Halloween party ideas 2015


Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi mengatakan, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Presiden Indonesia Joko Widodo akan menandatangani sebanyak 10 kesepakatan kerjasama.

10 perjanjian ini membuktikan pentingnya pertemuan bilateral antara kedua pemimpin.

Selain itu, pihak Kedutaan Besar Arab Saudi menyebut pertemuan akan makin mempererat hubungan antara Indonesia dengan Saudi.

"Ada sebanyak 10 perjanjian yang menandakan betapa sangat baiknya hubungan ini", kata Osama di kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Selasa (28/2), dikutip Antaranews.

Osama tidak merinci 10 perjanjian yang akan ditandatangani. Namun ia menjelaskan, perjanjian itu berkaitan dengan keamanan, pendidikan, kebudayaan, usaha kecil menengah, kesehatan hingga penerbangan sipil.

"Yang akan ditandatangani besok saat pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi adalah yang berkaitan dengan keamanan, Islamic Affair, kesehatan, kebudayan, pendidikan, perikanan, UKM, pengoperasian penerbangan sipil. Ada sekitar 10 MoU yang ditandatangi besok", jelas Osama.

Osama melanjutkan, banyaknya perjanjian inilah alasan Arab Saudi membawa hingga 900 orang delegasi ke Indonesia.

"Raja membawa banyak delegasi, sekitar 900 orang karena banyak MoU yang harus ditandatangani", pungkas Osama.

Raja Salman akan berada di Jakarta dan Bogor pada 1-3 Maret 2017, selanjutnya raja beserta 1.500 anggota delegasi, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran akan melakukan kunjungan wisata di Bali pada 4-9 Maret 2017. Kedatangan Raja Arab Saudi terakhir ke Indonesia adalah pada 1970. (Antaranews)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/02/10-mou-bukti-mesranya-ri-saudi.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Polisi telah melakukan penggeledahan pasca ledakan yang disebut sebagai bom panci di Cicendo, Bandung. Menurut Mabes Polri, laki-laki yang membeli panci dalam jumlah banyak patut dicurigai.

Polisi telah melakukan penggeledahan di rumah kontrakan pelaku peledakan bom panci Bandung, Yayat Cahdiyat. Hasil dari penggeledahan pada Senin (27/02), polisi menyita sejumlah barang yang diduga sebagai sisa-sisa perakitan bom.

“Ada panci cadangan 2, rice cooker 1, alat kabel, solder, gunting listrik, dan gulungan kabel, dan sebagainya tampaknya bagian dari sisa-sisa,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (28/02).

Rumah kontrakan Yayat berada di Kampung Ciharashas, Desa Sirnagalih, Cianjur. Tercatat, dia sudah mengontrak di rumah tersebut selama 6 bulan.

“Jadi kalau ada laki-laki beli panci atau rice cooker banyak-banyak, patut dicurigai. Coba ditanyakan, pedagang atau bukan,” ujar Boy.

Yayat disebut telah meledakkan bom panci berdaya ledak rendah di Taman Pandawa, Bandung. Tidak ada korban dalam ledakan itu. Warga kemudian mengejar-ngejar Yayat, termasuk para pelajar.

Dia kemudian melarikan diri dan bersembunyi di Kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo. Yayat disergap oleh pasukan kepolisian hingga mengalami luka tembak di bagian dada, dan tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/02/pasca-ledakan-bandung-mabes-polri-laki.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud akan membawa rombongan 1.500 delegasi dalam kunjungan kenegarannya ke Indonesia, 1 hingga 9 Maret 2017.

Dari ribuan delegasi tersebut, terdapat seorang pengusaha keturunan Indonesia, yaitu Adil Makki.

Ario Helmy, paman Adil Makki mengungkapkan, Adil dilahirkan dari pasangan Indira Helmy asal Indonesia dan Munief Makki asli Arab Saudi. Adil lahir dan besar di Arab Saudi.

