Halloween party ideas 2015
Showing posts with label Materi Pendidikan. Show all posts

Buletin Puasa Ramadhan - Mengenai Buletin Puasa Ramadhan 2019 M/1440 H kali ini, situs Membumikan Pendidikan akan sedikit mengulas tema-tema yang berhubungan dan ada serta dilakukan di Bulan Ramadhan ini. Dari mulai Puasa sampai pada zakat Fitrah. Di dalamnya juga sudah mencakup mengenai tema-tema Bulan Ramadhan baik fadhilah-fadhilah maupun sunnah-sunnah yang sangat dianjurkan dikerjakan sebagai self-training. Training-training ini dimaksudkan agar di bulan-bulan berikutnya kita tetap disiplin dan istiqamah dalam menunaikan dan mengerjakan perintah-perintah yang telah menjadi track bagi umat Islam.

Buletin Puasa Ramadhan ini hadir sebagai bahan bacaan di bulan Ramadhan untuk membuka wawasan dan pengetahuan sahabat-sahabat mengenai Bulan Ramadhan. Sehingga diharapkan dapat mampu mengisi dan meramaikan bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan ini dengan amalan-amalan kebajikan yang membawa kita mencapai ultimate aim of fasting, yang dalam bahasa al-Quran disebut la'allakum tattaqun, orang-orang yang bertaqwa.
Buletin Puasa Ramadhan ini mungkin juga bisa dijadikan referensi dalam kultum-kultum atau bahan pesantren kilat yang sekarang sedang menjadi dewi fortuna Bulan Ramadhan dan sedang naik daun serta laris manis.

Buletin Puasa Ramadhan 2019 M/1440 H

Berikut Buletin Puasa Ramadhan yang telah Situs Membumikan Pendidikan susun. Selamat membaca dan mengarungi lautan keutamaan Bulan Ramadhan tahun ini.
BULETIN RAMADHAN 2019 M / 1440 H
1 Perihal Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal Baca disini
2 Pengertian Puasa dan Sejarahnya Baca disini
3 Dalil Diwajibkannya Puasa di Bulan Ramadhan Baca disini
4 Rukun dan Syarat Wajibnya Puasa Baca disini
5 Yang Dapat Menggugurkan Kewajiban Puasa Baca disini
6 Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Baca disini
7 Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa Baca disini
8 Sunnah dan Adab-Adab Berpuasa Baca disini
9 Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan Baca disini
10 Hikmah Shalat Tarawih di Setiap Malam Bulan Ramadhan Baca disini
11 Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan Baca disini
12 Seputar Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadr Baca disini
13 Seputar Zakat Fitrah dan Hikmahnya Baca disini
14 Rahasia Puasa Satu Bulan Penuh Baca disini
15 Hakikat Puasa Bagi Manusia Baca disini
16 Puasa Menciptakan Kesehatan Jasmani dan Rohani Baca disini

Demikianlah Buletin Puasa Ramadhan yang dapat membumikan pendidikan kemas dan sajikan untuk sahabat-sahabat membumikan pendidikan. Semoga bisa bermanfaat dan terinspirasi untuk mengisi bulan Ramadhan dengan amalan-amalan kebaikan.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa


from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/05/buletin-puasa-ramadhan-2019-m1440-h.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

PPK Berbasis Masyarakat - Pengorganisasian Gerakan PPK merupakan mekanisme koordinasi seluruh pemangku kepentingan atau ekosistem pendidikan yang terkait dengan penyelenggaraan PPK. Seluruh pelaku membentuk jejaring dan kolaborasi secara terintegrasi, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ada 3 pendekatan dalam proses pengintegrasian penguatan pendidikan karakter ini, di antaranya adalah PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat. Pada postingan kali ini situs Membumikan Pendidikan akan mengulas mengenai pendekatan yang ke tiga yaitu penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Untuk pendekatan pertama dan kedua sahabat-sahabat bisa menuju postingan berikut:

Penguatan Pendidikan Karakter Besbasis Masyarakat

Satuan pendidikan tidak dapat menutup diri dari kemungkinan berkolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan masyarakat lain di luar lingkungan sekolah. Pelibatan publik dibutuhkan karena sekolah tidak dapat melaksanakan visi dan misinya sendiri. Karena itu, berbagai macam bentuk kolaborasi dan kerja sama antar komunitas dan satuan pendidikan diluar sekolah sangat diperlukan dalam penguatan pendidikan karakter.

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat

Satuan pendidikan dapat melakukan berbagai kolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan organisasi lain di luar satuan pendidikan yang dapat menjadi mitra dalam Penguatan Pendidikan Karakter. Yang dimaksud dengan komunitas yang berada di luar satuan pendidikan di antaranya adalah sebagai berikut:
Mitra PPK Luar Sekolah:
  1. komunitas orang tua-peserta didik atau paguyuban orang tua, baik itu per-kelas maupun per-sekolah;
  2. komunitas pengelola pusat kesenian dan budaya, yaitu berbagai perkumpulan, kelompok hobi, sanggar kesenian, bengkel teater, padepokan silat, studio musik, bengkel seni, dan lain-lain, yang merupakan pusat-pusat pengembangan kebudayaan lokal dan modern;
  3. lembaga-lembaga pemerintahan (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, dan lain-lain);
  4. lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran (perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pecinta lingkungan, komunitas hewan piaraan, dan lain- lain);
  5. komunitas masyarakat sipil pegiat pendidikan;
  6. komunitas keagamaan;
  7. komunitas seniman dan budayawan lokal (pemusik, perupa, penari, pelukis, dan lain-lain);
  8. lembaga bisnis dan perusahaan yang memiliki relevansi dan komitmen dengan dunia pendidikan;
  9. lembaga penyiaran media, seperti televisi, koran, majalah, radio, dan lain-lain.


Beberapa prinsip pengembangan program Penguatan Pendidikan Karakter melalui kerja sama/kolaborasi dengan komunitas antara lain:
Prinsip Pengembangan PPK dengan Komunitas:
  1. penanggung jawab utama dalam setiap program dan kegiatan PPK di lingkungan sekolah adalah kepala sekolah;
  2. kolaborasi bertujuan untuk memperkuat PPK bagi seluruh anggota komunitas sekolah;
  3. fokus kolaborasi PPK dengan komunitas terutama diperuntukkan bagi peserta didik;
  4. rasional atau alasan mengapa sekolah melakukan kolaborasi dengan komunitas tertentu perlu didiskusikan dan dikomunikasikan pada seluruh komunitas sekolah;
  5. satuan pendidikan wajib membuat dokumentasi kegiatan mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan;
  6. prinsip kolaborasi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip umum PPK, tidak melanggar nilai-nilai moral, dan tidak menjadikan sekolah sebagai objek pemasaran produk tertentu.


Bentuk Kolaborasi PPK Luar Sekolah

Ada berbagai bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan PPK dengan berbagai komunitas di luar sekolah. Berikut ini adalah beberapa contoh bentuk kolaborasi dengan komunitas yang dapat membantu penguatan program pendidikan karakter di sekolah yang berfokus pada penguatan kekayaan pengetahuan peserta didik dalam rangka pembelajaran. Bentuk kolaborasi itu antara lain :

  • Pembelajaran Berbasis Museum, Cagar Budaya, dan Sanggar Seni
Sekolah dapat melaksanakan program PPK berbasis masyarakat dengan bekerja sama memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar mereka. Bila di sebuah daerah terdapat museum yang bisa menjadi  sarana  dan  sumber  pembelajaran  bagi peserta didik, satuan pendidikan dapat bekerja sama dengan pengelola museum, cagar budaya, kelompok hobi, komunitas budaya, dan sanggar untuk memperkenalkan kekayaan-kekayaan koleksinya, mengajak peserta didik untuk mempelajari kekayaan daerahnya, dan mampu menjaga kekayaan warisan budaya yang mereka miliki.

  • Mentoring dengan Seniman dan Budayawan Lokal
Satuan pendidikan juga dapat bekerja sama dengan komunitas para seniman, penyair, dan sastrawan di lingkungan mereka, agar peserta didik mampu memperoleh pengetahuan dan pengalaman terkait dengan profesi seniman dan sastrawan. Bila sebuah satuan pendidikan memiliki tokoh-tokoh budayawan dan seniman lokal, dan memiliki tradisi dan kesenian khusus, satuan pendidikan tersebut dapat membangun kolaborasi dan kerja sama untuk pengembangan kesenimanan peserta didik melalui program mentoring, tutoring, seniman masuk sekolah, atau belajar bersama maestro.

  • Kelas Inspirasi
Setiap kelas bisa mengadakan kelas yang memberikan inspirasi bagi peserta didik dengan mendatangkan individu dari luar yang memiliki profesi sangat beragam. Satuan pendidikan dapat mengundang narasumber dari kalangan orang tua maupun tokoh masyarakat setempat. Orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat bisa menjadi sumber pembelajaran yang menginspirasi nilai-nilai pembentukan dan penguatan karakter dalam diri peserta didik. Kelas inspirasi bertujuan agar setiap peserta didik memperoleh inspirasi dari pengalaman para tokoh dan profesional yang telah berhasil di bidang kehidupan profesi mereka, sehingga kehadiran mereka dapat memberikan semangat dan motivasi bagi para peserta didik untuk meningkatkan semangat belajar dan prestasi mereka.

  • Program Siaran Radion On-air
Satuan pendidikan bisa bekerja sama dengan media cetak, elektronik, dan penyiaran untuk mempromosikan nilai-nilai penguatan karakter  ke dalam masyarakat, dan mengajak peserta didik untuk menjadi teladan dalam pemikiran dan tindakan. Satuan pendidikan bisa mengadakan kerja sama untuk siaran on air yang  membahas  tentang penguatan pendidikan karakter di sekolah. Diskusi antara sekolah, guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat secara on air tentang tema-tema pendidikan karakter bisa membantu masyarakat menyadari pentingnya pemahaman dan pengertian  yang  baik tentang pendidikan karakter dan berbagai macam persoalan yang melingkupinya.

  • Kolaborasi dengan Media Televisi, Koran, dan Majalah
Satuan pendidikan bisa melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai stasiun televisi, koran, dan majalah untuk peliputan maupun pembuatan kegiatan terkait dengan penguatan program pendidikan karakter di sekolah. Seluruh media ini dapat menjadi mitra bagi lembaga pendidikan dalam rangka memperkuat dan mempromosikan pendidikan karakter.

  • Gerakan Literasi
Untuk meningkatkan berbagai kemampuan literasi di dalam diri peserta didik, setiap sekolah bisa membangun kerja sama dengan instansi lain yang relevan dalam rangka pengembangan literasi sekolah, seperti toko buku, penerbit, dan percetakan, gerakan masyarakat peduli literasi pendidikan, sanggar-sanggar baca, perpustakaan daerah, dan perpustakaan nasional.

  • Literasi Digital
Pentingnya literasi digital juga bisa digalakkan oleh satuan pendidikan dengan memanfaatkan kerjasama melalui berbagai pihak terkait, seperti Menkominfo, maupun organisasi-organisasi dan pegiat literasi digital. Inti dari kegiatan ini adalah memperkuat kemampuan literasi digital peserta didik.

  • Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi: Riset Dosen-Guru
Satuan pendidikan bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka pengembangan kapasitas guru. Perguruan tinggi memiliki salah satu misi mereka terkait dengan pengabdian masyarakat. Untuk pengabdian masyarakat ini, perguruan tinggi dapat bekerjasama dengan satuan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas pendidik. Selain itu, satuan pendidikan bisa membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran para guru, dan sebaliknya perguruan tinggi bisa memanfaatkan pengalaman satuan pendidikan sebagai laboratorium bagi pengembangan teori-teori pendidikan dan pembelajaran, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pendidik.

  • Program Magang Kerja
Satuan pendidikan bisa bekerja sama dengan komunitas bisnis untuk menyediakan sumber daya dan kesempatan bagi para peserta didik agar dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang mereka pelajari di lingkungan kerja secara nyata. Program magang diperusahaan dan tempat-tempat bekerja bisa menjadi kegiatan untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik, sehingga memiliki pengalaman yang lebih luas terkait disiplin ilmu yang sedang dipelajarinya.

  • Kerja Sama dengan Komunitas Keagamaan
Untuk sekolah-sekolah dengan ciri khas keagamaan tertentu, pembentukan nilai-nilai spiritual dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga dan komunitas keagamaan tertentu yang mampu membantu menumbuhkan semangat kerohanian yang mendalam, terbuka pada dialog, yang akan membantu setiap individu, terutama peserta didik agar dapat memiliki pemahaman dan praktik ajaran iman yang benar dan toleran. Kerja sama dengan komunitas keagamaan ini bisa dilakukan dengan melibatkan lembaga-lembaga yang memang menyediakan layanan untuk pengembangan keagamaan khusus, sesuai dengan agama masing-masing peserta didik.



from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/04/implementasi-penguatan-pendidikan.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

RPP SD Kurikulum 2013 - Kali ini situs Membumikan Pendidikan akan share mengenai RPP SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1 Tema 4. Perlu diketahui bahwa Kemendikbud pada tahun 2014 telah mengeluarkan kebijakan penataan implementasi Kurikulum 2013 melalui Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Berdasarkan kebijakan tersebut implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

Ditambah dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), hal ini menuntut guru untuk melakukan penguatan karakter siswa yang menginternalisasikan nilai-nilai utama PPK yaitu relijiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong-royang dan integritas dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.

Selain itu, untuk membangun generasi emas Indonesia, maka perlu dipersiapkan peserta didik yang memiliki keterampilan Abad 21 seperti khususnya keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving skills), keterampilan untuk bekerjasama (collaboration skills), kemampuan untuk berkreativitas (creativities skills), dan kemampuan untuk berkomunikasi (commnication skills).

PPK merupakan platform pendidikan nasional yang memperkuat Kurikulum 2013. Modul Pelatihan Kurikulum 2013 ini telah mengintegrasikan tiga strategi implementasi PPK yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat sehingga implementasi Kurikulum 2013 menjadi bagian integral dalam penguatan pendidikan karakter, kecakapan literasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills/HOTS).

Download RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 4

Untuk mendukung hal tersebut berikut Situs Membumikan Pendidikan share RPP SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1 Tema 4 yang di dalamnya sudah mencakup mengenai PPK, Kecakapan Literasi, dan HOTS.

Unduh RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 4

Di bawah ini situs Membumikan Pendidikan sediakan file RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 untuk semester 1 tema 4 yang bisa sahabat-sahabat guru/pendidik unduh. Dalam RPP Kurtilas Kelas 1 Tema 4 ini, Situs Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa subtema agar sahabat bisa dengan mudah mendownload sesuai dengan yang dibutuhkan.

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 4 Subtema 1
Download Via : GDrive | Dropbox | Box

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 4 Subtema 2
Download Via : GDrive | Dropbox | Box

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 4 Subtema 3
Download Via : GDrive | Dropbox | Box

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 4 Subtema 4
Download Via : GDrive | Dropbox | Box


Demikian postingan tentang RPP SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1 Tema 4 yang bisa Membumikan Pendidikan share, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa digunakan sebagai latihan dalam pembuatan RPP bagi guru.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/04/download-rpp-kurikulum-2013-revisi-2017.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

PPK Berbasis Budaya Sekolah - Sebagai salah satu pendekatan dalam penguatan pendidikan karakter selain PPK Berbasis Kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah  merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung praksis PPK mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah.

Baca juga: Pengintegrasian PPK Berbasis Kelas

Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah berfokus pada pembiasaan dan pembentukan budaya yang merepresentasikan nilai-nilai utama PPK yang menjadi prioritas satuan pendidikan. Pembiasaan ini diintegrasikan dalam keseluruhan kegiatan di sekolah yang tercermin dari suasana dan lingkungan sekolah yang kondusif.

Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah

Pengintegrasian PPK Berbasis Budaya Sekolah

Langkah-langkah pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, antara lain dapat dilaksanakan dengan cara:
  • Menentukan Nilai Utama PPK
Sekolah memulai program PPK dengan melakukan asesmen awal. Salah satu kegiatan asesmen awal adalah bahwa satuan pendidikan memilih nilai utama yang akan menjadi fokus dalam pengembangan pembentukan dan penguatan karakter di lingkungan mereka. Pemilihan nilai utama ini didiskusikan, dimusyawarahkan, dan didialogkan dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah (kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan peserta didik). Bersamaan dengan  itu, dirumuskan pula sejumlah nilai pendukung yang dipilih dan relevan. Sekolah mendeskripsikan bagaimana jalinan antarnilai utama tersebut, yaitu antarnilai utama yang dipilih dengan nilai pendukung. Seluruh pemangku kepentingan menyepakati nilai utama yang menjadi prioritas serta nilai pendukung, dan jalinan antarnilai dalam membentuk karakter warga sekolah, dan sekaligus tertuang dalam visi dan misi sekolah.

Nilai utama yang dipilih oleh satuan pendidikan menjadi fokus dalam rangka pengembangan budaya dan identitas sekolah. Seluruh kegiatan, program, dan pengembangan karakter di lingkungan satuan pendidikan berpusat pada nilai utama tersebut, dan berlaku bagi semua komunitas sekolah.

Satuan pendidikan menjabarkan nilai utama ini dalam indikator dan bentuk perilaku objektif yang bisa diamati dan diverifikasi. Dengan menentukan indikator, satuan pendidikan dapat menumbuhkan nilai- nilai pendukung yang lain melalui fokus pengalaman komunitas sekolah terhadap implementasi nilai tersebut.

Dari nilai utama dan nilai-nilai pendukung yang sudah disepakati dan ditetapkan oleh satuan pendidikan, sekolah bisa membuat tagline yang menjadi moto satuan pendidikan tersebut sehingga menunjukkan keunikan, kekhasan, dan keunggulan sekolah. Contoh: “Membentuk Pemimpin Berintegritas”, “Sekolah Cinta”, “Sekolah Budaya”, dan lain-lain. Satuan pendidikan dapat pula membuat logo sekolah, himne, dan mars sekolah yang sesuai dengan branding-nya masing-masing.
  • Menyusun Jadwal Harian/Mingguan
Satuan pendidikan dapat menyusun jadwal kegiatan harian atau mingguan untuk memperkuat nilai-nilai utama PPK yang telah dipilih sebagai upaya penguatan secara habituasi dan terintegrasi.
  • Evaluasi Peraturan Sekolah
Budaya sekolah yang baik terlihat dalam konsep pengelolaan sekolah yang mengarah pada pembentukan dan penguatan karakter. Sebagai sebuah gerakan nasional, setiap lembaga pendidikan wajib melakukan koreksi dan evaluasi atas berbagai peraturan yang mereka miliki dan menyelaraskannya dengan nilai-nilai revolusi mental yang  ingin diarahkan pada penguatan pendidikan karakter. Salah satu contoh peraturan yang wajib dievaluasi adalah peraturan kedisplinan tentang sakit, izin, dan alpa, penerapan kebijakan kriteria ketuntasan minimal (KKM), dan peraturan terkait kegiatan mencontek.

Penguatan pendidikan karakter perlu mempergunakan sarana yang sudah ada dan memiliki indikator yang jelas, terukur, dan objektif tentang penguatan pendidikan karakter. Evaluasi praksis pemanfaatan peraturan sekolah tentang kehadiran dibutuhkan agar peraturan ini dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik.

Selain peraturan tentang kedisplinan, sekolah juga perlu mengadakan evaluasi atas peraturan-peraturan lain, untuk melihat apakah peraturan sekolah yang ada telah mampu membentuk karakter peserta didik atau justru malah melemahkannya. Upaya telaah, analisis, dan revisi pada berbagai bentuk aturan ini sangat penting dalam rangka menghadirkan kultur pembentukan dan penguatan karakter yang mendorong peserta didik menjadi pembelajaran otentik, dimana peserta didik dapat belajar dari pengalaman yang mereka lalui/rasakan sesuai dengan tahapan perkembangan masing-masing.

Dalam upaya pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, sekolah dapat membuat atau merevisi peraturan dan tata tertib sekolah secara bersama-sama dengan melibatkan semua komponen sekolah yang terkait. Dengan demikian, semangat menegakkan peraturan tersebut semakin besar karena dibangun secara bersama.
  • Pengembangan Tradisi Sekolah
Satuan pendidikan dapat mengembangkan PPK berbasis budaya sekolah dengan memperkuat tradisi yang sudah dimiliki oleh sekolah. Selain mengembangkan yang sudah baik, satuan pendidikan tetap perlu mengevaluasi dan merefleksi diri, apakah tradisi yang diwariskan dalam satuan pendidikan tersebut masih relevan dengan kebutuhan dan kondisi sekarang atau perlu direvisi kembali, agar dapat menjawab tantangan yang berkembang, serta selaras dengan upaya penguatan karakter di satuan pendidikan tersebut.
  • Pengembangan Kegiatan kokurikuler
Kegiatan kokurikuler dilakukan melalui serangkaian penugasan yang sesuai dengan target pencapaian kompetensi setiap mata pelajaran yang relevan dengan kegiatan intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler dapat dilaksanakan baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, tetapi kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP) yang telah disusun guru. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan siswa di luar lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab dan pengawasan guru yang bersangkutan. Jenis-jenis kegiatannya antara lain berupa tugas-tugas, baik dilaksanakan secara individu maupun kelompok. Contohnya, dapat berupa kegiatan proyek, penelitian, praktikum, pengamatan, wawancara, latihan-latihan seni dan olah raga, atau kegiatan produktif lainnya.
  • Ekstrakurikuler (Wajib dan Pilihan)
Penguatan nilai-nilai utama PPK sangat dimungkinkan dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). Kegiatan ekskul tersebut bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan bakat peserta didik, sesuai dengan minat dan kemampuannya masing-masing.

Kegiatan ekskul ada dua jenis, yaitu ekskul wajib (pendidikan kepramukaan) dan ekskul pilihan (sesuai dengan kegiatan ekskul yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan).

Semua kegiatan ekskul yang dikembangkan tersebut harus memuat dan menegaskan nilai-nilai karakter yang dikembangan dalam setiap bentuk kegiatan yang dilakukan.Meskipun secara implisit kegiatan ekskul sudah mengandung nilai-nilai karakter, namun tetap harus diungkap secara eksplisit serta direfleksikan dan ditegaskan kembali di akhir kegiatan, agar peserta didik sadar dan paham.

Demikian ulasan mengenai pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah, semoga bisa bemanfaat dan bisa menambah wawasan sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan tentang pendidikan karakter.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/04/penguatan-pendidikan-karakter-berbasis.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Situs Membumikan Pendidikan kali ini akan share tentang RPP Kurikulum 2013 Kelas 6 SD Semester 2 Revisi 2017. Sebagai rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, RPP harus selalu disiapkan dan dibuat oleh guru. Hal ini sesuai dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 bahwa RPP ini dikembangkan dari Silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai KD.

Sehingga kemampuan guru dalam menyusun perencanaan yang tertuang dalam RPP adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. RPP ini kemudian dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, buku teks pelajaran dan referensi lain yang mendukung.

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 6 Semester 2

Yang dikembangkan dalam Model RPP untuk Kurikulum 2013 ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS

Oleh karena itu seorang guru harus bisa memahami perancangan pembelajaran tematik terpadu yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTS menjadi strategi implementasinya. Baca juga: Pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas

RPP SD Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Di bawah ini situs Membumikan Pendidikan sediakan RPP Kelas 6 SD untuk Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan PPK, literasi, 4C, dan HOTS yang bisa sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan unduh sebagai bahan referensi dalam pembuatan RPP. RPP Kurtilas Rev. 2017 Kelas 6 Semester 2 ini Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa tema agar mudah untuk di downloadnya.


Demikianlah postingan mengenai RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 6 SD Semester 2 semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan khususnya yang mengemban tugas sebagai pendidik.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/04/rpp-kurikulum-2013-revisi-2017-kelas-6.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Halo sahabat Membumikan Pendidikan, kali ini situs Membumikan Pendidikan akan berbagi perihal pendidikan karakter. Sebagaimana Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bahwa dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang pendidik atau guru harus terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter. Dan salah satu pendekatan dari tiga pendekatan dalam implementasi pendidikan karakter, yaitu PPK Berbasis Kelas. Dimana Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas dapat membantu satuan pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan program dan kegiatan PPK. Baca juga: Permasalahan Bangsa Dewasa Ini dalam Pembangunan Karakter

Pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas

Ada beberapa klasifikasi dalam pengintegrasian PPK Berbasis Kelas, di antaranya adalah pengintegrasian PPK dalam kurikulum, PPK melalui manajemen kelas, pemilihan metode pembelajaran, melalui mata pelajaran khusus, dan melalui gerakan literasi. Untuk lebih jelas mengenai hal tersebut di bawah ini situs Membumikan Pendidikan uraikan satu persatu.

Integrasi PPK Berbasis Kelas

  • Pengintegrasian PPK dalam kurikulum
Pengintegrasian PPK dalam kurikulum  mengandung  arti  bahwa pendidik mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK ke dalam proses pembelajaran dalam setiap mata pelajaran. Pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai utama karakter dimaksudkan untuk menumbuhkan dan menguatkan pengetahuan, menanamkan kesadaran, dan mempraktikkan nilai-nilai utama PPK. Pendidik dapat memanfaatkan secara optimal materi yang sudah tersedia di dalam kurikulum secara kontekstual dengan penguatan nilai-nilai utama PPK.

Langkah-langkah menerapkan PPK melalui pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum, dapat dilaksanakan dengan cara:

Langkah Pengintegrasian PPK dalam Kurikulum:

  1. Melakukan analisis KD melalui identifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam materi pembelajaran; 
  2. Mendesain RPP yang memuat fokus penguatan karakter dengan memilih metode pembelajaran dan pengelolaan (manajemen) kelas yang relevan;
  3. Melaksanakan pembelajaran sesuai skenario dalam RPP;
  4. Melaksanakan penilaian otentik atas pembelajaran yang dilakukan; dan
  5. Melakukan refleksi dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran. 


  • Pengintegrasian PPK Melalui Manajemen Kelas
Manajemen kelas (pengelolaan kelas) adalah momen pendidikan yang menempatkan para guru sebagai individu yang berwenang dan memiliki otonomi dalam proses pembelajaran untuk mengarahkan, membangun kultur pembelajaran, mengevaluasi dan mengajak seluruh komunitas kelas membuat komitmen bersama agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berhasil. Pendidik memiliki kewenangan dalam mempersiapkan (sebelum masuk kelas), mengajar, dan setelah pengajaran, dengan mempersiapkan skenario pembelajaran yang berfokus pada nilai-nilai utama karakter. Manajemen kelas yang baik akan membantu peserta didik belajar dengan lebih baik dan dapat meningkatkan prestasi belajar.

Dalam proses pengelolaan dan pengaturan kelas terdapat momen penguatan nilai-nilai pendidikan karakter. Contohnya, sebelum memulai pelajaran pendidik bisa mempersiapkan peserta didik untuk secara psikologis dan emosional memasuki materi pembelajaran, untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan komitmen bersama, guru bersama peserta didik membuat komitmen kelas yang akan disepakati pada saat peserta didik belajar. Aturan ini dikomunikasikan, didialogkan, dan disepakati bersama dengan peserta didik. Tujuan pengaturan kelas adalah agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan membantu setiap individu berkembang maksimal dalam belajar. Pengelolaan kelas yang baik dapat membentuk penguatan karakter. Berikut ini contoh pengelolaan kelas yang berusaha memberikan penguatan karakter.

PPK Melalui Manajemen Kelas:
  1. Peserta didik menjadi pendengar yang baik atau menyimak saat guru memberikan penjelasan di dalam kelas (dapat menguatkan nilai saling menghargai dan toleransi).
  2. Peserta didik mengangkat tangan/mengacungkan jari kepada guru sebelum mengajukan pertanyaan/tanggapan, setelah diizinkan oleh guru ia baru boleh berbicara (dapat menguatkan nilai saling menghargai dan percaya diri).
  3. Pemberian sanksi yang mendidik kepada peserta didik sebagai konsekuensi dan bentuk tanggung jawab bila terjadi keterlambatan dalam mengerjakan atau mengumpulkan tugas (dapat menguatkan nilai disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen diri).
  4. Guru mendorong peserta didik melakukan tutor teman sebaya, siswa yang lebih pintar diajak untuk membantu temannya yang kurang dalam belajar dan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru (dapat menguatkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, percaya diri, dan bertanggung jawab).


Pengelolaan kelas tidak bisa diredusir sekadar sebagai pengaturan tatanan lingkungan fisik di kelas, melainkan perlu lebih berfokus pada bagaimana mempersiapkan peserta didik agar memiliki kesiapan fisik, mental, psikologis, dan akademis untuk menjalani proses pembelajaran secara lebih produktif. Baca juga: Tuntutan Menjadi Guru yang Profesional

  • PPK Melalui Pilihan dan Penggunaan Metode Pembelajaran
Penguatan Pendidikan Karakter terintegrasi dalam kurikulum dilakukan melalui pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Guru harus pandai memilih agar metode pembelajaran yang digunakan secara tidak langsung menanamkan pembentukan karakter peserta didik. Metode pembelajaran yang dipilih harus dapat membantu guru dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik. Melalui metode tersebut diharapkan peserta didik memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada abad XXI, seperti kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerjasama dalam pembelajaran (collaborative learning).

Beberapa metode pembelajaran yang dapat dipilih guru secara kontekstual, antara lain:

Metode Pembelajaran:
  1. metode pembelajaran saintifik (scientific learning), sebagai metode pembelajaran yang didasarkan pada proses keilmuan dengan langkah kegiatan mulai dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik simpulan.
  2. metode inquiry/discovery learning, yaitu penelitian/penyingkapan. Dalam Webster's Collegiate Dictionary, inquirydidefinisikan sebagai “bertanya tentang” atau “mencari informasi dengan cara bertanya”, sedangkan dalam kamus American Heritage, discovery disebut sebagai “tindakan menemukan”, atau “sesuatu yang ditemukan lewat suatu tindakan”.
  3. metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yaitu metode pembelajaran yang memfokuskan pada  identifikasi  serta pemecahan masalah nyata, praktis, kontekstual, berbentuk masalah yang strukturnya tidak jelas atau belum jelas solusinya (ill-structured) atau  open  ended  yang  ada  dalam  kehidupan  peserta didik sebagai titik sentral kajian untuk dipecahkan melalui prosedur ilmiah dalam pembelajaran, yang kegiatannya biasanya dilaksanakan secara berkelompok.
  4. metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), yaitu pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.
  5. metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning), yaitu suatu model pembelajaran dimana peserta didik belajar dalam kelompok- kelompok kecil (umumnya terdiri dari 4-5 orang peserta didik dengan keanggotaan yang heterogen (tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku/ras berbeda). Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran
  6. metode pembelajaran berbasis teks (text-based instruction/ genre-based instruction), yaitu pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan peserta didik untuk menyusun  teks.  Metode pembelajaran ini mendasarkan diri pada pemodelan teks dan analisis terhadap fitur- fiturnya secara eksplisit serta fokus pada hubungan antara teks dan konteks penggunaannya. Perancangan unit-unit pembelajarannya mengarahkan peserta didik agar mampu memahami dan memproduksi teks baik lisan maupun tulisan dalam berbagai konteks. Untuk itu, siswa perlu memahami fungsi sosial, struktur, dan fitur kebahasaan teks.


Pilihan dan penggunaan metode-metode pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan dengan beberapa strategi, antara lain:
  • Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning). Melalui pembelajaran ini, peserta didik berlatih bagaimana bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah proyek bersama. Fokus nilai dan keterampilan yang menjadi sasaran dalam strategi pembelajaran kolaboratif adalah kemampuan bekerja sama.
  • Presentasi. Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil  pemikiran, tulisan, dan kajiannya di depan kelas. Nilai yang dibangun dengan strategi ini adalah rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan, serta kemampuan untuk mempertahankan pendapat dalam berargumentasi. Bagi peserta didik yang mempresentasikan, ia  akan  berlatih  berargumentasi  dengan  baik. Bagi teman-teman sekelas, mereka akan belajar mengkritisi sebuah argumentasi dengan memberikan argumentasi lain yang lebih rasional dan berdasarkan data/fakta. Strategi ini akan memperkuat kemampuan untuk berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta didik.
  • Diskusi. Dalam pembelajaran, peserta didik perlu dilibatkan secara aktif bersama teman-temannya secara berkelompok, berintegrasi secara verbal, saling bertukar pikiran dan informasi, saling mempertahankan pendapat, mengajukan usulan dan gagasan yang lebih baik, serta bersama-sama memecahkan masalah tertentu dalam pembelajaran. Fokus penguatan karakter pada strategi ini adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.
  • Debat. Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk beradu argumentasi dalam sebuah perdebatan yang topiknya dipilih secara aktual dan kontekstual, agar mereka dapat mempertahankan argumentasinya secara logis, rasional, dengan bahasa yang komunikatif dan memikat perhatian pendengar (audiens). Fokus penguatan karakter pada strategi ini adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, percaya diri, dan mempengaruhi orang lain melalui tata cara berargumentasi yang baik.
  • Pemanfaatan TIK. Dalam pembelajaran, peserta didik dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Dengan memanfaatkan TIK untuk pembelajaran, diharapkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan sarana TIK lebih baik, pembelajaran pun lebih efektif dan menarik. Fokus pada kegiatan ini adalah literrasi digital.

  • PPK Melalui Mata Pelajaran Khusus
Penguatan Pendidikan Karakter secara umum dilakukan dengan cara mengintegrasikan PPK dalam mata pelajaran yang sudah ada (terintegrasi dalam kurikulum). Namun, sekolah bisa pula mengajarkan nilai-nilai PPK melalui mata pelajaran khusus yang berfokus pada tema nilai-nilai tertentu. Sekolah mendesain mata pelajaran khusus dengan alokasi waktu khusus yang disediakan sebagai bagian dalam pembentukan karakter peserta didik. Tema-tema yang mengandung nilai utama PPK diajarkan dalam bentuk pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran yang selaras sehingga dapat semakin memperkay a praksis PPK di sekolah. Tema-tema yang diambil disesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Satuan pendidikan mendesain sendiri tema dan prioritas nilai pendidikan karakter apa yang akan mereka tekankan dan menyediakan guru khusus atau memberdayakan guru yang ada untuk mengajarkan materi tentang nilai-nilai tertentu untuk memperkuat pendidikan karakter.

  • PPK Melalui Gerakan literasi
Gerakan literasi merupakan kegiatan mengasah kemampuan mengakses, memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan cerdas berlandaskan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara untuk menumbuhkembangkan karakter seseorang menjadi tangguh, kuat, dan baik. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan secara terencana dan terprogram sedemikian rupa, baik dalam kegiatan- kegiatan berbasis kelas maupun kegiatan-kegiatan berbasis budaya sekolah, dan komunitas masyarakat. Dalam konteks kegiatan PPK berbasis kelas, kegiatan-kegiatan literasi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran dan mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum.

Setiap guru dapat mengajak peserta didik membaca, menulis, menyimak, dan mengomunikasikan secara teliti, cermat, dan tepat tentang suatu tema atau topik yang ada di berbagai sumber, baik buku, surat kabar, media sosial, maupun media-media lain. Dalam hubungan ini diperlukan ketersediaan sumber-sumber informasi di sekolah, antara lain buku, surat kabar, dan internet. Oleh sebab itu, keberadaan dan peranan pojok baca, perpustakaan sekolah, dan jaringan internet menjadi penting untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran.

Kreativitas guru merupakan faktor penting dalam menyajikan program dan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara secara cerdas, agar peserta didik dapat menginternalisasi nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti perlu menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan dan memulai gerakan literasi di sekolah.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/pengintegrasian-penguatan-pendidikan.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Salam Pendidikan sahabat Membumikan Pendidikan, kali ini situs Membumikan Pendidikan akan share tentang RPP Kurikulum 2013 Kelas 3 SD Revisi 2017 Semester 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagaimana tertuang di dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016 merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP ini dikembangkan dari Silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai KD.

Berdasarkan Permendikbud di atas maka salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menyusun perencanaan atau RPP ini. RPP selanjutnya dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, buku teks pelajaran dan referensi lain yang mendukung.

RPP Kurikulum 2013 Kelas 3 SD Revisi 2017 Semester 2

Yang membedakan antara RPP sebelumnya dengan RPP dalam Kurtilas ini bahwa RPP Kurikulum 2013 yang baru ini dikembangkan dengan mengintegrasikan 4 (empat) hal, empat hal tersebut adalah penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS.

Sehingga guru harus dapat memahami perancangan pembelajaran tematik terpadu yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4C dan HOTS menjadi strategi implementasinya.

RPP SD Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Berikut situs Membumikan Pendidikan akan berbagi mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas 3 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan PPK, literasi, 4C, dan HOTS yang bisa sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan unduh sebagai bahan referensi dalam pembuatan RPP. RPP berikut Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa tema supaya bisa mengunduh sesuai kebutuhan.


Demikianlah postingan mengenai RPP Kurikulum 2013 SD Kelas 3 Revisi 2017 Semester 2 semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan khususnya yang mengemban tugas sebagai pendidik. Salam Pendidikan.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/rpp-kurikulum-2013-kelas-3-sd-revisi.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Postingan kali ini situs Membumikan Pendidikan akan share tentang RPP Kurikulum 2013 Kelas 5 SD Revisi 2017 Semester 2. RPP sebagaimana menurut Permendikbud No. 22 tahun 2016 merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP ini dikembangkan dari Silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai KD.

Merujuk dari Permendikbud di atas maka kemampuan guru dalam menyusun perencanaan yang tertuang dalam RPP merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Yang selanjutnya dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, buku teks pelajaran dan referensi lain yang mendukung.

RPP Kurikulum 2013 SD Kelas 5 Revisi 2017 Semester 2

Model RPP yang dikembangkan di Kurikulum 2013 ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS.

Sehingga guru harus dapat memahami perancangan pembelajaran tematik terpadu yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4C dan HOTS menjadi strategi implementasinya.

