| ilustrasi |
Sekitar 20 kepala keluarga (KK) warga di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, yang menganut aliran Khilafatul Muslimin diduga menganggap Pemilu haram. Kelompok yang mengharamkan Pemilu itu diajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mukomuko, agar mensukseskan Pilkada.
“Akan kita datangi lagi ke desa tersebut. Kita ajak agar menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum kepala daerah tahun 2015 mendatang,” ungkap Ketua MUI Kabupaten Mukomuko, Saikun Ma’ruf.
Menurutnya, secara bertahap pihaknya telah melakukan pendekatan secara kekeluargaan, kepada masing – masing anggota tersebut. Beberapa orang dalam kelompok itu yang telah ditemui, mengaku bersedia untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2015 mendatang.
“Ajakan sering kita lakukan dan tetap berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat,” ujarnya.
Dia mengharapkan anggota kelompok itu tidak berbohong dan benar – benar menggunakan hak pilihnya pada Pilkada nanti. Pasalnya, pada Pileg beberap bulan lalu, tidak ada satu pun anggota kelompok itu ikut memilih. Saat Pilpres diketahui ada satu keluarga berjumlah lima orang yang datang ke tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilihnya. Dari puluhan anggota kelompok itu, diketahui salah seorangnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal seorang PNS wajib mengikuti aturan yang telah dibuat negara. “Seorang PNS sebagai abdi negara dan digaji. Seharusnya PNS itu wajib mengikuti aturan yang ada,” tukasnya.
Sumber: bengkuluekspress
from Suaranews http://ift.tt/1q06bU2
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself