Halloween party ideas 2015


Ketua Umum GNPF-MUI Bachtiar Nasir menduga ada pihak yang menghalangi upayanya untuk bertemu dengan Presiden Jokowi sejak Aksi 411 pada 4 November 2016.

Padahal, presiden sudah jauh-jauh hari pengin bertemu dan berdialog dengan GNPF-MUI.

Hal itu terungkap setelah Bachtiar dan delegasi GNPF-MUI bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada saat Idul Fitri, Minggu (25/6/2017).

Saat jumpa pers GNPF-MUI di Jakarta, hari ini, Bachtiar mengaku, dirinya mencatat betul setiap pernyataan Jokowi pada pertemuan itu.

Bahkan, berdasar catatan Bachtiar, presiden yang pernah menjadi gubernur DKI itu sempat menlontarkan pernyataan bahwa sedandainya sejak awal terjadi dialog dengan GNPF-MUI, maka tidak akan ada aksi-aksi demo besar lanjutan.

“Seandainya terjadi dialog antara kita di 411 tidak ada yang gini-gini,” ujar Bachtiar menirukan pernyataan Jokowi pada pertemuan yang juga dihadiri Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu.

Jokowi, kata Bachtiar melanjutkan, mengaku selalu mementingkan ulama. Sebab, mantan wali kota Solo itu membutuhkan nasihat ulama.

“Presiden bilang, ‘yang berani menegur saya, menasihati saya, ulama. Jadi saya perlu mendengarkan ulama, seandainya terjadi dialog di antara kita tidak ada lagi 212’,” ujar Bachtiar lagi-lagi menirukan pernyataan Jokowi.

Kendati demikian, Bachtiar mengaku tidak mengetahui penyebab Jokowi kala itu kesulitan menemui GNPF-MUI. “Itu bukan domain kami kenapa terjadi,” imbuhnya.

Namun, sambung Bachtiar, Presiden Jokowi justru terkejut ketika mengetahui perwakilan GNPF-MUI tidak masuk dalam daftar ulama yang diundang ke Istana Negara beberapa waktu lalu. Menurut Bachtiar, namanya dicoret dari daftar tanpa sepengetahuan Jokowi.

“Beberapa pertemuan presiden dengan ulama nama kami masuk tapi dicoret, untuk saya dicoret dua kali tapi kenapa, saya tidak tahu. Kami bersyukur ini pentingnya dialog akhirnya presiden tahu detail persoalnnya. Di antara kami tidak bisa masuk, presiden kaget,” pungkasnya. [ps]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/bachtiar-nasir-sebut-ada-yang-coba.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Seorang netizen yang mengaku hadir dalam salat Ied tersebut pun membantah dengan keras berita pembubaran massa itu. Ia mengatakan bahwa hanya sepuluh persen massa yang membubarkan diri.

“Saya salah satu jama’ah yang sholat Id di sana. Tidak benar jika semua pergi. Hanya 10% jamaah. Berita provokatif,” tulis netizen dengan akun twitter @diyahpuspitar, Senin 26 Juni 2017

Saya salah satu jama’ah yg sholat Id disana. Tdk benar jika semua pergi. Hanya 10% jamaah. Berita provokatifhttps://t.co/1GEgHGAcBx
— diyahpuspita (@diyahpuspitar) June 26, 2017
Sementara seorang warga lain, Ismu Widodo menerangkan bahwa jumlah jamaah yang beranjak dari lokasi tidak signifikan dan sebagian memang jamaah yang selama ini dikenal sebagai perantau.

“Nggak banyak kok. Warga sini juga, tapi selama ini merantau. Soal halal bihalal, banyak yang nggak tau. Dikira sudah selesai ya langsung pulang. Jadi nggak terkait isi khutbah,” tegas Ismu.

Sementara Yuli, seorang mualaf yang selama ini bekerja di kota Yogya menjelaskan bahwa yang terungkap di media sosial, termasuk youtube, tidak benar 100%.

“Temen saya memang walk out. Dia pendukung Pak Ahok. Pernah gabung di Teman Ahok. Pak De saya juga ikut bubar soalnya sepupu saya yang dari Jakarta sudah datang,” urai Yuli, warga Semanu yang menyempatkan diri Salat Ied di alun-alun Wonosari karena seluruh keluarganya beragama Kristen.

“Banyak yang nggak ngerti kondisinya. Yang walk out ya dia-dia juga orangnya, tapi karena disebarluaskan banyak media, termasuk medsos dan youtube, kesannya jadi banyak yang walk out,” imbuh Yuli siang kemarin Senin, 26 Juni 2017. [pi]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/fitnah-bubarnya-jamaah-salat-ied-karena.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Plt Sekretaris Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Muhammad Lutfi Hakim menegaskan, Aksi Bela Islam masih akan tetap ada, bila masih ada ulama yang di kriminalisasi.

Meski beberapa perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) telah bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), bukan jaminan kalau ke depan tak akan lagi ada aksi seperti 4 November 2016 (411) dan aksi 2 Desember 2016 (212).

"Kami belum selesai, karena ini terkait dengan Aksi Bela Islam," kata Lutfi dalam konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017).

Ditempat yang sama, Wakil Ketua GNPF MUI, Zaitun Rasmin mengatakan, dialog merupakan langkah yang baik untuk menyelesaikan masalah.

"Semua elemen bangsa kalau ingin menyelesaikan masalah dapat dialog, kalau ke depan. kalau ada hal-hal yang diperlukan mahasiswa atau siapapun kalau yang dilakukan sesuai dengan demokrasi," tandasnya. (icl)


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/meski-ketemu-jokowi-gnpf-mui-aksi-bela.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak mengatakan Polri justru melakukan provokasi dan stigmatisasi melalui video pendek yang diberi judul ‘Kau adalah Aku yang Lain’.

“Kami aktif menggambarkan Muslim yang damai dan mendamaikan di Indonesia. Eh kepolisian justru menyampaikan wajah muslim yang bodoh via video itu,” kata Dahnil melalui akun pribadinya, @Dahnilanzar, Selasa (27/6/2017)

Dahnil juga mempertanyakan sikap polisi yang keliru mengambil contoh soal toleransi dalam video tersebut.

“Pak Polisi Apakah ada contoh orang bodoh mana di Indonesia ini tidak membiarkan ambulance melintas karena beda keyakinan? @DivHumasPolri,” ucapnya.

Lebih jauh, menurut Dahnil, intoleransi dan kegaduhan Indonesia tak terjadi karena rakyat.

“Produsen kebisingan dan intoleransi tidak lahir dari akar rumput rakyat kebanyakan. Tetapi bersumber dari elit Politik dan aparatur negara,” ucapnya.

Sebelumnya, melalui akun @DivHumasPolri mencuitkan sebuah video pendek pemenang lomba Police Movie Festival.

Dalam video pendek tersebut digambarkan, umat Islam yang sedang menggelar pengajian tak memberi jalan kepada ambulance yang sedang membawa pasien kritis. Pasien kritis tersebut ditampilkan sebagai non muslim. (ts)



from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/pemuda-muhammadiyah-kami-sibuk.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Imam Besar Masjid New York Shamsi Ali mengaku tidak tahu kapan isu penangkapan Iman Masjid Indonesia di New York, Daud Rasyid Harun, dihubungkan dengannya. Namun, ia mengaku namanya selalu terseret dalam beberapa kekisruhan di Masjid Al-Hikmah, New York, Amerika Serikat.

"Nama saya selalu diseret, sejak awal kedatangannya (Daud Rasyid), kekisruhan yang dilakukannya di Masjid Al-Hikmah milik warga Indonesia, hingga ditangkapnya oleh ICE (kepolisian Imigrasi Amerika)," kata Iman Shamsi melalui pernyataan tertulis, Selasa (27/6/2017).

Iman Shamsi menjelaskan, sejak tanggal 16 Mei lalu, status Daud Rasyid sebagai pekerja agama dengan visa R1 telah dicabut imigrasi Amerika. Maka sejak itu pula, ia telah berada dan kerja secara ilegal di Amerika Serikat.

Biasanya, sesuai aturan, Daud Rasyid punya waktu 10 hari untuk challenge di pengadilan atas pembatalan visanya. Setelah selesai masa 10 hari, ia tinggal menunggu nasib dari imigrasi. "Kalau bernasib baik bisa tinggal seperti banyak orang ilegal di Amerika. Tapi jika tidak, maka dia akan ditangkap dan dideportasi," katanya.

Pembatalan visa R1 Daud Rasyid, kata Imam Shamsi, dilakukan oleh pengurus masjid Al-Hikmah karena yang dia sebagai pegawai masjid tidak mengakui kepengurusan. Bahkan, Daud Rasyid disebut merasa diri berkuasa dan semua harus tunduk kepada aturannya. "Saya sendiri bukan bagian dari pengurus. Sehingga tidak punya urusan sama sekali dengan pembatalan visa ini," katanya.

Karena sikap Daud Rasyid yang menolak kepengurusan masjid, maka terjadi konflik antara dirinya dan pengurus. Pada akhirnya, pengurus mengambil keputusan untuk memberhentikannya. Hal ini telah dilakukan tiga kali. "Tapi Dr. Daud Rasyid malah semakin menjadi-jadi dengan secara sepihak mencoret-coret karpet masjid dengan alasan kiblat masjid Al-Hikmah tidak benar."

Menurut Imam Shamsi, yang menjadikan Daud Rasyid tertangkap oleh imigrasi adalah karena dia sendiri beberapa kali memanggil polisi jika merasa dilawan oleh pengurus masjid. Juga karena seringkali kekisruhan-kekisruhan yang sering kali terjadi di masjid. "Sikap dia yang terbuka menantang pengurus, dan dalam posisi ilegal (out of status) itulah yang menjadikan polisi imigrasi menangkapnya."

