dalam nilai uang). Oleh karenanya, NPV lebih baik
untuk digunakan dalam memilih proyek di antara pelbagai alternatif dibandingkan
dengan IRR.
IRR dalam
investasi ini adalah tingkat suku bunga yang menyamakan antara 5
kali arus kas tahunan Rp900.000,00 dengan investasi sebesar Rp2.400.000,00.
Dengan df sebagai faktor diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka
dihasilkan persamaan:
kali arus kas tahunan Rp900.000,00 dengan investasi sebesar Rp2.400.000,00.
Dengan df sebagai faktor diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka
dihasilkan persamaan:
I - CF
(df)
df = I/CF
df = I/CF
=
Rp2.400.000/Rp900.000
= 2,67
= 2,67
Modul pembelelajaran dengan menggunakan media internet ini sengaja dibuat atau dipostkan dengan maksud untuk membantu anda sekalian dalam menemukan materi yang berkaitan dengan akuntansi manajemen, seperti yang akan anda pelajari di bangku kuliah maka ada baiknya anda membaca sendiri tentang materi lengkap akuntansi manajemen ini untuk memulai start atau langkah awal anda, sehingga anda dapat dengan mudah mengikuti proses belajar di kampus dan menggali lebih dalam lagi ilmu akuntansi manajemen ini, file asli dalam rangkuman ini sebenarnya bertipekan filepdf yang mana dapat di download lengkap ( akan disebutkan sourcenya pada akhir postingan ), sehingga memudahkan anda apabila anda ingin mencetaknya dan menjadikannya buku pegangan, sehingga lebih hemat apabila dibandingkan dengan anda membeli buku , namun alangkah baiknya apabila anda mempunyai lebih dari satu pegangaan,selamat membaca dan semoga sukses dengan pilihan jurusan anda dan pilihan materi yang anda baca tentang akuntansi manajemen ini, selamat beraktifitas.
belajar akuntansi, akuntansi manajemen lengkap, akuntansi jurusan, jurusan akuntansi, modul lengkap akuntansi, mari belajar manajemen akuntansi, manajemen dan akuntansi, materi kuliah akuntansi, cara belajar akuntansi, tentang akuntansi , pilihan akuntansi, macam macam akuntansi, manajemen akuntansi kuliah, sks manajemen akuntansi, akuntansi manajemen dan kuliah, universitas akuntansi manajemen, belajar cepat akuntansi manajemen, akuntansi manajemen lengkap, pdf akuntansi manajemen, modul manajemen akuntansi, jurusan modul manajemen akuntansi, dowdnload artikel tentang akuntansi, materi akuntansi manajemen, materi lengkap akuntansi manajemen untuk kuliah, materi kuliah akuntansi manajemen.
BAB 1 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akutansi-manajemen-bab-1-peran.html
BAB 2 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-2-konsep.html
BAB 3 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akutansi-manajemen-bab-3-perilaku.html
BAB 4 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akutansi-majemen-bab-4-biaya.html
BAB 5 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-5.html
BAB 6 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-6-analisa.html
BAB 7 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-7-biaya.html
BAB 8 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-8.html
BAB 9 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-9.html
BAB 10 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-10.html
BAB 11 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-11.html
BAB 12 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-12.html
BAB 13 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-13.html
BAB 14 - http://brainbodymind.blogspot.com/2014/09/modul-akuntansi-manajemen-bab-14-isu.html
PDF EMBED
DAFTAR PUSTAKA
Anthony, R.N., dan Govindarajan, V. 2001. Management Control Systems. Tenth
Edition. New York: McGraw-Hill Irwin.
Garrison dan Noren. 2006. Managerial Accounting. Eleventh Edition. Mc Graw Hill.
Hansen, D.R., dan Mowen, M.M. 2005. Managerial Accounting. Seventh Edition.
Cincinnati: South-Western College Publishing (HM).
Rayburn, L.G. Akuntansi Biaya: dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen
Biaya. Edisi 6. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Rayburn, L.G. Akuntansi Biaya: dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen
Biaya. Edisi 6. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sugiri, S., dan Sulastiningsih. 2004. Akuntansi Manajemen: Sebuah Pengantar. Edisi
Ketiga. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Young, M.S. 2001. Readings in Management Accounting. Englewood Cliffs: Prentice
Hall.

Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself