Materi pelajaran sekolah telah diberikan di dalam kelas, sebagai media pembantu untuk meneruskan dan memudahkan pencarian informasi mengenai tugas tugas sekolah dan untuk menambah pengetahuan siswa atau bahkan untuk guru, maka blog ini memuat beberapa materi sekolah yang mungkin akan berkaitan dengan pelajaran anda dan dapat dipakai sebagai referensi, selamat membaca - materi pelajaran online sekolah sd, smp , sma ini, semoga membantu Menurut Herbert Spencer, fakta pertama yang penting dalam proses evolusi sosial adalah peningkatan jumlah penduduk. Pertumbuhan ini tergantung pada persediaan makanan dan kesempatan-kesempatan yang disajikan oleh alam. Pertumbuhan itu bukan hanya merupakan akibat dari kelebihan kelahiran, tetapi juga dapat timbul dari penggabungan satuan-satuan sosial yang disertai dengan peningkatan diferensiasi struktural. Hal ini berarti mulai ada bagian-bagian yang dapat dibedakan. Bagian-bagian ini juga mengisi fungsi yang berbeda-beda dari keseluruhan sehingga tergantung satu dengan yang lainnya. Saling ketergantungan ini dinyatakan sebagai peningkatan integrasi.
Spencer membagi tiga aspek dalam proses evolusi, yaitu diferensiasi struktural, spesialisasi fungsional, dan integrasi yang meningkat. Lalu, Spencer membagi struktur, bagian, atau sistem yang timbul dalam evolusi masyarakat menjadi tiga, yaitu:
1) Sistem penopang, berfungsi untuk mencukupi keperluan-keperluan bagi ketahanan hidup anggota masyarakat.
2) Sistem pengatur, berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan dengan masyarakat lainnya dan mengatur hubungan-hubungan yang terjadi di antara anggotanya.
3) Sistem pembagi (distributif), berfungsi mengangkut barang-barang dari suatu sistem ke sistem lainnya.
Tahap-tahap dalam proses evolusi sosial dengan tipe-tipe masyarakat, dibagi oleh Spencer menjadi tiga bagian, yaitu:
1) Tipe masyarakat primitif
Dalam masyarakat primitif boleh dikatakan belum ada diferensiasi dan spesialisasi fungsional. Pembagian kerja masih sedikit. Hubungan kekuasaan belum jelas terlihat. Masyarakat dengan tipe ini sangat tergantung kepada lingkungan. Kerja sama terjadi dengan spontan dan didukung oleh hubungan kekeluargaan.
2) Tipe masyarakat militan
Pada tipe masyarakat ini, heterogenitas sudah mulai meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk atau karena penaklukan. Hal yang penting ialah koordinasi tugas-tugas yang dikhususkan, dilakukan dengan paksaan. Cara ini memerlukan sistem-sistem atau bagian-bagian yang dapat mengatur dirinya sendiri. Kerja sama yang tidak sukarela ini dijamin keber-langsungannya oleh seorang pemimpin, kemudian oleh negara secara nasional. Pengendalian oleh negara tidak saja terbatas pada produksi dan distribusi, tetapi juga pada bidang-bidang kehidupan pribadi.
3) Tipe masyarakat industri
Masyarakat industri bercirikan suatu tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, yang tidak lagi dikendalikan oleh kekuasaan negara. Sebagai penggantinya, masyarakat mengendalikan diri sendiri, seperti hak menentukan diri sendiri, kerja sama sukarela, dan keseimbangan berbagai kepentingan. Kondisi ini mengakibatkan individualisasi yang ditandai dengan berkurangnya campur tangan pemerintah.
Kebebasan dan toleransi menjadi nilai-nilai sentral masyarakat. Terjadilah konsensus tentang nilai-nilai sentral itu. Nilai-nilai ini terutama berdasarkan penerimaan aturan-aturan ilmiah dan pendirian bahwa bidang kehidupan pribadi tidak dapat diganggu gugat. Saling ketergantungan yang semakin meningkat ini memperbesar kemauan untuk berkompromi dan kemauan ini menguntungkan bagi hubungan-hubungan yang damai.
jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.
Spencer membagi tiga aspek dalam proses evolusi, yaitu diferensiasi struktural, spesialisasi fungsional, dan integrasi yang meningkat. Lalu, Spencer membagi struktur, bagian, atau sistem yang timbul dalam evolusi masyarakat menjadi tiga, yaitu:
1) Sistem penopang, berfungsi untuk mencukupi keperluan-keperluan bagi ketahanan hidup anggota masyarakat.
2) Sistem pengatur, berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan dengan masyarakat lainnya dan mengatur hubungan-hubungan yang terjadi di antara anggotanya.
3) Sistem pembagi (distributif), berfungsi mengangkut barang-barang dari suatu sistem ke sistem lainnya.
Tahap-tahap dalam proses evolusi sosial dengan tipe-tipe masyarakat, dibagi oleh Spencer menjadi tiga bagian, yaitu:
1) Tipe masyarakat primitif
Dalam masyarakat primitif boleh dikatakan belum ada diferensiasi dan spesialisasi fungsional. Pembagian kerja masih sedikit. Hubungan kekuasaan belum jelas terlihat. Masyarakat dengan tipe ini sangat tergantung kepada lingkungan. Kerja sama terjadi dengan spontan dan didukung oleh hubungan kekeluargaan.
2) Tipe masyarakat militan
Pada tipe masyarakat ini, heterogenitas sudah mulai meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk atau karena penaklukan. Hal yang penting ialah koordinasi tugas-tugas yang dikhususkan, dilakukan dengan paksaan. Cara ini memerlukan sistem-sistem atau bagian-bagian yang dapat mengatur dirinya sendiri. Kerja sama yang tidak sukarela ini dijamin keber-langsungannya oleh seorang pemimpin, kemudian oleh negara secara nasional. Pengendalian oleh negara tidak saja terbatas pada produksi dan distribusi, tetapi juga pada bidang-bidang kehidupan pribadi.
3) Tipe masyarakat industri
Masyarakat industri bercirikan suatu tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, yang tidak lagi dikendalikan oleh kekuasaan negara. Sebagai penggantinya, masyarakat mengendalikan diri sendiri, seperti hak menentukan diri sendiri, kerja sama sukarela, dan keseimbangan berbagai kepentingan. Kondisi ini mengakibatkan individualisasi yang ditandai dengan berkurangnya campur tangan pemerintah.
Kebebasan dan toleransi menjadi nilai-nilai sentral masyarakat. Terjadilah konsensus tentang nilai-nilai sentral itu. Nilai-nilai ini terutama berdasarkan penerimaan aturan-aturan ilmiah dan pendirian bahwa bidang kehidupan pribadi tidak dapat diganggu gugat. Saling ketergantungan yang semakin meningkat ini memperbesar kemauan untuk berkompromi dan kemauan ini menguntungkan bagi hubungan-hubungan yang damai.
jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself