Halloween party ideas 2015


Sebagaimana topografi bumi yang tak rata namun menjadikannya indah, seperti itulah kehidupan umat manusia. Ada yang diberi kelebihan, dan ada yang kekurangan. Dari ketidaksetaraan itu menghadirkan keindahan: rasa berbagi dan saling membantu.

Betapa banyak insan yang tak kenal Tuhannya lantas menganggap Sang Pencipta tak adil begitu melihat keanekaragaman nasib manusia. "Mengapa banyak yang menderita, sedangkan masih ada yang rakus kuasa dan harta. Di mana keadilan Tuhan?" pikirnya.

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."

Itu penjelasan Allah swt dalam Al-Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 32. Agar yang lemah bisa mendapat manfaat dari yang kuat, agar yang lebih bisa memberi kepada yang kurang. Allah jadikan nasib manusia yang tak sama sebagai ajang bagi insan untuk menjadi yang terbaik. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani).

Itulah tujuan Allah swt menciptakan kehidupan. "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS Al-Mulk: 2)

Selagi hidup di dunia, maukah kita menjadi manusia dengan amal terbaik? Di zaman ini, tak susah mencari manusia yang perlu kita beri manfaat. Terbentang jalan di depan, pada jerit ratap suku Rohingya di Myanmar. Sedangkan bila kita abai atas jeritan itu, apakah kita menyangka masalah ini tak akan Allah singgung saat mempertanggungjawabkan amal di hadapan-Nya?

Pada mereka yang tertindas, kita punya amanah. Bila hati masih merasa terusik, itu adalah anugerah. Panggilan untuk menghias hidup dengan keindahan ta'awun (saling menolong).

Bila tak ada power untuk cegah junta militer berlaku sewenang-wenang, maka berjihad hadap diri dari sifat bakhil!

Zico Alviandri/WAJADA

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/09/derita-rohingya-tanggung-jawab-kita.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.