RPP SD Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Di bawah ini situs Membumikan Pendidikan akan berbagi mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan PPK, literasi, 4C, dan HOTS yang bisa sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan unduh sebagai bahan referensi dalam pembuatan RPP. RPP berikut Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa tema supaya bisa mengunduh sesuai kebutuhan.


Demikianlah postingan mengenai RPP Kurikulum 2013 SD Kelas 5 Revisi 2017 Semester 2 semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan khususnya yang mengemban tugas sebagai pendidik. Salam Pendidikan.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/rpp-kurikulum-2013-sd-kelas-5-revisi.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Kali ini situs Membumikan Pendidikan akan berbagai mengenai RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 4 SD Semester 2. Sebagai rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, RPP harus selalu disiapkan dan dibuah oleh guru.

Oleh karena itu, kemampuan guru dalam menyusun perencanaan yang tertuang dalam RPP merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Kemudian dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, buku teks pelajaran dan referensi lain yang mendukung.

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 4 SD Semester 2

Adapun model RPP yang dikembangkan dalam Kurikulum 2013 ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS

Sehingga guru harus dapat memahami perancangan pembelajaran tematik terpadu yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTS menjadi strategi implementasinya.

RPP SD Kelas 4 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Berikut situs Membumikan Pendidikan akan berbagi mengenai RPP untuk Kelas 4 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan PPK, literasi, 4C, dan HOTS yang bisa sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan unduh sebagai bahan referensi dalam pembuatan RPP. RPP Kurtilas Rev. 2017 Kelas 4 Semester 2 di bawah ini Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa tema agar mudah untuk di downloadnya.


Demikianlah postingan mengenai RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 4 SD Semester 2 semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan khususnya yang mengemban tugas sebagai pendidik.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/rpp-kurikulum-2013-revisi-2017-kelas-4.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Muslim Kaffah - Artikel kali ini, situs Membumikan Pendidikan akan share mengenai bagaimana menjadi seorang muslim yang kaffah, dan bagaimana pandangan para mufassir (ahli tafsir) mengenai QS. al-Baqarah ayat 208.

Dalam al-Qur’an Allah Swt telah jelas menyebut bahwa manusia hendaknya “kaffah” dalam memeluk agama Islam. Dia menganjurkan manusia untuk tidak menuruti langkah-langkah syaitan, karena mereka adalah musuh yang nyata bagi manusia yang beriman.

Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah ayat 208 telah berfirman yang kurang lebih artinya adalah:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Nabi Muhammad Saw yang sangat saying kepada umatnya, bahkan ketika detik-detik meninggalnya, Rasulullah hanya mengingat umatnya dengan menyebut “ummati” (umatku) sebanyak 3 (tiga) kali. Ini menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada umatnya. Sehingga kita sebagai umat Nabi juga harus mencintainya dengan jalan selalu menghadirkannya setiap kita membaca shalawat.

Muslim Kaffah dalam Perspektif Al-Qur’an

Menjadi muslim yang “kaffah” tidak belajar Islam secara instan. Proses instan tidak melalui proses mengaji diberbagai guru, kiai, atau ulama yang ilmunya mumpuni. Belajar agama secara instan hanya berdampak pada mudah menyalahkan orang lain yang berbeda pendapat, cenderung anti terhadap tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat, hingga sampai mengkafirkan saudaranya sendiri padahal notabene sesama muslim.

Maka tidak ada pilihan lain kecuali kita terus berupaya menebar Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam termasuk manusia atau yang dalam bahasa al-Qur’an disebut “Islam Rahmatan lil’alamin” dengan cara-cara yang baik dan konskuen. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan Imam Muslim yang artinya:
Katakanlah aku beriman kepada Allah, maka istiqomahlah.
Adapun prosesnya bisa di sekolah, pesantren, masjid, mushola, majlis taklim, dan wadah-wadah yang lain merupakan upaya sahabat-sahabat membumikan pendidikan sebagai pelajar untuk meneguk ilmu dari sebanyak-banyaknya dari seorang guru. Belajar agama Islam tanpa menghadirkan guru, kiai, atau ulama hanya akan membuat pemahaman Islam sahabat-sahabat membumikan pendidikan tidak mendalam sehingga mudah menyalahkan orang lain yang berbeda dengan kita.

Merujuk pada sabda Nabi Saw di atas, seorang pelajar harus belajar secara istiqomah, baik belajar agama maupun ilmu umum. Walaupun sesungguhnya tidak ada dikotomi ilmu (agama dan umum) karena semua ilmu lahir dari kekuasan Allah yang harus dituntut, dicari, dan didatangi. Dalam persoalan menimba ilmu, KH. Maimun Jubair atau sering kita sebut Mbah Moen pernah berpesan bahwa ilmu itu harus didatangi oleh manusia, karena ia tidak mendatangi.

Al-ilmu yu’ta wa la ya’tii” (Ilmu itu didatangi bukan mendatangi dirimu). Sebab itu, memperkokoh jaringan atau sanad keilmuan agama kepada sejumlah guru menjadi sesuatu yang penting bagi pelajar dalm upaya memahami Islam secara “kaffah” atau dalam bahasa akademisi disebut integral.

Menurut KH. Ali Maksum, langkah untuk mewujudkan muslim yang kaffah ada beberapa tahap. Pertama, orang itu harus mempelajari apa dan bagaimana itu Islam. Kedua, setelah mempelajari juga perlu untuk diamalkan dan diajarkan kembali. Ketiga, sabar dalam berjuang bersama Islam, dan terakhir keempat, memiliki keyakinan terhadap perjuangan Islam. Melalui berbagai tahap ini, KH. Ali Maksum ingin menegaskan kembali bahwa belajar Islam haruslah melalui berbagai tahap. Tidak instan, apalagi hanya bermodal ada akses teknologi informasi atau internet.

Tafsir Muslim Kaffah Menurut Mufassir

Salah satu mufassir bernama Fahruddin Muhammad bin Umar ar-Razi dalam Tafsir al-Kabirnya menyebutkan bahwa maksud dari kata kaffah dalam QS. al-Baqarah di atas adalah tetaplah kalian semua di atas agama Islam sejak permulaan dan janganlah kalian keluar dari Islam dan syariat Islam.
Menurut Imam Qafal, kata kaffah berarti keseluruhan bisa dikembalikan kepada mereka yang diperintah masuk Islam. Sehingga maksudnya masuklah kalian kesemuanya dalam agama Islam dan janganlah berpisah-pisah dan jangan pula berbeda-beda.

Kata kaffah yang berarti keseluruhan juga dapat dikembalikan kepada Islam, yakni seluruh syariat Islam. Al-Wahidi r.a menjelaskan bahwa pendapat ini lebih layak dengan dhahirnya tafsir. Karena mereka (orang-orang mukmin) diperintah melaksanakan keseluruhan syariat Islam.

Terkait istilah kaffah ini, Wahbah Zuhaili dalam tafsir al-Munir menjelaskan bahwa agama Islam sesuatu yang utuh yang tidak boleh dipecah-pecah, maka barangsiapa beriman maka ia wajib mengambil keseluruhannya. Jadi dia tidak boleh memilih hokum Islam yang ia senangi dan meninggalkan hokum Islam yang tidak ia sukai atau mengumpulkan antara Islam dan agama-agama yang lain, karena Allah Swt memerintahkan mengikuti seluruh ajaran-ajaran Islam, menerapkan semua kewajiban-kewajibannya dan memuliakan semua aturan-aturannya tentang halal dan haram.

Adapun terkait penerapan syariat Islam dalam kehidupan bernegara (konstitusi) dan dalam kehidupan bermasyarakat (kultur) adalah tanggung jawab bersama setiap muslim. Artinya, syariat Islam tak boleh terlalu dipaksakan ke dalam system Negara yang majemuk. Usaha menerapkan hokum Islam dalam konstitusi Negara harus dilaksanakan dengan cara-cara yang jauh dari kekerasan.

Dalam kehidupan pelajar dan masyarakat secara umum, kita dapat membuat kesimpulan serupa bahwa muslim yang kaffah bukan hanya berupaya menjalankan ibadah dan syariat Islam lainnya, tetapi juga perilaku seperti tidak memaksakan kehendak, taat pada konstitusi Negara, dan menjaga tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat juga termasuk upaya mempraktekkan diri sebagai muslim yang kaffah.

Demikian ulasan mengenai Muslim Kaffah dalam Perspektif Al-Qur’an, semoga bisa menambah wawasan keilmuan sahabat-sahabat dan bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sahabat-sahabat.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/muslim-kaffah-dalam-perspektif-al-quran.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

Postingan kali ini situs Membumikan Pendidikan akan berbagai mengenai RPP Kurikulum 2013 Kelas 2 SD Revisi 2017 Semester 2. Tidak asing lagi bagi setiap pendidik bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP ini dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). (Permendikbud No. 22 tahun 2016)

Kemampuan guru dalam menyusun perencanaan yang tertuang dalam RPP merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Kemudian dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, buku teks pelajaran dan referensi lain yang mendukung.

RPP Kurikulum 2013 Kelas 2 SD Revisi 2017 Semester 2

Untuk model RPP yang dikembangkan dalam Kurikulum 2013 ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS

Oleh karena itu, guru harus dapat memahami perancangan pembelajaran tematik terpadu yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTS menjadi strategi implementasinya.

RPP SD Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Di bawah ini situs Membumikan Pendidikan akan share mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan PPK, literasi, 4C, dan HOTS yang bisa sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan unduh sebagai bahan referensi dalam pembuatan RPP.


Demikianlah postingan mengenai RPP Kurikulum 2013 Kelas 2 SD Revisi 2017 Semester 2 semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu sahabat-sahabat Membumikan Pendidikan khususnya yang mengemban tugas sebagai pendidik. Salam Pendidikan.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/rpp-kurikulum-2013-kelas-2-sd-revisi.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.

RPP SD Kurikulum 2013 - Kali ini situs Membumikan Pendidikan akan share mengenai RPP SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1 Tema 3. Perlu diketahui bahwa Kemendikbud pada tahun 2014 telah mengeluarkan kebijakan penataan implementasi Kurikulum 2013 melalui Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Berdasarkan kebijakan tersebut implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

Ditambah dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), hal ini menuntut guru untuk melakukan penguatan karakter siswa yang menginternalisasikan nilai-nilai utama PPK yaitu relijiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong-royang dan integritas dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.

Selain itu, untuk membangun generasi emas Indonesia, maka perlu dipersiapkan peserta didik yang memiliki keterampilan Abad 21 seperti khususnya keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving skills), keterampilan untuk bekerjasama (collaboration skills), kemampuan untuk berkreativitas (creativities skills), dan kemampuan untuk berkomunikasi (commnication skills).

PPK merupakan platform pendidikan nasional yang memperkuat Kurikulum 2013. Modul Pelatihan Kurikulum 2013 ini telah mengintegrasikan tiga strategi implementasi PPK yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat sehingga implementasi Kurikulum 2013 menjadi bagian integral dalam penguatan pendidikan karakter, kecakapan literasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills/HOTS).
Unduh RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 3
Untuk mendukung hal tersebut berikut Situs Membumikan Pendidikan share RPP SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1 Tema 3 yang di dalamnya sudah mencakup mengenai PPK, Kecakapan Literasi, dan HOTS.

Unduh RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 3

Di bawah ini situs Membumikan Pendidikan sediakan file RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 untuk semester 1 tema 3 yang bisa sahabat-sahabat guru/pendidik unduh. Dalam RPP Kurtilas Kelas 1 Tema 3 ini, Situs Membumikan Pendidikan bagi ke dalam beberapa subtema agar sahabat bisa dengan mudah mendownload sesuai dengan yang dibutuhkan.

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 3 Subtema 1
Download Via : GDrive | Dropbox | Box

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 3 Subtema 2
Download Via : GDrive | Dropbox | Box

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 3 Subtema 3
Download Via : GDrive | Dropbox | Box

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Tema 3 Subtema 4
Download Via : GDrive | Dropbox | Box


Demikian postingan tentang RPP SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1 Tema 3 yang bisa Membumikan Pendidikan share, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa digunakan sebagai latihan dalam pembuatan RPP bagi guru.

from Membumikan Pendidikan http://www.membumikanpendidikan.com/2019/03/rpp-kurikulum-2013-kelas-1-tema-3.html
via Materi pendidikan mencerdaskan bangsa sangat diperlukan dalam dunia internet untuk menunjang kemajuan bangsa, sharing artikel yang anda baca hari ini dan anda telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan ikut dalam proses kemajuan bangsa, saling berbagi komentar yang relevan dan membangun sangat membantu, akhir kata materi pendidikan dan artikel terkait pendidikan ini semoga dapat membuat anda tenang dan menambah wawasan yang anda miliki, selamat beraktifitas.
Powered by Blogger.