Halloween party ideas 2015

Ilustrasi-Proyek-Reklamasi

PB, Jakarta – Polemik soal penghentian mega proyek reklamasi pantai utara Jakarta terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Tak hanya dari pemerhati lingkungan atau aktivis yang berfokus pada bidang lingkungan hidup, para pengkaji dampak dari pengerjaan proyek reklamasi pun tak henti-hentinya melakukan debat atau dialog publik soal proyek yang disebut-sebut getol tetap akan dilanjutkan oleh gubernur aktif Basuki T Purnama ketika itu meski menuai protes dari berbagai kalangan.

Sekedar diketahui, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tegas menolak proyek ambisius yang peruntukkannya masih menuai kontroversi.

Kabar tak sedap dari pelarangan untuk melanjutkan proyek reklamasi  Teluk Jakarta oleh empat Kementerian tersebut  berujung pada pemecatan dua Menteri oleh Joko Widodo. Dua anak buah Jokowi yang diberhentikan tersebut, yakni Rizal Ramli yang mengepalai Kemko Kemaritiman, serta Ignasius Jonan,  orang nomor satu di Kemhub.

Pemecatan yang terjadi beberapa saat lalu itu ditengarai karena terjadinya perselisihan empat Instansi Kementerian diatas dengan Ahok, Gubernur aktif DKI Jakarta ketika itu yang juga sang motor utama pelaksana proyek reklamasi‎.

Publik pun bertanya, mengapa Susi Pudjiastuti  (Menteri KKP) dan Siti Nurbaya‎ (Menteri LHK) tak turut dipecat. Jawabannya hanya lingkaran kekuasaan yang tahu.

Terbaru, tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno meminta Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan untuk membuka selebar-lebarnya kajian yang pernah dibuat pendahulunya, Rizal Ramli. Kajian yang dimaksud adalah kajian yang menjadi acuan Rizal untuk  memoratorium proyek reklamasi.

Anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi, Marco Kusumawidjaja menyatakan, sampai saat ini publik tidak pernah tahu secara rinci isi dari kajian yang pernah dibuat Rizal Ramli.

“Jangan lupa dulu Rizal Ramli sudah melakukan studi kan, kemudian menyimpulkan moratorium, kemudian dia diganti dan kajiannya tidak dikeluarkan,” kata Marco di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Luhut belum lama ini menyatakan akan mengundang Anies-Sandi untuk bertemu dan membahas proyek reklamasi. Hal itu menyusul adanya rencana Anies-Sandi menghentikan proyek tersebut jika nanti telah resmi menjabat.

Selain itu  Marco menyebutkan bahwa, baik Anies maupun Sandi menyatakan bersedia memenuhi undangan Luhut saat keduanya sudah resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

“Kalau belum menjabat kapasitasnya kan sebagai apa,” jelas Marco.

Hal yang perlu diketahui publik, yakni penghentian proyek reklamasi merupakan salah satu janji kampanye Anies-Sandi saat kampanye Pilkada DKI 2017. Menurut Marco, Anies-Sandi akan berupaya untuk memenuhi janji tersebut. Ia yakin janji tersebut bisa terealisasi karena rencana untuk menghentikan proyek reklamasi sudah melalui berbagai kajian.

“Jadi mari kita biasakan bahwa janji gubernur dipenuhi bukan sekadar diingkari. Karena itu sebelum membuat janji-janji itu memang sudah dikaji,” pungkasnya. (Beby Hendry)


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.