Halloween party ideas 2015












Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok dikenal sebagai figur yang ceplas-ceplos ketika ditanya. Bahkan mantan Bupati Belitung Timur ini tak jarang mengumbar kata-kata yang mengundang telinga panas jika sedang emosi.

Sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Ahok kerap mengeluarkan kata yang dinilai kasar di telinga publik. Mau tahu apa saja? Berikut ini laporannya.



AHOK SEBUT WARGANYA KOMUNIS



Berawal dari kekesalannya terhadap warga di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara yang tidak mau pindah dari tanah ilegal. Ahok yang ketika itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2013 lalu menyebut warganya sendiri dengan melontarkan kata komunis.



“Kalau saya bangun rumah di tanah yang bukan milik saya tanpa izin, dibongkar P2B, saya minta ganti rugi nggak sama pemerintah? Dapat? Mana ada? Ya, mampus semuanya. Udah bangun salah, dikasih duit gitu, lho. Terus saya bangun di tanah negara, terus saya sewa-sewain sama orang, dibongkar, minta ganti rugi. Mana ada hukumnya? Itu komunis namanya,” ujar Ahok ketika itu.



Ahok tidak terima dengan aksi warga yang secara sembarang menempati Waduk Pluit. Bahkan ia juga mengancam akan melaporkan warganya ke polisi.



“Kalau nggak mau kita tangkap lapor polisi, enak saja emangnya komunis main duduk-dudukin. Kalau legal tanda tangan surat perjanjian,” pungkasnya.



AHOK SEBUT WARGANYA MISKIN



Masih dalam suasana penggusuran Waduk Pluit, Jakarta Utara, Wakil Gubernur Ahok emosi menanggapi warganya yang tidak mau direlokasi dari bantaran Waduk Pluit ke rumah susun yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta.



Suami dari Veronica Tan ini meminta kepada warga Waduk Pluit agar sadar diri dengan kondisi perekonomiannya yang dinilai miskin.



“Dikasih rusun nggak mau, maunya rumah yang rata. Ya kalau miskin tahu dirilah,” tandasnya.










AHOK SEBUT ANAK BUAHNYA BAJINGAN



Mengetahui jajarannya tidak bisa menyesuaikan ritme kerjanya, Ahok merasa kesal dan menyebut anak buahnya munafik dan bajingan. Karena ia beranggapan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta tidak ada lagi yang berani ‘bermain’ dengan uang rakyat.



“Saya sudah betul-betul muak dengan kemunafikan. Pejabat-pejabat DKI ini luar biasa santun sekali kalau ngomong sama saya, tetapi ternyata mereka bajingan semua,” kata Ahok yang merasal kesal saat mengetahui adanya pejabat DKI yang melakukan jual beli unit rusun.



Ia juga merasa kesal dengan aksi calo dan pejabat yang bermain dalam penyewaan rusun yang diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta.



“DKI sudah susah-susah bangun ribuan rumah, yang menikmati malah calo-calo dan pejabat, warga miskin setoran ke mereka. Saya nanti minta Pak Heru (Kepala Biro KDH DKI) menambah sembilan pistol isi 21 peluru buat tembak di tempat karena di Jakarta ini bajingannya dari rakyat jelata sampai para pejabat,” pungkasnya.



Tak hanya itu, Ahok juga pernah menyebut bajingan kepada pelajar yang terlibat pembajakan bus pada 2013 lalu.



“Sekolah negeri dipakai oleh pelajar yang sok-sokkan. Pertama dikasih kesempatan bolehlah. Kalau masih diulangi lagi, kamu sudah bukan anak, kamu calon bajingan,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (14/11/2013).



AHOK SEBUT ANAK BUAHNYA BRENGSEK



Ahok pernah melontarkan kata brengsek yang ditujukan kepada anak buahnya di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang dinilai telah memfitnah dirinya. Tudingan itu muncul seiring pengakuan pegawai pintu air Manggarai yang belum digaji.



“Minta tolong kalau wawancara sama PNS, catat nama dan pangkatnya siapa, kalau rekamannya jelas, saya kasih sanksi. Brengsek sekali main fitnah,” kata Ahok.



Bahkan ia menuding ada oknum di Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta yang sengaja menahan uang gaji pegawainya.



“Saya khawatir ada oknum di PU, sengaja nahan uang ini supaya sampah berantakan di mana-mana,” tegasnya.



AHOK SEBUT BEGO KE POLITISI YANG DATANG KE PARANOR



Kata-kata bego keluar dari mulut Ahok saat menjelang pemilu yang ketika itu banyak politisi yang bertandang ke paranormal untuk bisa mendulang suara pemilih.



“Kita bisa pura-pura jadi dukun kalau banyak orang bego gitu kamu bisa dapat duit banyak. Dung dung pret. Itu film Benyamin dukun palsu,” ujarnya ketika itu.



Dirinya menegaskan bahwa ia tidak mempercayai paranormal. Sebab, jika masih banyak yang mempercayai maka sama saja membuka peluang banyaknya dukun palsu.



“Saya sih dari dulu nggak percaya gituan,” tandasnya.



AHOK SEBUT TA*K SAAT DIWAWANCARAI STASIUN TV



Dan yang terbaru adalah, Ahok melontarkan bahasa toilet di sebuah stasiun televisi swasta yang ditayangkan secara live atau langsung.



Kejadian itu terjadi saat mantan Bupati Belitung Timur itu diwawancarai oleh Aiman Witjaksono di salahsatu stasiun televisi swasta pada Rabu (19/3/2015) kemarin secara live.



Ahok terlihat sangat kesal ketika ditanyakan seputar kegiatan istrinya, Veronica Tan yang mengikuti rapat pembahasan Revitalisasi Kota Tua di Gedung Balai Kota DKI Jakarta.



Ahok juga emosi atas rencana hak angket yang digalang sebagian anggota DPRD DKI. Dirinya pun menantang DPRD untuk terus mengajukan hak angket terhadap dirinya.



“Makanya gue bilang kapan panggil hak angket. Gue bukain ta*k…ta*k semua itu seperti apa,” ucapnya.



Meski si pemandu acara telah meminta untuk memperhalus bahasanya, namun Gubernur Ahok tetap meneruskan bahasa kasarnya.



Namun kini Ahok sudah meminta maaf atas perkataan yang telah diucapkannya ketika siaran langsung di stasiun televisi swasta tersebut.





Sumber: Citizenjurnalism



from Suaranews http://ift.tt/1BGtWAp

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.