Halloween party ideas 2015

CollageMaker_20170125_212140

PB, Kaltim – Tetiba saja sekitar puluhan orang dengan mengenakan pakaian adat Dayak, mereka mencoba untuk melakukan demo dengan maksud untuk meminta pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membubarkan Front Pembela Islam di Samarinda Kaltim.

Namun demo yang dilakukan oleh sekumpulan masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pancasila Kalimantan Timur rupanya mendapat “gertakan” dari warga muslim Kalimantan Timur.

“Tiba-tiba massa bergerak karena dengar kalau mereka yang sedang demo tolak FPI mau mendatangi markas FPI, untungnya tidak benar,” ujar salah satu warga, karena jika tidak dipastikan akan ada pertumpahan darah.

Karena warga yang marah dengan sikap para pendemo dengan alasan yang dianggap mengada-ada untuk membubarkan FPI, datang ke lokasi jalan untuk menghadang di jalan yang menuju ke Sekretariat FPI, datang membawa senjata tajam, sementara warga yang berpakaian adat Dayak juga membawa senjata tajam khas Dayak Mandau.

Namun untungnya Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, segera membubarkan massa pendemo sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sementara itu tampak pihak kepolisian berjaga di lokasi sepanjang jalan.

“Sebaiknya para pembenci FPI berpikir ulang, saat ini Habib Rizieq bukan lagi milik FPI, karena beliau sudah “dimiliki” oleh umat muslim Indonesia, tapi tetap ingat, mengganggu FPI sama saja mengganggu Umat Islam,” ujar Darwis salah satu tokoh muda muslim asal Maluku Utara.

Darwis menambahkan jika spontanitas warga muslim Samarinda yang langsung bereaksi atas isu untuk menghancurkan FPI itu adalah cermin warga muslim lainnya di daerah lain.

(Jall)


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.