Halloween party ideas 2015

ANIES

(PB) – Perhitungan resmi hasil Pilkada DKI putaran pertama belum betul-betul tuntas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, urutan pemenang putaran pertama tampaknya tidak akan berubah. Sekarang dua kubu yang maju bersaing, kubu Anies dan Ahok bergegas menyiapkan diri untuk pertarungan putaran kedua.

Dalam putaran pertama, perbandingan perolehan tiga cagub berdasarkan hitungan resmi KPU sampai pukul 22.30 hari Kamis (16/2) adalah: Agus-Sylvi (16,97%), Ahok-Djarot (43,04%), dan Anies-Sandiaga (39,98%). Rekapitulasi sampai waktu itu sudah 95,6 persen dari total 12.023 tempat pemungutan suara (TPS).

Siapa yang akan memenangkan putaran kedua? Ini juga pertanyaan yang bikin penasaran dan bikin tegang banyak orang. Mari kita lihat kemungkinannya.

Menurut versi Indikator Politik-TV One, hasil exit poll {[`\[\3}survey terhadap responden pemilih di luar TPS setelah mereka menggunakan haknya pada Rabu (15/2), menunjukkan: suara Agus-Sylvi akan lari ke Anies. Jadi, prediksi hasil akhir putaran kedua adalah: Ahok-Djarot (43,3%) dan Anies-Sandiaga (52,4%).

Itu hasil survey. Sekarang kita lihat dari basis parpol pendukungnya. Agus didukung oleh Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Apakah parpol-parpol ini akan mau berkubu ke Ahok, yang didukung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura? Atau lebih memilih mendukung Anies, yang merupakan cagub Gerindra dan PKS?

Demokrat selama ini kurang memiliki chemistry untuk berkubu dengan PDIP, sebagaimana hubungan personal SBY dan Megawati memang tidak mulus. Demokrat tampaknya lebih mungkin mendukung Anies, atau minimal “netral” dengan sikap resmi menyerahkan opsi dukungan kepada pilihan pribadi para warga Demokrat.

PKB, karena selama ini sudah menjdi partai pendukung pemerintah Jokowi yang didukung PDIP, paling besar kemungkinannya untuk beralih mendukung ke Ahok. Kehadiran PKB sebagai partai yang mayoritas konstituennya Islam (dengan basis Nahdlatul Ulama), akan menjadi penguat signifikan dari sisi simbolis. Hal ini karena Ahok sudah terlanjur dituding sebagai “musuh Islam,” sehingga keberadaan PKB akan mencairkan tudingan negatif itu.

Sementara itu, PPP dan PAN dalam posisi mendua. Di satu sisi, sebagai partai yang sudah berada di pemerintahan, sebetulnya wajar saja jika mereka berbalik arah mendukung Ahok. Namun, masalahnya ini akan menimbulkan goncangan di konstituen mereka, yang selama ini sudah “terbiasa” menelan narasi Ahok sebagai “penista Al-Quran.”

Perubahan arah yang tiba-tiba akan membenarkan pandangan bahwa semua tuduhan dan proses hukum terhadap Ahok dalam kasus “penistaan agama” pada akhirnya hanyalah isu politik yang dikemas dengan bungkus agama. Risikonya juga berat. PPP dan PAN berbeda dengan PKB, yang selama ini “tidak terlalu keras” memainkan isu penistaan agama.

Jika PPP dan PAN berpendapat “sudah kepalang basah” dan memilih mendukung Anies, maka Anies akan diuntungkan. Anies berharap bisa meraup suara Demokrat, PPP, dan PAN, dan mengungguli Ahok di putaran 2 pilkada DKI. Situasi yang berat bagi kubu Ahok pada putaran ke 2 karena Ahok dalam Status Terdakwa.

Danil (Baca Sumber )


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.