Halloween party ideas 2015

Materi pelajaran sekolah telah diberikan di dalam kelas, sebagai media pembantu untuk meneruskan dan memudahkan pencarian informasi mengenai tugas tugas sekolah dan untuk menambah pengetahuan siswa atau bahkan untuk guru, maka blog ini memuat beberapa materi sekolah yang mungkin akan berkaitan dengan pelajaran anda dan dapat dipakai sebagai referensi, selamat membaca - materi pelajaran online sekolah sd, smp , sma ini, semoga membantu Heuristik adalah tahap mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan topik/judul penelitian. Menurut sifatnya, ada dua macam sumber, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber yang berasal dari pelaku/saksi peristiwa sejarah. Misalnya, notulen rapat, AD/ART suatu organisasi, autobiografi, dan buku yang ditulis pelaku sejarah, seperti: Laporan dari Banaran (karya T.B. Simatupang).

Sedangkan sumber sekunder adalah yang bukan merupakan sumber primer. Contoh buku Pahlawan Diponegoro Berjuang (karya Sagimun), Sekitar Jogjakarta 1755-1825 (karya Soekanto), dan Perang Padri di Sumatra Barat 1830-1838 (karya Muh. Radjab).



Verifikasi adalah penilaian terhadap sumber-sumber. Penilaian meliputi dua aspek (ekstern dan intern). Aspek ekstern mempersoalkan apakah sumber itu merupakan sumber sejati yang diperlukan, sedangkan aspek intern mempersoalkan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang diperlukan. Dalam menilai sumber, kedua aspek ini dilakukan bersama-sama.

Kritik ekstern harus dapat menjawab tiga pertanyaan, yaitu

1) apakah sumber itu merupakan sumber yang dikehendaki (soal autentisitas):

2) apakah sumber itu asli atau turunan (soal orisinalitas):

3) apakah sumber itu masih utuh atau sudah diubah-ubah (soal integritas).

Setelah ada kepastian bahwa sumber itu merupakan sumber yang henar-benar diperlukan dalam bentuk asli dan masih utuh barulah dilakukan kritik intern. Kritik intern dilakukan untuk membuktikan bahwa informasi yang terkandung di dalam sumber itu memang dapat dipercaya. Untuk membuktikannya dilakukan dengan penilaian intrinsik terhadap sumber dan dengan membandingkan kesaksian-kesaksian berbagai sumber.

Langkah pertama dalam penelitian intrinsik adalah menentukan sifat sumber itu, apakah resmi (formal) ataukah tidak resmi (informal). Dalam penelitian sejarah, sumber tidak resmi dinilai lebih berharga daripada sumber resmi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan sumber tidak resmi bukan dimaksudkan untuk dibaca orang banyak (hanya untuk kalangan terbatas) sehingga isinya lebih bersifat apa adanya, terus terang, dan tidak banyak dirahasiakan/disembunyikan, jadi bersifat lebih objektif.

Langkah kedua dalam penilaian intrinsik adalah menyoroti pengarang stimber tersebut, sebab dialah yang memberikan informasi yang dibutuhkan. Harus dipastikan bahwa kesaksiannya dapat dipercaya. Untuk itu ada dua pertanyaan yang perlu diajukan, antara lain sebagai berikut.

1. Apakah ia mampu dan mau memberikan kesaksian yang benar. Pertanyaan pertama mengacu pada kemampuan berdasarkan kehadirannya dalam peristiwa, keahliannya, serta ingatannya yang masih kuat (belum pikun).

2. Sedangkan pertanyaan kedua terkait dengan apakah ia mempunyai alasan untuk menutupi (merahasiakan) sesuatu peristiwa atau sebaliknya melebih-lebihkan karena ia berkepentingan di dalamnya.

Proses selanjutnya dari kritik intern adalah membandingkan kesaksian dari berbagai sumber dengan menjajarkan kesaksian para saksi yang tidak berhubungan satu dengan yang lain (independent witness). Dengan demiklan, diharapkan informasi yang diperoleh benar-benar objektif.



Setelah kritik selesai, langkah berikutnya adalah melakukan interpretasi/penafsiran, baik analisis maupun sintesis. terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber. Berdasarkan data yang telah dikritik, kita mulai menghimpun banyak sekali informasi mengenai topik yang sedang diteliti. Berdasarkan data itu disusunlah fakta-fakta sejarah yang telah dibuktikan kebenarannya dengan bukti yang cukup. Berbagai fakta yang lepas satu sama lainnya disusun dan dihubungkan sehingga menjadi kesatuan yang masuk akal. Peristiwa yang sama dimasukkan ke dalam keseluruhan konteks peristiwa-peristiwa. Selanjutnya kita mulai menafsirkan fakta-fakta itu dan menyusunnya menjadi kisah sejarah.

Perlu diketahui bahwa data dan fakta kadang-kadang hanya memiliki perbedaan bertingkat, bukan perbedaan kategoris. Seperti pekerjaan detektif, kalau yang dicari sebab pembunuhan dan bukan ada tidaknya pembunuhan maka data tentang pisau berdarah sudah sangat dekat dengan fakta. Demikian juga bagi seorang sejarawan (ahli sejarah), kalau yang dicari adalah adanya rapat dan bukan revolusi maka data berupa notulen rapat sudah sangat dekat dengan fakta.

Proses interpretasi dan menyusun fakta-fakta bersifat selektif karena tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita. Yang dipilih adalah fakta-fakta yang relevan dengan topik penelitian. Itulah sebabnya, dalam tahap interpretasi dan seleksi timbul subjektivitas sejarah. Proses seleksi sangat tergantung kepada pribadi si peneliti. Tahap interpretasi dan seleksi merupakan tahap yang paling rawan bagi timbulnya bias dalam cerita sejarah dan di sinilah integritas seorang peneliti sejarah dipertaruhkan. Itulah sebabnya dalam sejarah tidak berlaku rumus 2 x 2 = 4, dalam arti sumber dan data yang digunakan itu sama namun dapat (dan senantiasa) menghasilkan kisah yang berbeda apabila digunakan oleh dua orang peneliti.



Historiografi atau penulisan sejarah merupakan tahap terakhir dari kegiatan penelitian sejarah. Sesudah menentukan judul, mengumpulkan bahan-bahan/sumber-sumber serta melakukan kritik dan seleksi, tibalah saatnya kita bekerja menuliskan kisah sejarah. Menulis kisah sejarah bukanlah sekadar menyusun dan merangkai fakta-fakta hasil penelitian, melainkan juga menyampaikan pendirian, pikiran, dan emosi kita melalui interpretasi sejarah berdasarkan fakta-fakta hasil. penelitian kita. Oleh karena itu, untuk menulis sejarah diperlukan kecakapan/kemahiran.

jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.