Nasab atau garis keturunan Adil terhubung dengan pahlawan nasional dari Nahdlatul Ulama (NU), KH Zainul Arifin Pohan. Kiai Zainul pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Kabine Ali Sastromidjoyo.

“Ibunya Adil Makki adalah kakak kandung saya yang menikah dengan orang Saudi,” kata Ario, Selasa, 28 Februari 2017.

Menurut Ario, meski lahir dan besar di Arab Saudi, Adil bisa berbahasa Indonesia. Pasalnya, ibunya sering mengajarkan bahasa Indonesia dan
juga sering berkunjung ke Indonesian. Hanya saja, setelah menjadi pengusaha, Adil mulai berkurang mengunjungi tanah kelahiran ibunya.

Jiwa pengusaha ayahnya, kata Ario, menurun kepada Adil. Sejak berumur 18 tahun, Adil sudah magang diperusahaan ayahnya yang bergerak di bidang katering untuk melayani jamaah haji. Usai lulus gelar master di King Abdul Aziz Universty, Adil membukan usaha sendiri di bidang kontraktor.

Perusahaan Adil diberi nama Adil Makki Contracting Company (AMCO). Dia juga sedang menjalin kemitraan dengan perusahaan milik BUMN, PT Wijaya Karya.

“Sejak digalakkan hubungan ekonomi antara Arab Saudi dan Indonesia, dia langsung terlibat karena dia kan sejak usia 27 tahun sudah aktif di kamar dagang Saudi,” jelasnya.

Kunjungan Adil ke Indonesia tidak akan disia-siakan oleh kerabatnya di Indonesia. Menurut Ario, rencananya, Adil akan melakukan pertemuan bersifat kekeluargaan di Jakarta pada Sabtu, 4 Februari 2017. Usai acara keluarga, Adil akan langsung kembali ke Arab Saudi untuk menghadiri Internastional Expo di Jeddah.

“Adil hanya sampai tanggal 4 di Indonesia,” sambung Ario.

Selama di Indonesia, Adil yang mewakili Kamar Dagang Arab Saudi akan melakukan penandatanganan kontrak dengan PT Wijaya Karya. Ario menjelaskan, Adil telah menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya selama 10 tahun yang dimulai sejak tahun kemarin.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/02/wow-ada-keturunan-pahlawan-nasional.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengadakan jumpa pers dengan insan media terkait kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia.

Ketika ditanya perihal Aksi Bela Islam 411 dan 212, Osama mengatakan bahwa itu adalah masalab internal negara Indonesia dan tidak akan ikut campur mengenai hal itu.

“Memang, Arab adalah pemimpin Islam dunia, namun yang dimaksud tadi (aksi bela islam) adalah masalah internal Indonesia, antara masyarakat dengan pemerintah,” ungkapnya di hadapan awak media, di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/2).

“Itu masalah umat Muslim dengan pemerintah, jika pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada Saudi terhadap masalah-masalah internal tadi, maka akan dibantu,” ungkapnya.

Diketahui, rencana kunjungan Raja Salam ke Indonesia diagendakan pada tanggal 1 Maret mendatang. Raja Salman akan datang ke Indonesia dengan membawa rombongan yang berjumlah kurang lebih 1.500 orang, diantaranya  10 menteri dan 25 pangeran.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/02/ditanya-soal-aksi-bela-islam-ini.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Gelombang aksi demonstrasi massa pada November dan Desember 2016 lalu, menjadi alat bagi Presiden Joko Widodo untuk meyakinkan investor, bahwa situasi Indonesia aman dan kondisi situasi politik tidak ada masalah.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi terakhir tax amnesty, di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta, Selasa, 28 Februari 2017. Jokowi mengatakan, selama ini banyak yang bertanya tentang pengamanan aksi akhir tahun lalu tersebut. termasuk saat ia melakukan kunjungan ke Australia akhir pekan kemarin.

