Halloween party ideas 2015









Berani karena benar, satu kalimat yang menguatkan hati Lena Sari (46) seorang karyawati swasta saat menghadapi tiga orang pencopet saat dirinya berada dalam Kopaja S66 Manggarai-Blok M. Karena aksi nekatnya, dua dari tiga pelaku un akhirnya berhasil dibekuk warga saat hendak melarikan diri di persimpangan Taman Mataram, Jalan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/11) siang.



Kisah berani sekaligus nekat tersebut diungkapkan dirinya secara langsung kepada Warta Kota usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kebayoran Baru, sesaat peristiwa terjadi atau sekira pukul 15.00 WIB.







Warga Jalan Salemba Utara Barat, RT 05/07 Palmerah, Mataram, Jakarta Timur itu mengungkapkan kalau dirinya nekat mengejar dan meneriaki ketiga pelaku maling lantaran satu unit ponsel merek Evercross miliknya sudah berpindah tangan kepada salah satu pelaku.



"Takut nggak takut, soalnya kalau nggak begitu, besok-besok bisa kejadian lagi (pencopetan-red)," ungkapnya.



Aksi kejar-kejaran tersebut diungkapkannya bermula saat dirinya hendak menumpang bus Kopaja S66 Manggarai-Blok M dari Terminal Blok M sekira pukul 14.30 WIB. Suasana bus yang lengang, dirinya pun memilih untuk duduk pada barisan kursi paling belakang bus.



Namun tanpa disadarinya, tiga orang kawanan copet, yakni Destian (45), Doni Panjaitan (35) dan Tarigan (36) sudah mengintainya sejak bus meninggalkan Terminal Blok M. Mengetahui ada kesempatan, dikatakannya kalau ketiganya saling berjalan beriringan menuju kursi dan duduk mengapit dirinya.



"Saya pikir mereka (pelaku-red) nggak kenal. Ada dua orang duduk di samping kanan-kiri saya. Nah, (Pelaku-red) yang satu duduk di kiri itu nawarin brosur kesehatan sambil demontrasi pakai tangan, tahunya orang yang di kanan saya ambil HP (ponsel-red) saya di dalam tas," jelasnya sembari menirukan.



Diakuinya, sesaat waktu peritiwa terjadi, dirinya mengaku sempat teralihkan dengan gerakan yang ditunjukan seorang pelaku yang diketahui bernama Doni Panjaitan (35). Karena selain penampilan pelaku yang rapih dengan setelan kemeja serta sepatu pantovel, dirinya mengaku tidak menaruh curiga lantaran kalimat yang disampaikan pelaku lugas dengan tata bahasa yang baik.



Namun, sesaat dirinya merogoh isi tas dan hendak mencari ponsel miliknya, dirinya pun tersadar kalau ponsel miliknya sudah berpindah tangan. Dirinya pun meminta pelaku untuk mengembalikan ponselnya sampai akhirnya terjadi percekcokan mulut diantara keduanya.



"Saya minta dikembaliin, tapi dia masih nggak ngaku juga, waktu itu juga saya lihat (pelaku-red) yang satunya turun dari bis-dia (Doni Panjaitan-red) juga turun sama temennya lagi," jelasnya.



Menyimpulkan kalau ketiga pria asal Medan, Sumatera Utara itu bersekongkol, dirinya pun lantas melompat dari atas bus dan mengejar pelaku yang terlihat bergegas menuju sebuah taksi yang mangkal terparkir di sisi Taman Mataram. Tanpa banyak berpikir, dirinya pun menghadang dan memukul bagian kap taksi, memerintahkan kedua pelaku turun.



"Tahu saya teriak-teriak maling, supir sama ojek yang ada disitu langsung rame. Mereka langsung keluarin paksa dua-duanya dari dalem taksi," jelasnya.



Mengetahui ststus kedua pelaku adalah pencopet, warga yang geram pun diungkapkannya segera menghardik kedua pelaku di lokasi. Namun beruntung, tidak sampai berselang lima belas menit, keduanya berhasil diselamatkan Anggota Polsek Kebayoran Baru yang tengah patroli di sekitar lokasi kejadian.



Sementara itu, usai digelandang dan diamankan pihak Polsek Kebayoran Baru dari amuk warga, Destian (45) salah seorang pelaku mengakui kalau aksi pencopetan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Dirinya bersama kedua rekannya pun memutuskan untuk mencopet korban lantaran kondisi bus yang lengang dan korban merupakan perempuan.



"Iya bang sudah (direncanakan-red), tapi temen saya yang itu (nyopet-red) bang, Saya cuma bagiin brosur, kalau yang ambil barangnya (ponsel-red) itu temen saya," jelasnya sesaat diamankan di Mapolsek Kebayoran Baru, Rabu (26/11).



Dirinya pun mengaku kalau seorang rekannya bernama Tarigan merupakan otak dari kejahatan yang dilakukannya. Tarigan berhasil membawa kabur barang hasil curian, yakni satu unit ponsel merek evercross dan masih dalam pencarian.



"Dia yang ngerencanain bang, saya alihin, temen saya itu (Doni Panjaitan-red) yang ambil, terus temen saya (Tarigan-red) yang bawa kabur barangnya bang, saya cuma ikut-ikutan," jelasnya memelas.



Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Agus mengatakan kalau pihaknya masih melakukan pencarian terhadap satu orang pelaku lainnya. Pemeriksaan intensif terhadap pelaku serta penyisiran anggota Buser (buru sergap-red) pun segera dilakukannya guna melacak keberadaan pelaku.



"Pelacakan masih dilakukan, diharapkan dalam waktu dekat pelalu lainnya akan ditemukan," jelasnya singkat.





































































Sumber: wartakota





from Suaranews http://ift.tt/1rwIBKR

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.