Halloween party ideas 2015

CollageMaker_20170126_143727_2

PB, Daerah – Keresahan seorang Basri Salama, Senator asal Maluku Utara, ketika melihat Maluku Utara yang begitu kaya dengan kandungan alamnya, baik di darat maupun di laut.

Maluku Utara, khususnya pulau Halmahera oleh presiden pertama Soekarno di beri gelar dengan nama “The Giant Sleep” Raksasa Tidur. Soekarno seakan memiliki sebuah ilmu indra keenam, karena menyebut Pulau Halmahera bagaikan raksasa yang sedang tidur ketika beliau menulis bukunya, dan menyebut demikian, untuk pulau Halmahera.

Inilah yang menjadi keresahan seorang Basri Salama ketika wilayah yang dikuasainya sebagai Senator, ketika penduduknya harus menerima kenyataan mendapatkan porsi di bagian “tulang” sementara dagingnya dibagi kepada pejabat di pusat, daerah dan untuk investor.

Berikut tulisan keresahan seorang Basri Salama, yang pernah marah dan membuat heboh di Gedung DPR RI karena merasa selama ini DPD RI selalu di anak tirikan oleh lembaga terhormat tersebut.

Maluku Utara “Rumah Makan Gratis”
Orang pusat dan Penguasa Daerah
________________
Kalau di tong pe daerah (Maluku Utara). Pemerintah Daerah mengucapkan selamat datang kepada investor untuk makan daging sebanyak2nya. Dan daerah cukup cicipi tulang saja mereka sdh bersyukur tanpa protes. Jika ada rakyat yg protes pasti mereka bilang anti investasi…..ini namanya logika “permen hopis”.

Padahal mereka tidak sadar, bnyak investasi yg tdk dibicarakan dgn tuntas pada kepentingan masyarakat. Akibatnya, saat investor pergi meninggalkan lokasi….derita rakyat semakin menganga. Hutan gundul dimana2, laut dan sungai tercemar limbah. Melaut dan berkebun menjadi susah. Tidak ada yg di tinggalkan…(puluhan tahun aneka tambang geruk nikel di gebe, yg di tinggalkan hnya lapangan terbang kecil, lapangan golf dan kolam renang mini)

Lihat saja…investasi di sektor pertambangan diberbagai daerah atau pengelolaan hutan disejumlah provinsi.
Lihat gebe, lihat haltim, lihat Obi, lihat warga sekitar NHM, berkaca pula di riau, bangka belitung, kalimantan dan sumatra. Hnya Aceh dan papua yg berani ribut, baru perhatian pemerinth tertuju ke mereka.

Maluku Utara, tidak harus perang. Kita cukup berdayakan tokoh2 lokal bicara, seperti para sultan. Jika rakyat maluku utara secara masif memberi suport sdh pasti pemerintah pusat akan memberi perhatian.

Kita bilang Maluku Utara kaya akan sumber daya alam….tapi cara kita memberi ruang investasi kpd investor masih pada kepentingan penguasa daerah pnya isi dompet.

Di saat ada seorang sultan coba mengangkat harkat dan martabat pemerintah daerah dan rakyat di daerah. Justru sebagian kita menggangap sultan anti investasi.

Sungguh tolol dan setengah tdk waraskah kita?..Sehingga akal sehat gampang dibeli.

Sy percaya dan hakul yakin, jika cara berpikir kita seperti ini dan tidak mau berubah maka maluku utara hnya dijadikan “Rumah makan gratis” bagi orang2 pusat dan penguasa begal di daerah.

Wassalam

large-000.anggotadpdbasrisalamah_1Penulis : Basri Salama Anggota DPD RI, Senatot asal Maluku Utara.

 


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.