Halloween party ideas 2015




Di Amerika, kini, propaganda Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) sudah masuk pada tayangan televisi. Bahkan dalam film ataupun Situasi Komedi (Sitkom) mengenai keluarga modern, tanpa disadari merubah persepsi masyarakat tentang keluarga.



Demikian salah satu himbaungan , Peneliti The Center for Gender Studies (CGS) Rita Soebagio terkait mirisnya berbagai lini saat ini yang menurutnya telah ‘disusupi’ pesan LGBT.



“Kalau sekarang, tayangan keluarga di AS secara terang-terangan tentang keluarga pasangan LGBT,” ulas Rita belum lama ini dalam sebuah pertemuan membahas bahaya LGBT dalam kelurga.



Menurut Rita, fenomena ini berbahaya mengingat televisi berpengaruh besar menggiring pemikiran masyarakat.



Di Indonesia, lanjut Rita, fenomena seperti ini juga mulai mengarah layaknya siaran TV di Amerika. Hanya saja tayangannya masih dalam tahap suami tidak harus bekerja dan bisa tinggal di rumah.



“Kita baru sampai pada titik itu, belum sampai seperti Amerika yang sudah terang-terangan menayangkan keluarga pasangan homoseksual dan lesbian,” ulasnya.



Satu hal yang perlu dipahami, kata Rita, tidak ada yang salah dengan suami di rumah dan isteri bekerja. Apalagi jika situasinya darurat.



“Tapi dengan terbaliknya pekerjaan mereka, akan menurunkan tingkat kepemimpinan (qawamah) laki-laki sebagai kepala rumah tangga,” tukas Sekjen Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia itu.



Fakta di lapangan menunjukkan, hampir 70 persen permohonan cerai berasal dari pihak perempuan (khulu’) karena suami dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.



Tayangan televisi juga bisa menggiring perempuan lebih berorientasi bekerja di ranah publik. Kita sudah mulai merasakan hal tersebut. Di tengah masyarakat mulai muncul persepsi, lebih baik mempekerjakan perempuan di bandingkan laki-laki. Rita mencontohkan seperti pabrik rokok yang mempekerjakan buruh perempuan untuk pelintingan rokok.



“Saya tidak mengatakan perempuan yang berada di dalam rumah lebih baik dari perempuan yang diluar rumah. Masing-masing punya pilihan, asalkan mengerti peranannya sebagai seorang perempuan dan ibu rumah tangga,”ucapnya tandas.



Menghadapi propaganda tayangan televisi, Rita menghimbau masyarakat untuk jeli dan kritis.(hidayatullah)



from Muslimina http://ift.tt/1rqvVoU

via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.