KOMPAS Terus Blow-Up dan Serang Perda Ramadhan | Berita Indonesia Hari Ini
Ketua Umum MUI Provinsi Banten KH DR. AM Romly secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap dalam menyikapi pemberitaan tentang razia rumah/warung makan di kota Serang oleh Satpol PP Pemkot Serang.
Menurut Dewan Pimpinan MUI Provinsi Banten, pertama, Satpol PP adalah aparat Pemda yang berwenang melakukan penindakan dalam menegakkan Perda. Dalam pelaksanaannya pun hendaknya tidak pandang bulu. Namun, MUI Banten berharap tidak ada penyitaan barang dagangan.
Kedua, mengajak kepada umat Islam Provinsi Banten agar tetap tenang, menjalankan ibadah puasa dan amaliah Ramadhan dengan khusyu’.
“Jangan terpancing jika ada provokasi pihak-pihak yang tidak rela melihat kedamaian di kalangan umat Islam dan masyarakat Banten dengan memanfaatkan kejadian ini,” ujar KH AM Romly dalam pers rilis yang diterima Kiblat.net pada Senin, (13/06).
Ketiga, MUI Banten menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk memberikan bantuan kepada orang yang susah. “Semoga Allah melipatgandakan pahalanya dan memberkahi rizkinya. Marilah kita terus bergotong royong dlm kebajikan dan taqwa,” lanjutnya.
Keempat, menghimbau kepada para pengusaha rumah/warung makan hendaknya tetap tenang dan tidak khawatir dalam membuka usahanya selama masih menjalankan adat kebiasaan yang sudah berlaku sejak lama di Banten, yakni menghormati bulan suci Ramadhan dan orang-orang yang sedang berpuasa.
“Untuk itu hendaknya warga Banten dapat mematuhi Perda setempat. Semoga usahanya semakin maju dan mendapat barokah dari Allah SWT,” jelas KH AM Romly.
Kelima, menghimbau kepada semua pihak untuk tidak mengembangkan peristiwa ini yang menyebabkan isunya menjadi liar dan tidak terkendali, sehingga menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.
KOMPAS Ters Blow-Up dan Serang Perda Ramadhan
Dengan maraknya pemberitaan terkait insiden Ibu Saieni, serentak media Kompas jadi rujukan utama pemberitaan itu karena banyak sekali berita yang memuat konten tentang Ibu Saeini.
Mirisnya, media mainstreem itu agak membuat opini seakan-akan perda yang sejatinya merujuk kepada Syariat Islam itu banyak memojokan Islam.
Berikut beberapa konten berita yang diambil dari situs Kompas:
Aturan Penutupan Warung Selama Ramadhan Dianggap Menabrak Nilai Kemanusiaan
Mendagri Pertimbangkan Kaji Ulang Perda yang Dinilai Bermasalah
Ketua DPR: Menghormati yang Berpuasa, Jangan Sakiti Orang Lain
Politisi PKB: Larangan Warung Buka Siang Hari Tidak Cerminkan Citra Islam di Indonesia
Kasatpol PP Serang: Sebelum Perda Dicabut, Tetap Akan Ada Razia
(kiblat/nisyi/jurnalmuslim.com)
from Muslimina http://ift.tt/25YL8Gx
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself