Pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak pada jenis solar dan premium masing-masing sebesar Rp500 mulai Jumat (28/3) lalu. Namun besaran nilai penaikan harga yang berbeda-beda terus menunjukkan pemerintah tak memiliki perhitungan yang tetap terhadap harga BBM.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak terutama untuk jenis premium. Harga bahan bakar minyak yang memiliki kadar nilai RON sebesar 88 itu dinilainya masih terlalu mahal.
“Tingginya harga premium saat ini disebabkan karena pemerintah tak punya formula perhitungan tetap untuk harga BBM. Seharusnya harga premium, misalnya, masih bisa di bawah dari harga saat ini,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (1/4).
Hingga kini pemerintah masih memasukkan unsur RON 88 untuk membentuk harga BBM. Adapun dalam menentukan harganya, pemerintah masih mengandalkan formula penetapan harga penjualan melalui metode Mid Oil Plat’s Singapore (MOPS), nilai tukar rupiah, dan sebagainya.
“Akibatnya, dengan menggunakan cara itu menjadikan pola perhitungan harga bahan bakar minyak selalu berubah-ubah, karena mengikuti gejolak pasar dan nilai tukar,” ujarnya.
Harga premium untuk saat ini yang mencapai Rp7.400 per liter masih terlalu tinggi. Bahkan harga tersebut kini tak berbeda jauh dengan harga Pertamax yang memiliki kadar RON lebih tinggi yakni 92.
“Jadi, apakah Pertamax yang kemurahan atau premium yang kemahalan, kami nilai premium yang kemahalan, karena masih pakai formula perhitungan yang kuno,” tutur Faisal.
Pemerintah disebutnya harus memantapkan formula perhitungan harga BBM yang sifatnya tetap, tidak berubah-ubah. Akibat pola yang berubah-ubah itu membuat perhitungan harga keekonomian BBM antara pemerintah dengan Pertamina berbeda.
“Pemerintah bilang harga saat ini adalah harga keekonomian yang sudah disesuaikan. Tapi, Pertamina menyebut harga keekonomian premium Rp8.000 per liter. Jadi, pemerintah punya versi perhitungan sendiri, Pertamina pun punya versi hitungannya,” katanya. ”Karena itu, pemerintah harus memantapkan formula perhitungan tetap agar lebih akuntabel.”
Selain itu, pemerintah juga supaya lebih transparan dalam menetapkan harga BBM. Sehingga nantinya tak ada gejolak yang dapat menimbulkan spekulasi negatif yang rentan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Sumber: geotimes
from Suaranews http://ift.tt/1ND1XIB
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself