Halloween party ideas 2015


Arakan – Rezim Bangladesh menangkap sedikitnya 70 warga etnis Rohingya yang mencoba memasuki wilayahnya untuk menghindari pembantaian dari militer Myanmar. Puluhan warga itu dipaksa kembali ke Myanmar dengan menggunakan kekerasan.

Kantor berita Al-Jazeera mengatakan, Ahad (27/08), beberapa jam setelah polisi Bangladesh menembaki ratusan warga Rohingya yang melarikan diri menuju wilayahnya. Tidak diketahui korban yang jatuh, namun tembakan itu dari upaya polisi menghadang pengungsi Rohingya yang nekat masuk untuk menghindari pembantaian militer negara mereka.

Di waktu yang sama, sebanyak 2000 warga Rohingya—termasuk anak-anak dan wanita— berkumpul di perbatasan dengan Bangladesh. Mereka meminta diberi izin memasuki negara tetangga itu menyusul kampanye militer di kampungnya. Namun polisi penjaga perbatasan tidak memberi izin. Mereka pun terkatung-katung tidak jelas.

Seorang sumber pejabat di provinsi Bangladesh yang berbatasan dengan Myanmar beralasan bahwa pihaknya sudah banyak menampung pengungsi Rohingya. Sehingga tidak menerima pengungsi laig.

“Bengladesh saat ini menampung banyak pengungsi Muslim Rohingya. Kami tidak akan menerima tambahan lagi,” kata seorang pejabat di kota Kaoukas Bazar.

Situasi di wilayah Arakan, yang dihuni minoritas Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya, beberapa hari terakhir kembali memanas. Militer meluncurkan kampanye brutal sehingga gelombang pengungsi kembali terjadi.

Para pengungsi menuturkan kondisi mengerikan yang mereka alami di kampung halaman. Banyak kerabat mereka hilang, anak-anak dibunuh dan rumah warga di bakar. Pembantaian itu terjadi atas sepengetahuan pemerintah.

Sementara itu, jaringan HAM Myanmar mengutuk pembantaian yang dilakukan militer itu. Mereka mendesak militer membedakan antara milisi dan sipil. Operasi militer pemerintah tidak memerdulikan hal itu.

Arakan kembali memanas setelah sekelompok pejuang Rohingya bersenjata menyerang 25 pos di perbatasan. Sedikitnya 12 tewas akibat serangan itu. Kelompok bernama “Pasukan Pembebasan Rohingya-Arakan” bertanggung jawab atas serangan ini.

Seperti diketahui, sejak 2014 warga Rohingya menjadi sasaran pembantaian esktremis Budha yang didukung pemerintah. Tidak ada yang melindungi. Mereka pun ditolak di mana-mana. Upaya mereka mengungsi ke negara lain tak ubahnya menghadapi kematian baru.

Sumber: Al-Jazeera/Kiblat

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/08/bangladesh-tolak-pengungsi-rohingya.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.