"Demo 7 juta juga bisa dikendalikan TNI Polri kok. Katanya yang demo November Desember 7 juta. Nyatanya bisa dikendalikan kok. Tak ada masalah. Demonya juga damai, baik," kata Jokowi di hadapan belasan ribu peserta sosialisasi terakhir tax amnesty.

Pada 4 November 2016, ratusan ribu umat muslim menggelar aksi di depan Istana Merdeka, menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ditetapkan menjadi tersangka penistaan agama. Aksi kemudian berlanjut pada 2 Desember 2016 dengan jumlah yang lebih besar, diperkirakan tujuh juta orang yang menggelar Salat Jumat di silang Monas.

Aksi-aksi yang berlangsung damai itu, kata Jokowi, menjadi alasan dia untuk memberi tahu kepada calon investor bahwa jaminan keamanan bisa diberikan. Situasi politik juga tidak ada masalah.

"Kita ingin tunjukkan kita dewasa dalam politik. Matang dalam politik. Saya balik gitu biar tidak takut," katanya.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, setiap negara yang beranjak dewasa, pasti akan melalui ujian-ujian. Salah satunya menurut dia, adalah peristiwa akhir tahun lalu itu. Sehingga usai ujian itu, Indonesia mulai naik level.

"Itulah yang akan menjadikan kita tahan banting, tahan uji. Dan sekarang kan sudah dingin tidak ada masalah, moga-moga tidak ada masalah," kata Jokowi.

sumber : viva

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/02/nah-jokowi-jadikan-aksi-damai-212-alat.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Hari ini, sidang ke-12 kasus penodaan agama yang menjerat Ahok digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Tidak seperti biasanya, gestur Ahok terlihat kikuk dan menunjukkan tanda-tanda “kekalahan” saat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan sebagai saksi ahli.

Berikut ini lima gestur Ahok sewaktu mendengarkan kesaksian Habib Rizieq pada sidang ke-12 tadi:

Tidak tersenyum

Ahok tidak sedikitpun tersenyum saat Habib Rizieq menyampaikan keterangannya. Dalam keterangannya, Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI itu menegaskan bahwa Ahok melakukan penodaan agama secara sengaja dan terencana.

Raut muka serius

Ahok memperhatikan Habib Rizieq dengan mimik yang serius dan tegang. Termasuk saat Habib Rizieq menjelaskan hukum Islam terkait penodaan agama. Dalam Islam, Habib Rizieq menerangkan, hukuman bagi orang yang melakukan penodaan agama diminta bertaubat hingga yang terkahir adalah hukuman mati.

Mengangkat kepala dan melihat jam

Sesekali Ahok mengangkat kepalanya dan melihat jam. Sementara Habib Rizieq memberikan keterangannya hingga sekira jam 11:30 WIB.

Bertopang dagu

Ahok juga sesekali bertopang dagu.

Bicara dengan kuasa hukum

Sesekali, Ahok juga bicara dengan kuasa hukumnya yakni Humphrey Djemat dan Fifi Leyti Indra. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/02/5-gestur-kekalahan-ahok-saat-habib.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

ketua MUI

(PB)Jakarta – Terkait dengan sidang Ahok hari ini yang menghadirkan saksi ahli Habib Rizieq, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa kesaksian habib akan menjadi bukti kuat bahwa Ahok telah melakukan penistaan terhadap agama islam.
Ia optimis Ahok akan dinyatakan bersalah dan ditetapkan sebagai terpidana, “Saya kira  jangan berharap Ahok akan bebas, kita harapkan dia dihukum sesuia kesalahannya. Sekarang kan sudah terdakwa, tinggal selangkah lagi terpidana. Kita optimis dia akan terpidana,” kata dia.
Menurutnya Ahok, sebagai non-muslim terlalu jauh mengomentari soal Al-quran. “Seorang ustad muda saja tidak berani bahas surat Al-Maidah lain halnya dengan ustad senior, lah ini Ahok bukan muslim tapi mau mengomentari itu,” pungkasnya. “Ada yang menuduh MUI memasuki wilayah politik, tapi saya bilang Ahok lah yang memasuki wilayah agama,” sambungnya.

