Halloween party ideas 2015










Informasi yang menyebut bahwa pendiri Partai NAZI, Adolf Hitler dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur kembali mengemuka. Bahkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku sudah mendapat informasi hal itu. Risma pun dibuat bingung dengan kabar tersebut.



Makam tokoh diktator asal Jerman di masa Perang Dunia II itu disebut-sebut berada di sebelah barat pusara Soetomo, atau Bung Tomo, tokoh Perang 10 November 1945 di Surabaya di TPU Ngagel. Kata Risma, di pusara, yang diduga tempat persemayaman Hitler itu, tertulis nama dokter Poch asal Jerman, yang setelah ditelusuri adalah dokter yang pernah bertugas di RSUD dr Sutomo Surabaya.



Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini mengaku, menerima informasi keberadaan yang disinyalir milik Hitler itu, dari seseorang yang dipanggilnya dengan Cak Nun.



“Ada yang ngasih tahu saya, tepatnya orang itu adalah Cak Nun. Cak Nun itu yang ngasih tahu apa ada dokter asal Jerman yang meninggal dan dimakamkan di Ngagel?,” kata Risma di sela menghadiri acara HUT ke 9 salah satu media online di Surabaya, Rabu (1/4) kemarin.



Merdeka.com – Ya kalau betul itu memang makamnya Hitler, lanjut Risma, berarti dia hanya mengganti namanya saja (dr Poch). “Setalah dapat informasi itu, kita langsung cari tahu dengan mendatangi langsung lokasi dan mencari makamnya. Ternyata memang ada. Dia itu dokter di rumah sakit dokter Sutomo. Di situ ditulis dengan nama dr Poch,” sambungnya.



Terkait kebenaran makam Hitler di Ngagel itu, Risma tidak berani memastikannya. “Kalau soal data atau catatan kematian makam itu, kita sudah ada, tapi belum kita teliti, apa benar itu makam Hitler atau memang makam dokter Poch asal Jerman,” tandasnya.



Kematian tokoh bergelar Fuhrer und Reichskanzler itu, sampai saat ini memang masih jadi misteri. Ada yang menyebut Hitler tewas bunuh diri dalam bangker di Berlin, Jerman pada 30 April 1945. Namun ada juga yang mengatakan dia meninggal di Argentina, ada pula yang menyebut Brasil, dan di Amerika Selatan.



Hitler sendiri, pada masa Perang Dunia II dikenal sebagai politisi Jerman dan Ketua Partai NAZI atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP dalam Bahasa Jerman), Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional.



Merdeka.com – Politisi kelahiran Austria ini, pernah menjabat Kanselir Jerman pada 1933 sampai 1945 dan menjadi diktator Jerman dengan bergelar Fuhrer und Reichskanzler sejak Tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama NAZI, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.



Hitler adalah veteran Perang Dunia I dengan banyak gelar. Ia bergabung dengan Partai Pekerja Jerman (pendahulu NSDAP) pada tahun 1919, dan menjadi ketua NSDAP tahun 1921. Tahun 1923, ia melancarkan kudeta di Munich yang dikenal dengan peristiwa Beer Hall Putsch. Kudeta yang gagal tersebut berujung dengan ditahannya Hitler.



Di penjara, Hitler menulis memoarnya, Mein Kampf (perjuanganku). Setelah bebas Tahun 1924, Hitler mendapat dukungan rakyat dengan mengecam Perjanjian Versailles dan menjunjung Pan-Jermanisme, antisemitisme, dan anti-komunisme melalui pidatonya yang karismatik dan propaganda Nazi.



Setelah ditunjuk sebagai kanselir pada tahun 1933, ia mengubah Republik Weimar menjadi Reich Ketiga, sebuah kediktatoran satu partai yang didasarkan pada ideologi Nazisme yang totalitarian dan otokratik.



Merdeka.com – 18 November tahun 2013 lalu, tim peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional menemukan bangkai kapal selam Nazi Jerman tipe Unterseeboot atau U-Boat. Penemu bangkai kapal adalah para penyelam lokal dari Karimun Jawa. Bahkan di reruntuhan kapal ini juga ditemukan sejumlah perkakas angkatan laut Jerman.



“Baru pertama ini kita menemukan reruntuhan kapal selam Jerman. Kalau kapal perang sisa perang dunia II sudah sering, tapi kapal selam apalagi jenis U-Boat baru kali ini,” kata Ketua Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (19/11/2013) lalu.







Pertanyaannya, apakah kapal itu berkaitan dengan isu bahwa Adolf Hitler, pimpinan Nazi Jerman, meninggal di Indonesia? Belum ada jawaban pasti akan hal ini, namun diduga kapal selam itu ada benang merahnya dengan makam Dr Poch yang diduga Hitler itu.



Sebelumnya, pimpinan partai Nazi berjuluk Fuhrer, itu diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, berita itu akhirnya terbukti ternyata salah. Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat, menyebut tengkorak Hitler yang disimpan Rusia bukan milik sang Fuhrer.



Merdeka.com – Baru belakangan diketahui tengkorak tersebut milik perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun. Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua, tapi entah di mana.



Sejumlah teori langsung mengemuka pasca-fakta tengkorak Hitler diungkap Daily Telegraph itu tersebar luas. Ada yang mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia. T



Di Tanah Air sempat muncul buku yang ditulis KGPH Soeryo Goeritno Msc. Judulnya: Rahasia yang terkuak – Hitler mati di Indonesia. Kisah Hitler mati di Indonesia diawali dari sebuah artikel di Harian Pikiran Rakyat pada 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar.



Sosro menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar pada 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Dia mengklaim, Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara, itu adalah Hitler di masa tuanya.



Merdeka.com – Bukti-bukti yang diajukan Sosro, adalah Poch tak bisa berjalan normal alias selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan. Kemudian, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dengan kepala gundul.



Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hitler di masa tuanya, seperti yang dia temukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya pada 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun dan sangat misterius: tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.



Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali.”



Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hitler. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya ‘Dolf’, yang diduga kependekan dari Adolf Hitle.











Sumber: merdeka



from Suaranews http://ift.tt/1EIyRIt

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.