Imam Shamsi menegaskan, yang terjadi tidak seperti yang berkembang di luar bahwa yang Daud Rasyid ditangkap karena dilaporkan. Menurut dia, pihak imigrasi tidak akan mudah menangkap seseorang dengan sekedar laporan status ilegal. Sebab, ada jutaan orang yang tinggal ilegal di Amerika. "Tapi seperti saya katakan, nampaknya karena kekisruhan-kekisruhan di masjid yang seringkali melibatkan polisi," katanya.

Tuduhan mengenai KJRI dan KBRI tidak membantu juga tidak benar. Malah, kata Imam Shamsi, pihak KJRI langsung menengok dan membantu urusan kekonsuleran yang merupakan tanggung jawab KJRI. Tidak mungkin, kata dia, KJRI bisa dipengaruhi oleh warga biasa seperti Imam Shamsi. (Ini Penjelasan KJRI New York Soal Penangkapan Daud Rasyid).

"Saya yakin Dr. Daud Rasyid akan dipulangkan dalam waktu dekat. Tapi itu kalau yang bersangkutan memilih pulang. Kalau berkeras memilih ingin masuk pengadilan, maka boleh jadi bisa ditahan hingga berbulan-bulan. KJRI dalam hal ini saya yakin berusaha meyakinkan yang bersangkutan untuk pulang. Semoga tidak ada yang membisikkan sebaliknya," kata Imam Shamsi.

Imam Shamsi menegaskan, berita bahwa Daud Rasyid ditangkap karena laporan radikalisme sama sekali tidak benar. Pertama, radikal di Amerika selama masih dalam pemikiran tidak dipermasalahkan. Kedua, kalau isu ini dasar penangkapannya, maka bukan imigrasi yang menangkapnya, tapi pihak FBI atau badan intelijen keamanan dalam negeri Amerika.

"Sekali lagi saya tidak ada urusan dengan penangkapan Daud Rasyid. Walau memang saya akui kalau Masjid Al-Hikmah selalu identik dengan saya. Karena memang dari awal saya ikut terlibat membesarkannya."(rep/dia)



from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/bantah-terlibat-penangkapan-daud-rasyid.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Cara Menggunakan IDM di Android Agar Download Lebih Cepat - Internet Download Manager atau yang biasa disebut IDM merupakan sebuah software komputer yang sangat populer dengan kecepatan download-nya. Para pengguna internet pastinya sudah sangat familiar dengan software yang satu ini. Namun sayangnya software buatan New York, Amerika ini tidak mengembangkan untuk versi Android. Tetapi tenang saja

from ASAL OYEG http://asal-oyeg.blogspot.com/2017/06/cara-menggunakan-idm-di-android-agar.html

informasi terlengkap dan cara hack android, android sony, android samsung, android oppo , android evercoss, android cross, android advance, android tablet, android smartphone, android paket, bundling smartfren android, android internet, android market, aplikasi android , tema android , android dan root, android bechmark, spesifikasi smartphone android, android warna, versi android, update android, os android, kami berserta segenap kru sangat mengharapkan timbal balik dari para pembaca, paling tidak untuk melakukan sharing apa yang anda baca pada halaman ini, blog baru ini diharapkan dapat bersaing di dalam kompetisi google search sehingga bisa lebih dekat dengan para pembaca baru sehingga informasi informasi yang terkandung di dalam blog ini tidaklah mubazir dan dapat segera dinikmati oleh para pembaca, komentar dan review sangat diharapkan sehingga mendukung existensi dari blog ini. selamat membaca - brainbodymind.blogspot.com


Pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presiden Joko Widodo mengejutkan publik. Banyak yang bertanya tentang tanggapan Habib Rizieq Shihab soal ini. Apa komentar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu?

"Sangat bagus. Habib Rizieq mengucapkan terimakasih atas kerja keras GNPF," ungkap Plt. Sekretaris GNPF-MUI M Luthfie Hakim
dalam jumpa pers di AQL Islamic Center, Jaksel, Selasa (27/6/2017).

Habib Rizieq juga bersyukur atas pertemuan yang terjadi."Setelah pertemuan GNPF dengan presiden, Habib Rizieq sangat bersyukur. Karena ini sebenarnya program yang diharapkan Rizieq sejak awal. (Pada aksi) 411, kita sangat serius dialog dengan presiden," ujar anggota Dewan Pembina GNPF MUI, Sobri Lubis.

Menurut Sobri,  Habib Rizieq selalu mengedepankan dialog. Melalui dialog bisa ditemukan kesepahaman.

"Selama jalur dialog ini masih bisa, siapa tahu dengan dialog itu, bahasa Habib Rizieq, sekecil apa pun celahnya untuk bisa kedamaian kenapa enggak. Jadi ini bukan urusan hal baru," katanya.

Pimpinan GNPF-MUI bertemu dengan Presiden Jokowi pada Ahad, 25 Juni di Istana Merdeka. Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim. (Wyn/Wajada)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/gnpf-mui-bertemu-jokowi-ini-tanggapan.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Isu miring beredar usai pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presiden Joko Widodo. Di antaranya soal kunjungan ke Cina dan gelontoran uang Rp 1 triliun per ormas.

Menanggapi hal ini, GNPF-MUI membantah kabar tersebut.

"Jangankan Rp 1 triliun, satu rupiah pun tidak ada yang kami terima," ujar Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin.

Hal senada juga diungkapkan Plt. Sekretaris GNPF-MUI M Luthfie Hakim. Menurutnya, bagaimana mereka menerima uang sebanyak itu karena hingga saat ini buku tabungan pimpinan GNPF-MUI masih ditahan.

"Buku tabungan kami sampai saat ini masih ditahan, belum dikembalikan," ungkap Luthfie dalam jumpa pers di AQL Islamic Center, Jaksel, Selasa (27/6/2017).

Pimpinan GNPF-MUI bertemu dengan Presiden Jokowi pada Ahad, 25 Juni di Istana Merdeka. Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim. (Wyn/Wajada)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/dituding-menerima-uang-rp-1-triliun.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

ok1.jpg

"Humor is a way of disempowering terrible things (or people). If you can see the ridiculousness in the abuser, abuse, or bad situation, then right away this loses the power it had over you. It can't control you if you just can't take it seriously."

Nathalie Lawhead's Everything is going to be OK explores dark, horrible life events through a lens of relentless optimism and humor, facing down soul-crushing horror with an absurd cheer. It's also a scathing look at how we deal with life trauma, in both ourselves and others, showing cartoon bunnies cut in half who are being told how diet and a positive attitude will get them through. It's absolutely ridiculous, and yet shows how many of us deal with emotional pain.

Still, each of these bunnies, no matter how much pain they're in, survive. Despite useless advice and pointless platitude, they persist. They live on, and find a way to exist past the traumatic event, even if their lives are never the same.

Lawhead wanted us to feel that absurdity and that pain. Wanted us to experience the out-of-control ways in which life throws endless curve balls that we can only work to survive. Embrace the chaos that comes with the relentless difficulties of existence. And then, with maybe a little bit of powerful optimism, come out on the other side, still hurt, but maybe, just maybe, be OK.

"Making light of hopelessness, and even laughing at it, is sometimes the only thing you can do. Humor is very liberating. If you're laughing at something dark, you really can't hold anything against it. The hopeless big thing becomes so small and manageable. It automatically becomes more positive." says Lawhead.

1DDZWk.png

True To Life

Yes, Everything is going to be OK is about bunnies getting impaled, and you offering them some life advice as the spike slowly slides up them, or trying to get followers to care about your emotional plight while you get cut in half. It still seeks that kind of unending series of tragedies that life can be sometimes as well, even if it does so through an absurd lens.

"The theme is about life, and I feel like there is no control here." says Lawhead. "I wanted to leave no control to the player, and for this to function on its own terms. You have to get to know it (how it behaves, works, how to interact), and maybe you'll never completely understand."

For the game to feel like life and its constant difficulties, Lawhead wanted the player to feel they had little control over the experience. Players can choose bits of dialogue or which page of tragedy to visit, but they'd be given little indication of what that decision would mean, and no direction whatsoever. They would be allowed to meander, but would have to slowly discover what the experience meant for themselves.

This experience mirrors life, as players are given a modicum of ability to guide it, but that guidance is little more than the implication of forward movement. You're going further ahead with something, but is it in a good way? A bad way? Does that even matter. Having a bunny call for help to gain more followers on social media may fill up a bar, but does that mean you're doing better?

"What interested me was how the drive to understand an interactive experience (like a game) was another form of power fantasy, or expression of control over something (art somehow owes us an explanation)." says Lawhead. "The player must always be in charge, or feel like they are in charge, of what is happening. For this game I wanted the reversal. The game is in charge, or even better (in many places) nothing is 'in charge'. It functions and you are experiencing/surviving this outside of traditional expectations."

ExVHoS.png

Lawhead wanted this to feel true to life, where people can try to take their basic life experiences and attribute meaning onto events. We are all just meandering through our lives, making educated guesses on how to best proceed, but the chaos of existence tends to throw a wrench into things. We can only use what knowledge we have based on the life we've already experienced and hope for the best with our decisions for the future.

This goes against the typical control that games offer, where concrete inputs and controls give the player a perfect ability to interact with their worlds. If I press 'A', I punch. If I beat up all of the bad men, the world will change for the better. Lawhead wanted to cast off this form of power fantasy, taking away the player's ability to knowingly push through their problems.

"The fact that we have a term 'power fantasy' fascinates me to no end. It's so important for entertainment to leave us with a sense that if you 'take charge' somehow, magically, things will align and you'll save the world, country, yourself, job, people, universe... It's so contradicting to how life is, though."

"You're constantly told to 'take charge of your life' while you're drowning in debt, can't afford basic necessities like health care, or food, and somehow you are just managing not to sink completely. By cultural standards you can't ask for help because people see failure as some sort of contractable disease. I mean, this is literally what being homeless is all about." says Lawhead.

Life is not a series of decisions the player can make with perfect certainty. It's not a time when people can just take charge of events, because there are other factors at work, some that may be beyond anything the person involved can even know. There is no taking charge of Everything is going to be OK, but only just the actions of someone trying to make sense of it all and survive.

"If you put this in a game, and there are all these cute little characters that are so happy and somehow just managing, I feel like this is a fair assessment of life."

nnkFdZ.png

An Interactive Life

This uncertainty is infused in every aspect of Everything is going to be OK, and through player's ability to interact with it, forms that strong connection to life itself.

"It's funny, because I could have just settled to make this a traditional zine, or online comic. It would have had the same message, and probably been something people could process easier as entertainment." says Lawhead.

However, interaction is what lets us get through our lives. We have choices to make, even if we aren't quite clear on how they'll turn out. It's in making decisions without ever knowing all of the answers no matter how long we exist that life occurs, and Everything is going to be OK mirrors that through how the player can interact with it. Even if only to click a dialogue box or fiddle with dismembered body parts, we are the force that pushes the events forward, creating that connection similar to life.

Despite some feelings that another medium may have made it better as entertainment, Everything is going to be OK carries a stronger message as interactive software. "I love computers. There's so much about them that's uniquely frustrating. Sometimes they are the most interesting when they are breaking. Playing with expectations of what should happen when you click something is just the greatest. If you hit minimize, but minimize doesn't happen. Or the close button actually opens 5 more windows. If you do these things right you can get either great comedy, or horror." says Lawhead.

We have expectations of how things will behave based on our life experiences. We think we know what something will do when we take a set action. But, like in life, computers can take odd actions the user doesn't expect. Things don't always go how we would assume no matter how much experience says otherwise. But, like life and games, all you can do is move forward and roll with what happens.

ok2.jpg

"So, making this sort of thing in this virtual realm is amazing. It takes you out of your comfort zone, throws you in the middle of something, and asks you to participate even if it's something that makes you feel uncomfortable." says Lawhead. "The more you participate the more chaotic it gets, but you have to participate. Once people become used to how the thing asks you to participate they start exploring and then you can hide things for people to find. Like easter eggs, or secret programs. There's this really interesting layering of branching directions the game ends up with."

"For example, many of the "pages" (mini-games) have icons hidden in them." Lawhead continues. "If you open them, you find more stuff. Inside some of those is more stuff. You end up with this chaos of windows, with stuff happening in all of them. It's this beautiful anarchic flood of information you're a part of, and barely surviving. I don't think you can get something like this outside of computers."

For every decision a person makes, within the confines of Everything is going to be OK and in life, it is difficult to know where a decision will take you, or what opportunities will be hidden there, and as we persist in existing, we become more comfortable exploring. We can find new ways to other places and mental states, but even at our most knowledgeable, it can just be guesswork. We simply learn to navigate the chaos in different ways over time.

Through the clicking around, the dialogue choices, and the other interactive elements, Everything is going to be OK connects with life through the player's ability to move through it. They will rarely be entirely clear where their clicking and manipulation will take them, though, but can instead learn to live within the chaos their actions create.

ok3.jpg

Joyful Survival

Misery and confusion are plentiful enough without looking to create more, digitally, though. Lawhead wasn't just looking to bring players into another existence filled with suffering, but to also see how humor and optimism can save us from the pain and confusion that life heaps upon us.

"Literature has had this for a long time. Comedies, satire, sarcasm, etc... There is a liberating quality about looking at this horrible thing through that lens. Humor is the substitute for hope after you've lost everything." says Lawhead.

"Humor is important in a lot of my stuff. When I set out to make something interactive it's a question of incorporating someone into the joke, for example: 'How much do I want to mess with the person that's playing the game?' Maybe that sounds sinister, but I love chaos. There's something profound about trying to get someone to laugh at it."

The optimism in some moments is so extreme that it is difficult not to laugh at it, even if it is terrible. The bunnies' high-pitched voices, cheerfully talking about how they're enjoying themselves watching the world burn with them in it, draws up a dark laughter. It's all so absurd that all the player can do is chuckle at it all, even if events, really, are terrible, and they have no idea how to work through them.

That optimism, to Lawhead, is what makes all of these horrible things a bit more survivable. "Optimists seem to make it further than pessimists. If the game where about pessimists it would be a very short game. Pessimists have the good sense of just melting into a puddle of resignation and bitterness. Optimists somehow never quit. I'm poking a lot of fun at the level of ridiculous positivity, optimism, and hope required to get through some of life's struggles. It's a satire on hopelessness." says Lawhead.

Optimism goes far into the realm of outlandish in Everything is going to be OK, but given the dark subject matter, the fact that the game can make its players smile and laugh hints that, maybe, it's what works. It's what Lawhead has seen work in the lives of others, at least.

ok4.jpg

"Here is a story. It's my favorite example...In the neighborhood where my grandparent's lived (Europe), there were a lot of concentration camp survivors. Aside from World War 2, the family had a lot of history with all the other wars that happened (breakup of Yugoslavia, etc...). Both my grandmother and her neighbor were in a concentration camp. The experience completely destroyed my grandmother, especially later in life. No amount of life, success, career, family, was enough to get her out of it. She basically stayed there."

"The neighbor was completely different. She was stubborn, strong, and happy. The ones that had the outlook of being 'given a second chance at life' acted like the world was theirs. The ones that dwelt on 'why this thing happened' stayed in that place." says Lawhead.

Optimism, then, is a way of moving forward. Dark events tend to mire the people they catch. They drag them into a mindset and place they cannot escape, perpetually hurting the person even if the event is, technically, over. That's not to oversimplify the suffering of people both optimistic and pessimistic, as optimism can be seen to be completely absurd throughout Everything is going to be OK, but it often gives the chance of moving on.

"I am not saying that there is any right way to cope." says Lawhead. "I fail at this constantly... but when bad things happen to me, I think about this. It can be really hard, and sometimes it seems like life is out just to destroy you, but if you can be as stubborn as possible about not letting that grief define who you are, that's transcendence. That's when you're really going to be ok."

Even if the bunnies are hopelessly optimistic despite utter catastrophe, there is something healing in their demeanor. These cute, fictional beings are teasing the kind of relentless optimism needed to survive life's horrors, and the goofy ways people try to strive to grab onto that optimism, but it is also hope. Yes, the pointless advice your family and friends are offering is pointless and worthless, but even in that offering, there is almost a silly hope. You can laugh at the absurdity of trying to change your diet to cure your grief, drawing some healing humor out of the misery. To survive it.

"I feel like survival is a very subjective term. You could survive something but are you really OK afterward? A lot of the situations in Everything is going to be OK go there. For example... two cute characters drowning in lava. If you click on one, the other encourages that one, but saying something encouraging also causes them to sink."

dwDRgB.png

Lawhead continues. "So, you have to balance out which character encourages which. This way both make it to the end. If they both survive, they are super happy about that, but it's clear that they are not OK afterward. There are many pages that do that. You can make it through, but you're left with the sense that the real struggle will be being OK afterward. This is how I view life."

Because that is what we strive for, in the end: a means of continuing. A celebration that we persist. Everything is going to be OK takes us into its existence through its interactivity, having us join into its facsimile of life through its chaotic nature. We do not know what tragedy will befall us in here, but we do know that we can smile and laugh at it through the unrelenting optimism of these silly bunnies.

Not that every moment can be flippant. Even those with endless optimism can break, eventually, which Lawhead captures with a few moments in the game. "It's a difficult balance to hit. There are many touchy subjects, and it can be hard not to be too 'dark' about how they are creatively approached.
For some pages, I really felt like I had to leave the humor out. For example, Page 11 is probably the darkest, and worst page to start the game with. I wouldn't want to change that one though, and making it more happy (or "funny") would damage the meaning."

"With these messages, If I take these messages, and also mix more lighthearted pages (not about anything dark, just there to be cute), then I feel like the overall project is more approachable. Also, cuteness is a great tool! If things are cute, you can't really hate, blame, or fault them. They bring a disarming quality to everything."

Through these cheerful, goofy, ridiculous bunnies, perhaps we can learn to laugh at our own misery. Find humor in the terrible ways people try to help us through it. The offer a glimpse at life at its most horrible and painful, and yet the player comes away smiling. The hopeful nature of these creatures in extreme chaos makes it seem like they will survive it all, no matter how awful it is. In sharing some time with them, perhaps we feel like we can laugh at our own miseries as well.

"I feel like life has been a dark comedy in so many instances. It's really wild, because I will literally pay to go to a movie theater to watch other people be in terrible situations, and maybe they'll come out ok at the end (depending what genre), and I'll find that entertaining." says Lawhead. "If it happens to me, it's traumatizing, and difficult, and I can personalize it to no end. Sometimes bad things happen, and if they happen often enough it starts to appear more ridiculous than anything."

wvaXjQ.png

Everything is going to be OK is available (in an early access state) for whatever you wish to pay for it on Itch.io and GameJolt. For more information on the game and developer Nathalie Lawhead, you can head to the developer's site or follow them on Twitter.



from IndieGames.com http://indiegames.com/2017/06/everything_is_going_to_be_ok_t.html
via IndieGaming, visit and read the original first posting to get complete and more detail about this article, support the independence Gaming , Enjoy


Akun resmi fanpage DIVHUMAS POLRI pada Sabtu 24 Juni 2017 sehari jelang Idul Fitri memposting video film pendek bertajuk "Kau Adalah Aku yang Lain". Video berdurasi 7 menit 41 detik ini menuai kritik keras dari publik karena berisi pesan tendensius kepada Umat Islam.

Digambarkan ada oknum umat Islam (berjenggot) tidak mau membuka jalan yang ditutup karena ada pengajian, ketika ada ambulans mau lewat mengangkut pasien kritis yang kebetulan beragama Kristiani.

"Tidak bisa. Ada pengajian. Cari jalan lain. Pengajian tidak bisa diganggu," ujar bapak tua berjenggot.

Lalu datang polisi.

"Pak, ini kritis, mohon dipertimbangkanlah pak, ini masalahnya kemanusiaan," kata Polisi.

"Kemanusiaan itu kalau keyakinan kita sama. Lha, ini kan beda," bapak tua muslim berjenggot ini tetap ngotot tidak mau membuka jalan untuk dilewati Ambulans.

Link video: https://www.facebook.com/DivHumasPolri/videos/1762791997082982/

Sontak video ini menimbulkan reaksi dari publik warganet.
- Muslim digambarkan intoleran, menghadang ambulance yang mau lewat
- Non muslim yang jadi Korban
- Dan Polisi sebagai Pahlawan.

INI JELAS TIDAK SESUAI FAKTA!

(1) FAKTANYA pada saat Aksi Bela Islam 411 212 411, di saat kondisi umat muslim "marah" atas kasus penistaan Al-Quran yang dilakukan Non-Muslim (Ahok), Umat Islam tetap membuktikan sangat toleran, memberikan jalan untuk Non-Muslim (Kafir) yang menikah di gereja Katedral, mengawal dan bahkan memayungi hingga mengantarkan sampai halaman gereja Katedral. Tidak ada satupun Umat Muslim peserta Aksi Bela Islam yang marah-marah lalu menghadang dan menghalang-halangi Non-Muslim yang hendak menikah di gereja Katedral! Kejadian bukti indahnya toleransi umat Islam itu juga
banyak media yang beritakan termasuk TV. Masa polisi gak ngerti???

Belum pernah ada beritanya, jemaah pengajian menghalangi ambulans yang isinya Non-Muslim.
Tetapi Humas Polri menerbitkan video jamaah pengajian menghalangi ambulans yang isinya pesakitan Non-Muslim.

Silakan cari di google "jamaah pengajian hadang ambulance non muslim" ... sampai Kiamat gak ketemu.

(2) SEBALIKNYA... Fakta malah membuktikan ada kejadian POLISI justru yang menahan ambulance pembawa jenazah.

Ambulance Pembawa Jenazah Zulhamdi Sempat Ditahan Polisi

MEDAN - Setelah sempat mengamuk karena merasa dipersulit pihak Rumah Sakit Bhayangkara Medan, keluarga almarhum Zulhamdi Sakti Wicaksana (21), korban banjir bandang air terjun Dua Warna, Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang kemudian mengangkut peti jenazah korban ke dalam mobil ambulance BK 1466 US.

Menurut pria berambut pendek tersebut, pihak rumah sakit tidak memiliki hati nurani.

Sebab, kata dia, jenazah adiknya sudah membusuk karena terlalu lama di dalam lemari pendingin.

"Katanya mengayomi, apa. Kenapa ditahan-tahan adik kami ini," teriak pria tersebut ke arah sejumlah petugas rumah sakit.

Ketika peti jenazah sudah berada di dalam mobil ambulance, petugas kepolisian yang berjaga menahan mobil ambulance pengangkut jenazah Zulhamdi.

Adu mulut kembali terjadi antara pihak keluarga dengan petugas kepolisian.'

"Ini enggak bisa dibawa begitu saja pak. Harus kita selesaikan dulu surat-suratnya, baru bisa jalan," kata Iptu N Manurung sembari meminta sopir ambulance mematikan mesin mobil.

Link: http://www.tribunnews.com/regional/2016/05/18/ambulance-pembawa-jenazah-zulhamdi-sempat-ditahan-polisi

SEHARUSNYA FAKTA-FAKTA INI YANG DIANGKAT KE DALAM FILM... BUKAN MALAH MEMFITNAH DENGAN MEMUTAR BALIKAN FAKTA, MENUDING UMAT ISLAM INTOLERAN.

FILM ini jelas-jelas PROVOKATIF di saat Umat Islam merayakan Hari Kemenangan IDUL FITRI.

Dulu IDUL FITRI Umat Islam dihajar dengan pembakaran Masjid Tolikara, sekarang Umat Islam dihajar lagi dengan Film Fitnah.

DAN FITNAH LEBIH KEJI DARI PEMBUNUHAN.


from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/jangan-bikin-film-hoax-fiktif-jamaah.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Dua anggota sayap kiri Knesset (parlemen Israel), hari Kamis, meminta diadakannya rapat sesi parlemen untuk mendiskusikan dukungan Turki dan bantuan alokasi pada Jerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsha.

Israel HaYom, harian berbahasa Ibrani yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melaporkan bahwa Rabbi Yehuda Glick, anggota partai sayap kiri Liqud, dan Shuli Maalem, anggota partai sayap kiri Jewish Home, telah meminta diadakannya rapat hubungan luar negeri dan komite keamanan Knesset untuk mendiskusikan peran Turki di Jerusalem Timur yang dijajah Israel.

Mereka menyatakan permintaan itu setelah harian yang sama mempublikasikan laporan di halaman depan mereka, edisi Rabu, yang mengkritisi aktivitas kemanusiaan Turki di kota bersejarah tersebut.

Laporan itu menegaskan bahwa, satu abad setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman (Khilafah Ustmaniyah), Turki telah mulai menyebarkan pengaruhnya di wilayah tersebut dengan menggelontorkan jutaan dolar sebagai bantuan pada Jerusalem Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsha, yang diklaim Yahudi sebagai “Temple Mount”.

Berdasarkan laporan itu, sekutu Turki di Jerusalem merupakan musuh besar penjajah Israel: seperti Syeikh Raid Shalah, Ketua Gerakan Islam di Palestina, dan Syeikh Ikrima Shabri.

“Sejak 2004, Agensi Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) telah menyumbangkan jutaan dolar di 63 proyek berbeda di seluruh Jerusalem Timur,” laporan itu menyatakan.

Ditambahkan pula: “Tujuan keseluruhan aktivitas Turki di sana ialah melindungi dan memperkuat warisan dan identitas Muslim Jerusalem.”

Laporan itu kemudian menunjuk bahwa TIKA saat ini sedang melakukan pengembalian arsip Muslim pada era Ottoman di Jerusalem Timur dan Masjid Dome of Rock, ditambahkan pula bahwa “kehadiran Turki” sangat jelas di kota itu.

“Bendera dan makanan Turki dapat dilihat dimanapun, mengindikasikan pengaruh negara itu di Jerusalem,” laporan itu menyatakan.

Berdasarkan laporan yang sama, investasi Turki yang sedang berlangsung di Jerusalem telah mengikis pengaruh Jordania, meskipun Kerajaan itu berstatus sebagai “penjaga situs suci Muslim Jerusalem”.

Harian itu kemudian menyesali meningkatnya popularitas Turki dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di antara warga Palestina di Jerusalem.

Sebelumnya di bulan ini, sebuah laporan telah disiapkan untuk Nir Barkat, orang Yahudi yang menjadi wali kota Jerusalem, mengenai meningkatnya pengaruh Turki di kota itu, yang diberi judul, “Turki telah mengambil alih Jerusalem”.(hidayatullah)

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/israel-cemas-pengaruh-turki-di.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Australia Nasser al-Khalifa, mengecam daftar 13 tuntutan dari Arab Saudi dan negara-negara Arab untuk negaranya. Menurutnya, tuntutan sebagai syarat pencabutan blokade itu tidak masuk akal, terutama soal pembayaran kompensasi.

Daftar 13 tuntutan itu dibeberkan Kuwait sebagai mediator yang membantu menengahi krisis Teluk ini. Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas tuduhan Doha mendukung terorisme. Empat negara itu melanjutkan dengan memblokade Qatar.

Dari 13 tuntutan koalisi Arab, beberapa di antaranya, Qatar diminta menutup media Al Jazeera, menjauhkan diri dari Iran, memutuskan semua hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, menutup pangkalan militer Turki di Doha dan menyerahkan sejumlah uang kompensasi yang tidak diungkapkan.

Qatar telah diberi waktu 10 hari untuk memenuhi tuntutan tersebut. Dalam wawancara dengan radio ABC, Senin (26/6/2017), Dubes al-Khalifa mengecam daftar 13 tuntutan tersebtu sebagai hal yang tak bisa diterima.

”Saya pikir setiap orang dengan pikiran sehat akan menganggapnya tidak masuk akal dan tidak dapat diwujudkan,” katanya.

”Saya pikir orang harus mencapai beberapa akomodasi, tapi secara umum, seperti sekarang, saya pikir mereka berada di luar posisi yang dapat diterima oleh negara manapun,” lanjut diplomat Qatar ini.

Meskipun belum diungkapkan nominal kompensasi yang diminta negara-negara Arab itu, al-Khalifa menilai ada tujuan yang mirip seperti pemerasan. “Mereka hanya mengejar uang kami,” ujarnya.

Al-Khalifa mengatakan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya mencoba mendikte Qatar dan mengklaim empat negara tersebut telah melanggar hukum internasional.

”Itu tidak bisa diterima. Itu adalah pelanggaran hukum internasional. Bila Anda meminta negara lain, itu tidak bisa diterima,” katanya.

Dubes Qatar ini sangat marah atas permintaan penutupan media Al Jazeera yang didukung pemerintah. ”Mereka menentang jenis pers yang bebas,” katanya.

”Mereka ingin dunia Arab tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi. Mereka tidak ingin memiliki suara untuk orang biasa.”

”Bagi kami untuk menutup Al Jazeera, saya pikir itu mengganggu kebijakan internal kami, hak kami untuk memiliki jenis pers yang kami sukai. Saya pikir tuntutan mereka di luar dugaan,” imbuh dia.

sumber: sindonews.com

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/06/diembargo-dubes-qatar-tuding-saudi-dkk.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Powered by Blogger.