Danil (Sumber topikDetik)


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

raja salman

(PB) Jakarta – Sosok Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, tengah jadi sorotan publik terkait kedatangannya ke Indonesia. Selain dikenal dengan kekayaan dan sikap religiusnya,Raja Salman juga merupakan sosok pemimpin yang tegas.
Hal itu teruji ketika merombak kabinet. Ia membuat kejutan dengan memecat putra Raja Abdullah bin Abdulaziz, Pangeran Khalid yang saat itu menjabat sebagai Kepala Intelijen.
“Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud mengeluarkan perintah kerajaan hari ini, memecat Pangeran Khalid bin Bandar bin Abdul Aziz al-Saud, dari jabatannya sebagai Kepala Intelijen Umum,” bunyi pengumuman Kerajaan Saudi yang dirilis Saudi Press Agency (SPA), pada Jumat, 30 Januari 2015.
Pemecatan putra Raja Abdullah itu hanya seminggu setelah Raja Abdullah meninggal di usia 90 tahun. Tak jelas alasan pemecatan putra Raja Abdullah itu.
Tak hanya Pangeran Khalid, Raja Salman juga memecat Pangeran Mishaal, gubernur wilayah Mekkah.
Bahkan, pada Oktober 2016, Raja Salman kembali memerintahkan eksekusi terhadap seorang pangeran Saudi yang menembak mati seorang pemuda dalam sebuah perkelahian pada 2004.
Pangeran yang dieksekusi adalah Pangeran Turki bin Saud al-Kabir. Eksekusi dijalankakan setelah keluarga korban menolak ‘uang darah’. Pangeran Turki dieksekusi di alun-alun Riyadh sebagai penegakan hukum.
Atas tindakanya itu, Sang Raja pun menuai pujian dari masyarakat. Di media sosial, netizen menilai Salman sebagai raja yang adil dan tegas dalam penegakan hukum.

Danil(SUMBER inilah.com)


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

habib

(PB)jakarta – Habib Muhammad Rizieq Shihab yang menjadi saksi ahli agama Islam di kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu membeberkan di mana letak penistaan agama dalam pidato Ahok di kepulauan Seribu.
Habib Rizieq Shihab mengatakan, ada poin yang menjadi catatannya kalau pidato Ahok itu telah menistakan agama. Pertama, kata-kata, “jadi jangan percaya sama orang”. Itu berarti siapapun yang mengatakannya, mengajak agar jangan percaya pada surah Al Maidah 51 yang mengajak tak memilih non-muslim.
“Kedua, kata, enggak pilih saya, itu memperjelas pernyataan yang dilontarkan terdakwa dalam konteks Pilkada. Itu tak ada hubungannya dengan perikanan. Itu berarti Pilkada,” ujarnya di Kementan, Jaksel, Selasa (28/2/2017).
Ketiga, bebernya, kata, dibohongi pakai Al-Maidah 51, itu menimbulkan tanya siapa yang dibohongi? Tentu saja itu mengacu pada orang Islam yang dengar pidato tersebut.

 

“Jadi terdakwa mengatakan dibohongi surat Al-Maidah, berarti dibohongi Alquran. Siapa membohongi umat Islam? Yang pakai Al-Maidah 51, siapapun dia,” katanya.
Keempat, paparnya, kata, macam-macam itu, konotasinya bisa disampaikan kepada orang atau kepada Alquran-nya. Macam-macam itu surat Al Maidah 51 yang berarti pelecehan.
“Kelima, kata takut-takut dalam pidato Ahok itu maksudnya takut pilih terdakwa nanti masuk neraka. Berarti konteksnya itu pilkada, sekaligus melecehkan muslim yang memilih nonmuslim sebagai pemimpinnya,” katanya.
Dan keenam, kata dibodohin itu lanjut Habib Rizieq, berarti bukan saja menyampaikan warga Pulau Seribu dibohongi Al Maidah, tapi juga dibodohi. Ini semakin mempertegas penodaan yang dilakukan terdakwa.
“Kalau terdakwa menyampaikan tanpa menyebutkan siapa orangnya, berarti ini mencakup semua. Bukan hanya penodaan Alquran tapi juga penghinaan pada Rasulullah SAW, nabi, para sahabat, dan seluruh umat muslim,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan, siapapun itu, kalau sudah mengubah-ubah ajaran agama Islam atau menghina prinsip dalam agama Islam sudah masuk dalam kategori penodaan agama. Lebih jauh, Habib Rizieq juga membeberkan arti kata Auliya’.
Auliya’, tambah Habib Rizieq, merupakan bentuk plural atau jamak yang berasal dari kata wali yang bermakna teman setia, orang kepercayaan, pelindung, dan ada lula yang bermakna penolong serta pemimpin. Sehingga dalam kitab tafsir kelima makna tadi kita jumpai.
“Para ahli tafsir klasik sepakat ayat tersebut (ayat surah Al Maidah) sah dijadikan dalil haramnya memilih pemimpin kafir bagi umat Islam. Mereka boleh berbeda dalam tafsir auliya’, tetapi tidak dalam hukumnya. Kenapa? Karena kalau jadi teman setia atau kepercayaan saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin,” tuntas Habib Rizieq.
Danil(Sumber: okezone)

Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Game kartu terbaik Android – Bermain kartu sembari begadang adalah salah satu kegiatan yang paling menyenangkan, apalagi bila bermain bersama sahabat – sahabat Anda. sebetulnya jika yang dibilang oleh Bang Rhoma Irama “Jangan begadang kalai tiada artinya” dan memang tak dianjurkan sebab kurang baik bagi kesehatan, akan tetapi jika begadang sesekali sih tidak masalah kok. Nah, jika Anda begadang,

from ASAL OYEG http://asal-oyeg.blogspot.com/2017/02/5-game-kartu-terbaik-android-2017-yang.html

informasi terlengkap dan cara hack android, android sony, android samsung, android oppo , android evercoss, android cross, android advance, android tablet, android smartphone, android paket, bundling smartfren android, android internet, android market, aplikasi android , tema android , android dan root, android bechmark, spesifikasi smartphone android, android warna, versi android, update android, os android, kami berserta segenap kru sangat mengharapkan timbal balik dari para pembaca, paling tidak untuk melakukan sharing apa yang anda baca pada halaman ini, blog baru ini diharapkan dapat bersaing di dalam kompetisi google search sehingga bisa lebih dekat dengan para pembaca baru sehingga informasi informasi yang terkandung di dalam blog ini tidaklah mubazir dan dapat segera dinikmati oleh para pembaca, komentar dan review sangat diharapkan sehingga mendukung existensi dari blog ini. selamat membaca - brainbodymind.blogspot.com

imga_logos_3_color_horizontal_small.png

The International Mobile Gaming Awards (IMGA) looks for the best and brightest mobile games from around the world, seeking new, innovative experiences and unique games that show the strength and flexibility of the mobile platform. With the announcement of their 13th annual winner, as well as the winners in several other categories, coming this evening, they continue to celebrate the innovations in mobile, doing so to help these games get the recognition they deserve in markets that are beyond flooded.

"Discovery of games is completely broken. The IMGA is trying to highlight the best among these games and help promote these games with a quality guarantee."

Many striking, thoughtful, and wonderful games come out on mobile each year, and Maarten Noyons, founder of the IMGA, wants to see them shine despite the hundreds of thousands of games that release on mobile platforms. Many might otherwise fall through the cracks, and Noyons doesn't want to see these special games fade away.

ericboom.png

Mobile Beginnings

Noyons is no stranger to the interesting work done on mobile, having been keeping an eye on it for over a decade. Over this long period, he's watched the platform's growth, both technologically and artistically, to the giant it would become.

