Halloween party ideas 2015


COX'S BAZAR - Otoritas Bangladesh memaksa 2.000 lebih warga Muslim Rohingya meninggalkan pulau terpencil tempat mereka bersembunyi setelah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar. Mereka dipaksa untuk kembali ke Myanmar.

Hal tersebut disampaikan oleh pejabat Bangladesh, pada Senin (4/9/2017).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan 87.000 pengungsi yang sebagian besar Rohingya membanjiri perbatasan menuju Bangladesh sejak putaran pertempuran terbaru terjadi 10 hari lalu di Rakhine State, Myanmar. Sebagian besar masuk lewat daratan atau melintasi sungai perbatasan Naf. Namun, saat keputusasaan meningkat, beberapa orang memberanikan diri melintasi laut lepas untuk mencapai pulau kecil St Martin yang berada sembilan kilometer di lepas pantai Bangladesh.

Para pejabat Bangladesh mengatakan 9.000 penduduk pulau itu, yang memiliki kesamaan hubungan budaya dengan Rohingya dan menggunakan bahasa serupa, menyembunyikan sekitar 2.000 pendatang. Namun, mereka diperintahkan untuk menyerahkan para pengungsi Muslim Rohingya.

Para pejabat mengatakan 2.011 Rohingya itu tiba di pulau dalam beberapa hari terakhir.

"Mereka berada di tempat-tempat berbeda di pulau Saint Martin dan mereka digiring bersama," kata administratur distrik Ali Hossain.

Rohingya merupakan etnis minoritas tanpa kewarganegaraan yang menurut kelompok hak asasi manusia telah puluhan tahun menghadapi penganiayaan di Myanmar.

Kepala dewan daerah Noor Ahmad mengatakan bahwa pengeras suara di masjid digunakan untuk meminta warga menyerahkan pendatang Rohingya kepada penjaga pantai.

"Mereka memberi tahu kami untuk membantu menemukan Rohingya dengan cara apapun dan membawa mereka ke kamp penjaga pantai," ujar Ahmad.

Pejabat terpilih lain, Farid Ahmed, mengatakan 2.011 Rohingya termasuk anak-anak dikumpulkan di markas penjaga pantai pada Minggu petang dan dibawa pergi.

"Anak-anak Rohingya menangis. Tapi ini perintah pemerintah. Apa yang bisa kami lakukan?" kata Ahmed kepada kantor berita AFP.

"Mereka (Rohingya) mengatakan, kemana kami harus pergi? Mereka (pasukan Myanmar) membunuhi kami di sana. Rumah-rumah kami dibakar. Mereka menembaki kami."

Kedua pria itu mengatakan Rohingya dibawa kembali ke Myanmar menggunakan perahu-perahu.

Seorang pejabat senior yang berbicara dengan AFP dengan syarat namanya tidak disebut mengatakan Rohingya dibawa kembali pada malam hari dengan kawalan dari pasukan keamanan perbatasan.

Penjaga pantai Bangladesh telah menghadang dan membalikkan ratusan pengungsi saat mereka mendekati pulau, kata pejabat itu.

Bangladesh sudah menjadi rumah bagi sekitar 400.000 Rohingya sebelum krisis terbaru dan telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin menampung lebih banyak lagi.

Namun mereka tidak bisa membendung aliran pengungsi putus asa yang berusaha melarikan diri dari kekerasan terbaru di Rakhine State, tempat mereka mengatakan komunitas mereka menjadi korban pembunuhan massal di tangan massa Buddha dan militer. (plt/ant)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/09/bangladesh-pulangkan-paksa-2000.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.