Materi pelajaran sekolah telah diberikan di dalam kelas, sebagai media pembantu untuk meneruskan dan memudahkan pencarian informasi mengenai tugas tugas sekolah dan untuk menambah pengetahuan siswa atau bahkan untuk guru, maka blog ini memuat beberapa materi sekolah yang mungkin akan berkaitan dengan pelajaran anda dan dapat dipakai sebagai referensi, selamat membaca - materi pelajaran online sekolah sd, smp , sma ini, semoga membantu 1. Proses Belajar yang Menyimpang (Proses Sosialisasi yang Tidak Sempurna)
Proses sosialisasi yang tidak sempurna timbul karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi, sehingga seseorang tidak memperhitungkan resiko yang akan terjadi. Hal itu dalam masyarakat disebut penyimpangan. Contoh, anak sulung perempuan, dapat berperilaku seperti pria sebagai akibat sosialisasi yang tidak sempurna di lingkungan keluarganya. HaI itu terjadi karena ia harus bertindak sebagai ayah yang telah meninggal.
2. Penyimpangan sebagai Hasil Proses Sosialisasi Nilai-Nilai Subkebudayaan Menyimpang
Menurut Shaw dan Mc. Kay, daerah-daerah yang tidak teratur dan tidak ada organisasi yang baik, akan cenderung melahirkan daerah kejahatan. Di daerah-daerah yang demikian, perilaku menyimpang (kejahatan) dianggap sebagi sesuatu yang wajar yang sudah tertanam dalam kepribadian masyarakat itu. Dengan demikian, proses sosialisasi tersebut merupakan proses pembentukan nilai dari subkebudayaan menyimpang.
Seorang anak yang dibesarkan pada suatu lingkungan yang menganggap perbuatan mabuk-mabukan, perkelahian, pelacuran sebagai hal biasa, cenderung akan melakukan perbuatan menyimpang yang serupa. Di lain pihak, menurut ukuran masyarakat Iuas, perbuatan-perbuatan itu dianggap menyimpang. Penyimpangan bersumber dari pergaulan yang berbeda (differential association) yang dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses belajar ini, anak menyerap suatu subkebudayaan menyimpang (deviant subculture) dari kelompok atau lingkungan tertentu dalam masyarakat.
3. Perbedaan Ikatan Sosial
Setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan dengan kelompok-kelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi diri dengan kelompok yang paling dihargainya. Dalam hubungan ini, individu tersebut akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. Jika pergaulan ini memiliki pola-pola sikap dan perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang.
4. Ketidakmampuan Menerima Norma-Norma Kebudayaan
Hal ini tampak dalam diri seseorang yang berasal dari keluarga berantakan (broken home). Jika kedua orang tuanya tidak bisa mendidik si anak secara sempurna, maka anak itu tidak akan mengetahui hak-hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga, tidak mengenal disiplin, sopan santun, ketaatan, dan lain-lain. Jika anak itu terjun ke dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas, maka ia cenderung untuk tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat.
5. Tekanan Ekonomi
Kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup dapat menyebabkan orang berbuat di luar nilai dan norma yang berlaku. Apalagi menyangkut kebutuhan yang bersifat pokok/primer.
6. Tekanan Sosial
Tekanan yang berasal dari lingkungan masyarakat. Tekanan ini bisa berupa dilecehkan, tidak diakui keberadaannya, kecemburuan sosial, kesenjangan sosial, dan lain-lain.
jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.
Proses sosialisasi yang tidak sempurna timbul karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi, sehingga seseorang tidak memperhitungkan resiko yang akan terjadi. Hal itu dalam masyarakat disebut penyimpangan. Contoh, anak sulung perempuan, dapat berperilaku seperti pria sebagai akibat sosialisasi yang tidak sempurna di lingkungan keluarganya. HaI itu terjadi karena ia harus bertindak sebagai ayah yang telah meninggal.
2. Penyimpangan sebagai Hasil Proses Sosialisasi Nilai-Nilai Subkebudayaan Menyimpang
Menurut Shaw dan Mc. Kay, daerah-daerah yang tidak teratur dan tidak ada organisasi yang baik, akan cenderung melahirkan daerah kejahatan. Di daerah-daerah yang demikian, perilaku menyimpang (kejahatan) dianggap sebagi sesuatu yang wajar yang sudah tertanam dalam kepribadian masyarakat itu. Dengan demikian, proses sosialisasi tersebut merupakan proses pembentukan nilai dari subkebudayaan menyimpang.
Seorang anak yang dibesarkan pada suatu lingkungan yang menganggap perbuatan mabuk-mabukan, perkelahian, pelacuran sebagai hal biasa, cenderung akan melakukan perbuatan menyimpang yang serupa. Di lain pihak, menurut ukuran masyarakat Iuas, perbuatan-perbuatan itu dianggap menyimpang. Penyimpangan bersumber dari pergaulan yang berbeda (differential association) yang dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses belajar ini, anak menyerap suatu subkebudayaan menyimpang (deviant subculture) dari kelompok atau lingkungan tertentu dalam masyarakat.
3. Perbedaan Ikatan Sosial
Setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan dengan kelompok-kelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi diri dengan kelompok yang paling dihargainya. Dalam hubungan ini, individu tersebut akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. Jika pergaulan ini memiliki pola-pola sikap dan perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang.
4. Ketidakmampuan Menerima Norma-Norma Kebudayaan
Hal ini tampak dalam diri seseorang yang berasal dari keluarga berantakan (broken home). Jika kedua orang tuanya tidak bisa mendidik si anak secara sempurna, maka anak itu tidak akan mengetahui hak-hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga, tidak mengenal disiplin, sopan santun, ketaatan, dan lain-lain. Jika anak itu terjun ke dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas, maka ia cenderung untuk tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat.
5. Tekanan Ekonomi
Kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup dapat menyebabkan orang berbuat di luar nilai dan norma yang berlaku. Apalagi menyangkut kebutuhan yang bersifat pokok/primer.
6. Tekanan Sosial
Tekanan yang berasal dari lingkungan masyarakat. Tekanan ini bisa berupa dilecehkan, tidak diakui keberadaannya, kecemburuan sosial, kesenjangan sosial, dan lain-lain.
jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself