Halloween party ideas 2015







SEBUAH laporan yang dilansir stasiun Al Jazeera menuding eksekusi dua wartawan AS, James Foley dan Steven Sotloff sebagai 'rekayasa Hollywood' yang dapat dimanfaatkan oleh AS dan sekutunya untuk intervensi militer di Suriah.



Laporan - yang dipublikasi dalam bentuk 'laporan dan wawancara' bagian dari situs web Arab saluran pan-Arab, Kamis - mengatakan tampaknya video Foley merupakan hasil rekayasa, kata alarabiya.net.



"Mungkin hal pertama yang menarik perhatian pemirsa" dalam video pemenggalan pertama adalah bahwa "Foley memainkan peran utama bukan sekadar korban, karena ia membacakan sebuah pernyataan panjang di pertunjukan teatrikalnya, dan dari pelacakan gerakan matanya bahwa ia sedang membaca teks yang sudah disiapkan," kata laporan Al Jazeera.



Laporan tersebut bahkan menyatakan keraguan atas identitas algojo bertopeng, yang dikatakan: "Eksekutor tidak mewakili tampilan sebagai pelaku jihad, tapi lebih mirip dengan aktor Hollywood."



Untuk mendukung klaim bahwa pemenggalan itu "rekayasa," laporan Al Jazeera masuk ke rincian eksekusi. Dinyatakan pula bahwa dari pengamatan melalui gerakan lambat (slow motion) menunjukkan bahwa "pisau digerak-gerakkan pada leher selama enam kali tanpa menimbulkan goresan berdarah."



"Pembuat filmnya ingin meyakinkan kita bahwa pemenggalan dilakukan setelah mereka memotong kepala korban untuk menunjukkan kepalanya terpisah dari tubuh dan itu tidak tampak pada lompatan montase di rekaman video," klaim laporan tersebut.



Ia menambahkan bahwa pernyataan yang sama juga berlaku untuk video eksekusi Sotloff ini. Mirip dengan Foley, diklaim, Sotloff tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan, baik selama maupun pernyataan selama eksekusi.



Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana Foley, yang diculik sejak 2012, hingga ditangkap oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bahkan lebih dari itu, menimbulkan keraguan atas identitas orang yang dieksekusi, yang diklaim bahwa korbannya tidak terlihat seperti Foley.



Mengutip pernyataan 'aktivis' yang mengklaim bahwa Foley sebelumnya bekerja untuk Departemen Luar Negeri AS dan dia diperkirakan memiliki hubungan dengan pihak intelijen, "yang bisa berarti bahwa dia berkolusi dalam pembuatan rekaman itu."



Laporan Al Jazeera mengklaim bahwa "pemenggalan rekayasa" dapat digunakan untuk membenarkan perang masa depan, seperti dalih pembenaran George W. Bush 'untuk invasi Irak pada 2003. Pada 2003, Bush mempublikasikan ide untuk menyerang Irak atas dasar laporan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.

















































Sumber: berita2bahasa





from Suaranews http://ift.tt/1q06cHv

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.