"Back in 2001, there were already a few large mobile game publishers such as Gamevil, Com2Us in Korea, G-mode in Japan, Gameloft in Europe, Hands on Mobile (later MForma) in the USA." says Noyons. "We all shared the same vision: there were 1,4 Billion TV sets in the world and probably 2 billion PCs, but the number of mobile phones surpassed 4 billion. It would become the largest platform for games, entertainment, advertising and other services."

While game systems, televisions, and PCs would be in many homes, far, far more people possessed a mobile device, opening up mobile gaming to the largest audience of any platform. Not only that, but everything about the platform was growing.

"Everything in mobile was happening at lightning speed: the networks were getting faster, the phones were getting better, and people started playing games on their handsets. All analysts predicted double digit growth, so all eyes were turning away from TV and the Internet towards mobile." says Noyons.

It was in this environment that Noyons saw the potential of mobile games, and sought to celebrate the excellence in design that was coming to the platform. "Right from the early days in mobile games, the IMGA wanted to become a global discovery platform for the best mobile games - the games that were driving the industry further in terms of quality, innovation, and exploration of new genres."

These games had the potential to reach the largest audience of any platform, and offered constant new developments in game experiences, narrative, and art. These games had the greatest chance of reaching the highest number of players, showing them the unique beauty the game industry had to offer. That constant innovations were being made in the mobile industry, with new tech and gameplay experiences and narratives coming every day, only added to Noyons' need to see these developers shine.

screen520x924.jpeg

Celebrating Mobile

The IMGA looks to promote and celebrate mobile development, looking for positive, well-crafted experiences for the platform. With all of the growth in the industry, the need for this continues to grow as well.

"Discovery of the best games will remains a problem. 280 596 games were launched in 2016 on iOS only. There are big challenges there for studios and publishers and for the app stores. How are players going to find their favorite game?" says Noyons. "With the IMGA we intend to highlight the best games and set standards in how to evaluate and judge games."

Hundreds of thousands of games are released each year, and that number will keep getting larger. Games are being released so fast that it can become a matter of luck and timing to get seen and build an audience. Amazing art, deep story, and innovative gameplay can easily be buried in this kind of market, and Noyons wants to change that.

To start this process, Noyons ensures that every game that gets entered into the IMGA competition gets a fair shake. "Since we have so many entries and we want to give each entry the attention it deserves, we have built a community of online judges - all professionals in the industry who play the submitted games." Says Noyons.

"Each online judge receives access to 16 - 20 games, and has a month to give a score to each of them. At the end of the process, we filter out the 100 games with the highest scores. These 100 games are then presented to a jury who travels to Marseille, France to play all these games and select the winners per category."

screenshot2.jpg

Jury members are also carefully selected to ensure they will help promote innovations and art. "Let me give you a portrait of the ideal judge. She (there are not enough women in the jury) is an influential person in the industry with a lot of personal connections to developers. She knows about games in development, is curious about upcoming trends, and blogs or creates YouTube videos about mobile games. A judge like that will bring us interesting entries, can contribute to the discussion with a lot of insights and knowledge, and can also help us promote the Awards." says Noyons.

Noyons wants judges that know a great deal about the industry and are passionate about its growth. Through carefully selecting judges that care a great deal about mobile gaming, he can ensure they will see something special when they look at a game, as well as know its quality when they play it.

Noyons is clear in what he wants his judges to seek out, as well. "I am asking the jury members to look at quality, innovation and originality. Commercial success or potential is not really relevant for the IMGA: we are looking for the game that announces a new emerging genre, or a game which is setting higher standards, leading the way for other developers."

The IMGA isn't seeking the next big financial hit. The qualities they're looking for don't have to translate to financial gain. What they are looking for is a beauty of form, a new type of art or play, a different way of using the platform, or a striking way of examining ourselves and our lives. Noyons and the IMGA seek games that take the platform in whole new directions, showing how much the devices in our pockets can do.

