Pengamat migas, Komaidi Notonegoro menegaskan, apabila nilai rupiah terus merosot, tidak menutup kemungkinan harga BBM bersubsidi jenis premium bisa meroket jadi Rp10.100 per liter. Hal itu, seiring melorotnya nilai tukar rupiah menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga BBM bersubsidi. Terutama, jenis premium yang banyak digunakan konsumen.
"Kalau nilai rupiah tembus hingga harga Rp15.000 per USD, maka harga keekonomian BBM akan masuk berkisar Rp10.100 per liter," tandasnya.
Seperti diketahui, harga BBM jenis premium di Jawa-Madura-Bali naik sebesar Rp500 per liter dari Rp6.900 menjadi Rp7.400 per liter. Untuk wilayah yang sama, harga BBM bersubsidi solar naik sebesar Rp500 per liter dari Rp6.400 menjadi Rp 6.900 per liter.
Harga premium di luar Jawa-Madura-Bali lebih murah Rp100 per liter, sedangkan solar sama untuk semua wilayah. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan fluktuasi harga rata-rata minyak global dan melemahnya Rupiah terhadap dolar.
Dikatakan Komaidi, berbagai asumsi biaya yang lain seperti distribusi dan margin SPBU juga memiliki pengaruh atas kenaikan harga BBM nantinya.
"Maka, dengan kondisi seperti ini, masyarakat akan terus tertekan terhadap kebijakan pemerintah dalam menentukan harga BBM akan terus naik," tandas Komaidi yang dikutip dari Galamedianews.
Sumber: galamedianews
from Suaranews http://ift.tt/1EIyWvQ
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself