Halloween party ideas 2015

http://ift.tt/1Gts2vr









JAKARTA, Menyusul pengerahan para personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai penyuluh pertanian di desa-desa, kritik pun dilayangkan para anggota DPR. Para Babinsa dinilai tidak berkompeten sebagai penyuluh pertanian. Tugas penyuluhan ini kian menjauhkan personel Babinsa dari tugas pokoknya sebagai pembina desa.



Anggota Komisi IV DPR Hermanto mengkritik tajam pengerahan Babinsa tersebut. Menurutnya, profesi penyuluh sebaiknya diserahkan kepada ahlinya yang berkompeten. Ia meminta Presiden Joko widodo meninjau ulang kebijakan ini.



"Untuk mewujudkan dan mempertahankan swasembada pangan menuntut kesungguhan dari semua pemangku kepentingan termasuk penyuluh pertanian. Kalau Babinsa ditunjuk sebagai penyuluh pertanian, maka ia juga dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam profesi tersebut. Jika Babinsa bersungguh-sungguh dalam profesi itu maka sangat mungkin tugas utamanya sebagai pembina desa akan terabaikan," papar Hermanto dalam siaran persnya, Selasa (20/1).



Selain tidak berkompeten, pengerahan Babinsa sebagai penyuluh pertanian juga menyalahi aturan. Anggota F-PKS ini mengemukakan, Peraturan Kepala Staf TNI AD Nomor 19/IV/2008 tertanggal 8 April 2008, seorang Babinsa wajib melaksanakan pembinaan teritorial sesuai petunjuk atasannya, yaitu komandan Komando Rayon Militer (Koramil).



Tugas pokok mereka, lanjut Hermanto, mengumpulkan dan memelihara data aspek geografi, demografi, hingga sosial, dan potensi nasional di wilayah kerjanya. Data yang dikumpulkan meliputi banyak aspek antara lain sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana-prasarana, dan infrastruktur di wilayah binaannya.









Tugas itu saja belum tentu dijalankan dengan baik. Apalagi kini diserahkan tugas baru sebagai penyuluh pertanian. "Banyaknya konflik yang terjadi di masyarakat merupakan indikator bahwa tugas Babinsa belum dijalankan secara optimal. Adanya konflik menunjukkan bahwa mereka belum optimal dalam mengelola data masyarakat untuk kepentingan antisipasi konflik," ungkap Hermanto lagi.



Dengan tugas baru ini dikhawatirkan, Babinsa tidak profesional lagi bekerja. Tidak profesional sebagai penyuluh, tidak professional juga sebagai personel Babinsa. "Apakah Presiden mau aparat negara tidak profesional," kilahnya.



Soal kekurangan 20 ribu penyuluh pertanian, sebaiknya pemerintah mengangkat lagi tenaga bantu penyuluh yang ada. "Mereka sudah berpengalaman bertahun-tahun sebagai penyuluh. Kalau masih ada kekurangan, tinggal meningkatkan kemampuan mereka dengan pendidikan dan pelatihan," papar Hermanto.



Seperti diketahui, sebelumnya TNI AD dan Kementerian Pertanian telah menandatangani MoU pada 7 Januari 2015 yang berisi kerja sama penyuluhan. Para Babinsa dikerahkan membantu para petani di desa untuk membangun dan meningkatkan kualitas hasil pertanian.



Menteri Pertanian Amran Sulaiman sendiri menanggapi kritik itu mengatakan kerjasama tersebut bukan barang baru, sehingga menurutnya tidak perlu diributkan. "Kita sudah pernah ada kerjasama sebelumnya. Itu sudah ada buktinya seluas 2.400 hektar berhasil. Ada pertambahan nilai di sana. Dari hasilnya tadi cuma 6 ton sekarang sudah 9 ton," ujar Amran dalam Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi IV di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/1) keamrin.‎



Ia pun menolak disebut terlalu menggantungkan diri pada Babinsa untuk penyuluhan. Ia berdalih, langkah ini lebih bersifat optimalisasi sumber daya manusia. "Kita kan sedang dalam masa moratorium PNS. Sementara ada tenaga Babins‎a yang bisa membantu, jadi kenapa tidak kita optimalkan tenaga yang ada," jelas dia.



Amran menjelaskan lagi, Babinsa bukanlah satu-satunya tenaga yang diminta bantuan sebagai tenaga penyuluh. Kementan juga memberdayakan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, untuk turut ambil bagian dalam penyuluhan terhadap petani.



"Kita rekrut ada lima ribu orang. Tim Kementan juga kita optimalkan jadi memang semua potensi dari bangsa ini akan dimanfaatkan," pungkas dia.



















































































sumber:gresnews.com



from Suaranews http://ift.tt/1Gts2vy

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.