Halloween party ideas 2015


Kemunculan pejuang Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau Tentara Penyelamatan Rohingya, dianggap oleh beberapa kalangan sebagai penyebab pecahnya kekerasan terhadap warga Muslim Myanmar. Pemerintah Myanmar bahkan kemudian menetapkan ARSA sebagai kelompok “teroris”.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, kemunculan ARSA di Myanmar adalah karena respons atas tindakan pembantaian dan genosida yang dilakukan oleh militer dan oknum penganut Budha terhadap Etnis Rohingya.

Dahnil menganggap, kelompok ARSA yang aslinya bernama Harakah al-Yakin atau Gerakan Keimanan itu akan tidak ada atau hilang jika tak ada kekerasan dan pembantaian terhadap Muslim Rohingya.

“Dengan sendirinya (hilang), apalagi ARSA tidak besar, dan itu (kehadirannya) adalah reaksi (pembantaian terhadap Muslim Rohingya),” ujar Dahnil di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/9).


Kehadiran ARSA juga, kata Dahnil, lantaran adanya ketidakadilan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Ketidakadilan, menurutnya, pasti akan menimbulkan sebuah perlawanan.

“Di mana pun di belahan dunia mana pun, ketika tidak ada keadilan hukum, keadilan ekonomi, bahkan dehumanisasi,” kata dia.

Oleh karenanya, solusi atas hal tersebut, ujar Dahnil, adalah menyelasaikan masalah yang tengah terjadi pada Muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar harus mengembalikan kondisi Muslim Rohingya ke seperti sedia kala. Khususnya, kata Dahnil, masalah eksistensi kewarganegaraan.

“Solusi yang paling utama itu adalah menyelesaikan masalah eksistensi mereka (Rohingya) sebagai warga negara,” terangnya.

ARSA sendiri, menurut International Crisis Group (ICG), adalah kelompok militan bersenjata baru di Burma atau Myanmar. Basis perjuangan kelompok ini berada di Rakhine Utara dan meluas ke seluruh negara bagian Rakhine.

Kelompok ini, terbentuk dengan ideologi seperti arti nama aslinya. Perjuangan angkat senjata, atau perang melawan Myanmar atas dasar dan sikap keimanan Islam. ICG mengatakan, terbentuknya Harakah al-Yaqin, sebagai respons puncak atas kekerasan yang menimpa etnis minoritas Muslim Rohingya pada 2012 lalu.

Tragedi lima tahun lalu itu adalah salah satu catatan paling berdarah militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Pemerkosaan, pemenggalan, pembunuhan, dan aksi bumi hangus tentara Myanmar terhadap kelompok minoritas, yang menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), ketika itu menewaskan lebih dari 400 Muslim Rohingya. [soc]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/09/ketum-pemuda-muhammadiyah-pejuang-arsa.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.