Rekaman Suara Panik Dari Milisi Hizbullat Yang Ditinggalkan Teman Temannya | Berita Indonesia Hari Ini
“Mereka (milisi pro-rezim) semua meninggalkan kami, Iran, Afghanistan dan Suriah … mereka semua meninggalkan kami,”seorang milisi Hizbullat yang tidak disebutkan namanya mengeluh dalam pesan audio.
Sebuah rekaman audio yang diklaim sebagai suara seorang milisi Hizbullat, terdengar panik selama pertempuran di Aleppo selatan, mengungkapkan bahwa milisi Syiah dari Lebanon telah ditinggalkan oleh pasukan pro-rezim lainnya.
“Mereka (milisi pro-rezim) semua meninggalkan kami, Iran, Afghanistan dan Suriah … mereka semua meninggalkan kami,” seorang milisi yang tidak disebutkan namanya mengeluh dalam pesan audio, yang mulai beredar di media sosial pada hari Minggu setelah pasukan oposisi menerobos jalur rezim di daerah Ramousah di barat daya Aleppo, membuka pengepungan di bagian timur kota.
“Kami seperti boneka, kami tidak tahu apa-apa, kami berjuang sendirian,” ungkap milisi Hizbullat -yang berbicara dengan aksen khas selatan Lebanon- dalam sebuah rekaman suara dimana dia terdengar panik dan mengutuk sikap pasukan pro-rezim di garis depan medan perang.
Dia menambahkan bahwa bahkan ketika pasukan rezim melakukan serangan balasan terhadap pejuang koalisi Jaysh al-Fatah untuk merebut kembali posisi, mereka akan “kehilangan lagi wilayah tersebut di malam atau keesokan harinya.”
“Itu saja … banyak prajurit yang melarikan diri, kalian membawa mereka dari rumah mereka, dan kemudian mereka melarikan diri lagi, itu adalah [cerita] yang sama.”
“Saya pergi ke akademi di sore hari … dan hanya ada orang Lebanon yang tersisa,” dia menambahkan mengacu pada akademi artileri di Ramousah yang dikuasai oleh faksi oposisi pada hari Sabtu, memberi mereka koridor yang membentang ke wilayah yang dikuasai oposisi di Aleppo Timur .
Dia juga memohon penerima pesan untuk “bicaralah dengan Hajj Abbas dia ada disana. Fajr juga ada. Semua dari mereka adalah orang Lebanon, sekitar dua peleton, dan beberapa [milisi] dari [desa Syiah] Nubl dan Zahraa [ di luar Aleppo]. ”
“Apa jenis perlindungan yang dapat mereka berikan?” tanyanya marah.
Dia juga memperingatkan bahwa pasukan oposisi berulang kali menyerang, meskipun fakta “mereka menderita banyak korban,” menambahkan bahwa “mereka berada dalam kondisi yang baik, [sedangkan] tentara [rezim Suriah] hancur.”
Hizbullat menderita dengan banyak milisinya yang tewas selama pertempuran sengit, dimana Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pada hari Senin bahwa Hizbullat kehilangan setidaknya 12 milisi sepanjang front pertempuran Aleppo.
from Muslimina http://ift.tt/2aUDTFj
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself