Halloween party ideas 2015

IMG-20170303-WA0102-800x600

PB Kabaena ; Diguyur hujan selama semalam suntuk telah menyebabkan Desa Pongkalaero Kecamatan Kabaena Selatan terendam air, Jumat (3/3/2017). “Banjir yang menimpa Desa Pongkalaero terjadi pada pukul 04.00 dinihari.

Banjir bermula pada turunnya hujan pada malam hari sekitar pukul 20.00 hingga pagi hari”  ujar Rey Azraf warga Desa Pongkalaero kepada media ini. Lanjutnya akibat dari banjir tersebut,  sejumlah rumah dan kebun warga terendam air sehingga menyebabkan rumah dan perkebunan warga Desa Pongakalaero rusak parah. “Selain itu sejumlah fasilitas umum rusak termasuk jembatan dan pipa air bersih” katanya lagi.

IMG-20170303-WA0103-600x800Senada dengan itu Hasan salah seorang warga Desa Pongkalaero lainnya mengungkapkan bahwa musibah banjir yang menimpa masyarakat barawal dari curah hujan dan angin kencang yang menyebabkan air   meluap dan menggenangi rumah masyarakat. “Saya baru menyadari air tergenang masuk ke rumah sekitar jam 04.00 pagi. Air masuk ke dalam rumah dan menggenangi seluruh rumah sehingga keadaan di dalam rumah berantakan dan banyaknya lumpur yang berserakan dalam rumah” katanya.

Sementara itu Musawir Kepala Dusun Puuwatu mengatakan banjir yang melanda desa Pongkalaero terjadi sekitar pukul 04.00 pagi hari.  Bahkan kata dia akibat banjir tersebut beberapa perahu milik warga yang digunakan untuk memancing ikan terbawa arus banjir. “Banjir yang terjadi saat ini merupakan banjir yang terparah dari sebelumnya” katanya.

IMG-20170303-WA0104-800x600Begitupun menurut Jumhana salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Pongkalaero yang mengatan bahwa banjir yang melanda desanya diakibatkan maraknya kegiatan pertambangan yang tidak ramah lingkungan.  “Sehingga terjadi penggundulan hutan dan juga jarak antara perkampungan dan kegiatan pertambangan  cukup dekat” kata Jumhana. Dia pun menyesalkan aktifitas pertambangan yang melakukan eksploitasi lahan tanpa mempertimbangkan akibat buruk yang akan melanda warga Desa Pongkalaero. Kata dia yang lebih menyakitkan lagi adalah perusahaan yang melakukan aktifitas pertambangan seakan menutup mata dengan kondisi yang menimpa Desa Pongkalaero saat ini. “Belum ada uluran tangan dari perusahaan untuk warga korban banjir” sesalnya.

Dia berharap agar pemerintah  mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang telah melakukan kerusakan di Deaa Pongkalaero. “Perusahaan tambang harus bertanggung jawab atas kerugian milik warga” tegasnya.  Untuk diketahui perusahaan tambang yang telah melaksanakan aktifitas eksploitasi di Desa Pongkalaero adalah PT. Tekonindo dan PT Tambang Bumi Sulawesi. (Tim PB)


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.