Halloween party ideas 2015

jokowi-tertawa-3

PB, Internasional – Sebuah majalah terkemuka dan banyak menulis dan memuat artikel tentang Bisnis dan Ekonomi Dunia, Forbes melalui kontributornya Tim Worstall yang sering menuangkan pendapat tentang ekonomi, keuangan dan kebijakan publik, rupanya “ikutan” gerah dengan gaya dan model pembangunan dibidang Ekonomi Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yang dianggap “Error” dalam menyikapi persoalan di Masyarakat Indonesia, dalam hal ekonomi.

Melalui  tulisannya yang diberi judul, “Joko widodo is in error here – its more development indonesia need, not equality of poverty.” (Dalam hal ini Jokowi Widodo Salah, Utamakan kebutuhan Pembangunan yang lebih maju di Indonesia). Tim Worstall, menyebut Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya di dalam Sidang Tahunan MPR 16 Agustus 2017 lalu, tidak relevan, dimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini malah lebih mirip dengan kondisi perekonomian Amerika ketika masih berada di tahun antara 1930 dan 1940. Dan Tim menambahkan jika orang miskin di Amerika saat ini justru berada pada suatu keadaan yang lebih baik dibandingkan dengan warga kelas menengah di Indonesia.

forbesTim Worstal yang secara tidak langsung menyindir program “Paket Ekonomi” Presiden Jokowi, mengatakan jika Jokowi terlena dengan program yang dianggap tidak bisa memisahkan pekerjaan yang mana menjadi persoalan, apakah Kemiskinan atau Kesetaraan, karena menurutnya Jokowi tidak bisa menjadikan sama keduanya.

“Perlu diputuskan apakah masalahnya sebenarnya adalah ketidaksetaraan, atau kemiskinan. Jika itu kemiskinan secara keseluruhan, maka harus menyusun peraturan untuk menghasilkan lebih banyak kekayaan dengan mengorbankan ketidaksetaraan itu. Jika ketidaksetaraan adalah masalah yang lebih besar sudah tentu kebalikan dari penyelesaian kemiskinan,” tulis Tim.

Kekhawatiran Tim hingga menyebut Jokowi “sedang Error dikarenakan setiap dalam melakukan kepemimpinan apalagi sampai berkuasa penuh kemudian melakukan sebuah diagnosis dasar yang salah, maka sudah tentu kondisi perekonomian akan semakn terpuruk jauh, Dan hal ini dalam pandangan Tim sedang terjadi di dalam kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden Indonesia.

“Jokowi mengatakan bahwa negara membutuhkan distribusi kekayaan yang lebih merata, saat itu sama sekali bukan masalah, namun tidak cukup banyak uang untuk didistribusikan. Dengan demikian, perhatian harus diberikan pada penciptaan lebih banyak kekayaan daripada mendistribusikan jumlah yang tidak memadai yang ada saat ini.” tulis Tim yang meragukan pendapat Jokowi jika yang menjadi permasalahan adalah ketidaksetaraan.

timworstall-cut_Resized_400x400Tim lebih suka jika Jokowi melihat kondisi perekonomian di Indonesia dari sudut pandang kemiskinan. Tim beralasan demikian dikarenakan PDB per kapita di PPP sekitar $ 11.000, “Saya lebih memilih kemiskinan sebagai masalah yang lebih besar. ” ujarnya yang menganggap jika Jokowi saat ini melakukan pilihannya dalam hal kesetaraan hanya berdasarkan soal “Rasa”.

“Tidak ada gunanya berjuang untuk maju jika ganjarannya sama dengan tidak berjuang – dan selanjutnya pertumbuhan itu sendiri menciptakan ketidaksetaraan. Sekali lagi keseimbangan itu, mana yang lebih kita pedulikan, ketidaksetaraan atau kemiskinan yang sedang tumbuh ?” tanya Tim yang menyarankan agar kemiskinan yang harus diselesaikan dan diatasi terlebih dulu, lalu menghilangkan ketidaksetaraan.

Pidato Jokowi lainnya yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 5 persen, seharusnya dirasakan oleh semua orang. Namun saat ini justru terbalik, dengan dibuktikannya beberapa pernyataan para menteri yang merasa heran dengan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia justru menurun jauh, dan sudah tentu yang harusnya dibicarakan adalah kemsikinan, bukan lagi kesetaraan.

(Jall/sumber : Tim Worstall (Forbes)

 


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.