Metal_gear_a_(1).jpg

Past Winners

What has caught the eye of the IGMA's judges in previous years? What was so special that it stood out to them, showing what the competition would be looking for?

"The first AR and Location Based Games we played back in 2005 and 2006. These were great discoveries. These games were coming in from research labs and universities. We have been actively looking for more and did find more, but these first experiences were really amazing." says Noyons.

"When Konami ported Metal Gear Solid to mobile in 2007 and won the Grand Prix, we saw that mobile was becoming a mature platform and that many more big games would follow. In 2009 we were one of the first to see Angry Birds, presented by the then CEO of Rovio, Michael Hed."

Large games have won the IMGA's prestigious award, but that's not to say that you need to be a mobile giant in order to take home the prize. "The Grand Prix winner's game is regarded by the jury as the game that contributed most to the progression of the mobile gaming industry. It can be an innovation in gameplay, technology or art. It can be the introduction of a new genre or a game that starts a trend." says Noyons.

It was with this attitude that some smaller games won the Grand Prix award as well, showing the power of innovation and unique play can have. "There are too many examples of games that were surprisingly well made, such as Monument Valley, or brought something completely new, such as Her Story." says Noyons. Games that take the platform in exciting new directions have the power to win in the IMGA, as its main goal is to promote those wonderful games that might otherwise be lost to obscurity.

Other categories await more games, celebrating excellence in design, storytelling, meaningful play, and technical achievement. The IMGA is designed to find the gems in several different ways, and promote the excellent work being done for the platform.

ss_9a5538329a233de7c86e14e331c3894a942b1693.1920x1080.jpg

Exponential Growth

Thirteen years and thousands of games later, and the competition that Noyons founded has grown exponentially along with the games it celebrates.

"The first IMGA had 85 entries. The categories were determined by the size of the games; from less than 200K Java, less then 200K Native, to bigger than 1MB. It is funny to see that at least 5 of the nominated games this year are bigger than 3GB, a factor of 3000 bigger than 13 years ago." says Noyons.

The industry has also changed a great deal over the years, with several challenges fading away over time that used to make life difficult for mobile developers. "The growth of the number of entries has been quite steady from 2009/2010 onwards, the introduction of the iPhone and the App store, the end of Nokia's NGage platform and the launch of Android and Google Play."

"It is safe to say that when the western operators lost their dominant position in the mobile games industry, the industry could finally really flourish. The operators were a real barrier to entry in Europe and the USA, preventing developers from making money by keeping the largest part of the revenues for themselves and not re-investing it in the industry." says Noyons.

Noyons sees this movement as a boon, making life simpler for developers and allowing them to stretch out to audiences that would have been challenging to reach before.

ss_ee8858656c8e363bcc1609e4e11adfa85b6b3950.1920x1080.jpg

"The challenge changed over the years. In the beginning, they were commercial and technical: it was a lot of work to make a game run on hundreds of completely different handsets, with different screen sizes, and different API's. I remember that Michel Guillemot, CEO of Gameloft, said he was making about a thousand versions (SKU's) of one game in order to be able to launch a game internationally." says Noyons. "Now, basically a few versions are sufficient to reach international audiences. Fragmentation has been reduced a lot with the domination of Android and iOS."

This trend towards defragmentation and simplicity in the market has allowed developers to concentrate more on the games themselves, freeing them up for the more artistic aspects as opposed to the complex programming required to release on so many different platforms at once.

With that freedom to grow, so too has the IMGA, further through the worldwide market just as games are having an easier time getting worldwide reach. "In 2016 we started to launch local competitions in Southeast Asia, Middle- East North Africa and China. This gave us a truly international footprint, which is unique in the Awards business. The winners of these three competitions, compete again in the Global IMGA. On February 28 in San Francisco we will announce the global winners." says Noyons.

They have no intention of stopping there, either, spreading the competition to other areas of growth in the mobile industry. "We intend to grow with the industry, geographically: we would love to launch an IMGA in Japan and Korea and grow to 6 competitions in 2017. And last but not least: Mobile VR is an area of growth we are following with great interest." says Noyons.

As innovation in mobile game development continues to spread and grow, so too will the reach of the IMGA, and its hopes to promote the good work done on the platform.

ss_b698433b560c915812b37b2c8c5ef16b71a777e7.1920x1080.jpg

Tomorrow's Winners

With more and more mobile devices in more hands, and more games developed every day, there is a constant pressure on the IMGA to find these special games and show them to the world - to help show the excellence being done in this industry. It's been a constantly-surprising journey to watch that growth as well.

"Initially I was motivated by the huge market potential of mobile games: billions of screens! The first games we judged were often not very rich in imagery, but fun to play on a small screen. The restrictions were huge: it was a challenge to make something below 200K that people would want to play." says Noyons.

"We have always kept an eye on innovation. We awarded the first AR game in 2006 and the first game using GPS in 2007. I am still fascinated by the potential of these technologies and think that, after Pokemon Go!, the players are ready too to try out new ways of playing mobile games. Playing the 15 nominated mobile VR games this year was a lot of fun, too. We are really at the beginning of something."

That growth is showing no signs of slowing down or stopping, either. "The challenge today is that we are looking at a market which is showing double digit growth. Now the mobile games market weighs 37 Billion US$ in 2016 and is expected to grow to 52 Billion US$ in 2019, according to Newzoo. At the same time, in 2016 280,596 games were launched on iOS only." says Noyons.

Still, with the work done by Noyons and the IMGA judges, he hopes to see more excellent games get the recognition they deserve. With the endless surprises coming from the market, and the never-ending drip of wonderful stories, excellent gameplay, and unique experiences, his passion for doing this is showing no signs of slowing down, either.

"It is the constant innovation in mobile that attracts me, and each IMGA there are new unexpected innovations - that is what keeps me passionate about mobile." says Noyons.

art1.jpg

For more information on the International Mobile Gaming Awards, you can head to its website or follow it on Facebook, YouTube, and Twitter.



from IndieGames.com http://indiegames.com/2017/02/celebrating_innovation_art_wit.html
via IndieGaming, visit and read the original first posting to get complete and more detail about this article, support the independence Gaming , Enjoy

ss_23d0de0d2c93492fe991c2ab84d4b534e9375576.1920x1080.jpg

A child longs to be airborne, hurled through the air by a dad of strong moral fiber and powerful of arm. They wish to be weaponized in the battle against evil. Given toys periodically. That means you, our stand in dad, must work to hurl your child at all things evil and inconvenient in Dad Quest, a goofy sidescroller where you parent with your throwing arm.

Kids are just kind of destructive forces on their own, but in Dad Quest, you can harness that energy to beat up enemies and smash obstacles. Plus, if you break enough things with your thrown child, they'll level up, growing up before your very eyes. They can change their look, gain some new behavioral powers, or learn a new ability as they gain levels. Your parenting is unorthodox, but it's teaching the little kids something valuable.

You can always reward the little tyke with a toy or trinket when they're behaving (or you happen to stumble across one buried in the game's world), adding even more abilities. You can also feel free to treat yourself with an heirloom to admire, which do odd stuff to the things they're used on. Then again, you could just admire them on your mantle, stroking your chin as you reminisce about things.

Being a dad in a sidescrolling action game isn't easy, but by gum, it's rewarding.

Dad Quest is available for $7.99 on Steam Early Access. For more information on the game and developer Sundae Month, you can head to the game's site, the developer's site, or follow them on Facebook, YouTube, and Twitter.



from IndieGames.com http://indiegames.com/2017/02/dad_quest_perfects_parenting_t.html
via IndieGaming, visit and read the original first posting to get complete and more detail about this article, support the independence Gaming , Enjoy
Powered by Blogger.