Harga BBM naik lagi! Dan hal yang mengejutkan lagi, pengumumannya tidak diberitahukan jauh-jauh hari tapi hanya beberapa jam sebelumnya. Waduh rakyat Indonesia langsung kalang kabut dan panik luar biasa. Antrian di SPBU mengular, ibu-ibu khawatir semua harga ikutan naik alias ketularan. Kebijakan pemerintahan Jokowi yang menerapkan aturan harga BBM fluktuatif seiring naik turunnya harga minyak mentah dunia memang bikin senam jantung.
Tahukah Anda kalau dulu partai pengusung Presiden Jokowi yaitu PDIP lah yang paling menentang kalau ada harga BBM naik? 10 tahun terakhir, partai dengan lambang banteng merah ini memang menjadi oposisi dan kritis terhadap kebijakan pemerintah di bawah Presiden SBY. Tapi kini lain lagi ceritanya, kini mereka tidak lagi di garis seberang. Penasaran tidak dengan perbedaan besar PDIP saat masih jadi oposisi dan kini berkuasa? Anda pasti tertarik sekali untuk melihatnya:
1. PDIP Berada di Garis Terdepan Menolak Kenaikan Harga BBM. Bahkan Menyebut ‘SBY Galau’. Sekarang Presiden Jokowi dan PDIP berada di garis terdepan menaikan harga BBM, gantian seluruh rakyat Indonesia yang galau.
2. PDIP Menuntut Pemerintahan SBY Untuk Lebih Pancasilais dan tidak memberi remisi koruptor. Sekarang Menteri era Jokowi malah memberi remisi untuk koruptor.
3. Dulu sejumlah sikap PDIP yang menentang kebijakan impor beras, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), penundaan pembangunan gedung DPR dan sebagainya. Sekarang malah PDIP mendukung semua harga naik.
4. Bu Mega bilang jangan blunder soal capres. Mengelola Indonesia itu rumit dan butuh orang yang ahli. Faktanya kini Jokowi kehilangan banyak kepercayaan karena utang makin menumpuk dan harga BBM melambung.
5. Tahun 2011, Rieke Diah Pitaloka mengkritisi APBN yang habis untuk gaji PNS. Ternyata era Jokowi juga sama saja, PNS bergelimang tunjangan dan rapat di Hotel.
6. Dulu PDIP paling keras jadi oposisi dan mengedepankan kepentingan rakyat. Sekarang berubah arah, jadi memihak pemerintah dan lupa dengan rakyat.
7. Dulu PDIP mati-matian menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat miskin. Tapi nyatanya, Pemerintahan Jokowi juga memberikan hal yang sama, hanya beda nama.
from Muslimina http://ift.tt/1BW1r31
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Tahukah Anda kalau dulu partai pengusung Presiden Jokowi yaitu PDIP lah yang paling menentang kalau ada harga BBM naik? 10 tahun terakhir, partai dengan lambang banteng merah ini memang menjadi oposisi dan kritis terhadap kebijakan pemerintah di bawah Presiden SBY. Tapi kini lain lagi ceritanya, kini mereka tidak lagi di garis seberang. Penasaran tidak dengan perbedaan besar PDIP saat masih jadi oposisi dan kini berkuasa? Anda pasti tertarik sekali untuk melihatnya:
1. PDIP Berada di Garis Terdepan Menolak Kenaikan Harga BBM. Bahkan Menyebut ‘SBY Galau’. Sekarang Presiden Jokowi dan PDIP berada di garis terdepan menaikan harga BBM, gantian seluruh rakyat Indonesia yang galau.
2. PDIP Menuntut Pemerintahan SBY Untuk Lebih Pancasilais dan tidak memberi remisi koruptor. Sekarang Menteri era Jokowi malah memberi remisi untuk koruptor.
3. Dulu sejumlah sikap PDIP yang menentang kebijakan impor beras, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), penundaan pembangunan gedung DPR dan sebagainya. Sekarang malah PDIP mendukung semua harga naik.
4. Bu Mega bilang jangan blunder soal capres. Mengelola Indonesia itu rumit dan butuh orang yang ahli. Faktanya kini Jokowi kehilangan banyak kepercayaan karena utang makin menumpuk dan harga BBM melambung.
5. Tahun 2011, Rieke Diah Pitaloka mengkritisi APBN yang habis untuk gaji PNS. Ternyata era Jokowi juga sama saja, PNS bergelimang tunjangan dan rapat di Hotel.
6. Dulu PDIP paling keras jadi oposisi dan mengedepankan kepentingan rakyat. Sekarang berubah arah, jadi memihak pemerintah dan lupa dengan rakyat.
7. Dulu PDIP mati-matian menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat miskin. Tapi nyatanya, Pemerintahan Jokowi juga memberikan hal yang sama, hanya beda nama.
from Muslimina http://ift.tt/1BW1r31
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself