Halloween party ideas 2015
























Pyongyang – Koneksi internet di Korea Utara mendadak terputus beberapa waktu lalu. Pemadaman internet ini terjadi selama hampir 10 jam dan diduga karena diretas Amerika.



Dilansir Los Angeles Times, Rabu 24 Desember 2014, temuan ini dipublikasikan oleh Dyn Research. Perusahaan yang memonitor performa internet di seluruh dunia ini menemukan jika internet di Korea Utara sempat down selama 9,5 jam.



Kemudian, jaringan tersebut menyala kembali, namun tidak dalam waktu lama. Keesokan harinya, Dyn Research kembali mengumumkan padamnya jaringan internet Korea Utara untuk kedua kalinya.



Meski kini telah aktif kembali, menurut Dyn Research, terjadi perubahan signifikan dalam akses internet di Korea Utara. Diketahui jika para pengguna internet Korea Utara masih harus berjuang keras untuk bisa tetap online.







Sejatinya, padamnya akses internet di Korea Utara ini tidak terlalu berpengaruh terhadap warganya. Sebab, di wilayah kekuasaan Kim Jong-Un itu, hanya para elite politik dan pejabat militer yang diperbolehkan memiliki akses internet.



Banyak yang menduga jika pemadaman internet ini merupakan aksi balasan dari pemerintah Amerika. Sebelumnya, Korea Utara diduga telah berhasil meretas jaringan internet perusahaan Sony Pictures Entertainment pada 24 November lalu, dan menuntut studio Hollywood untuk tidak menayangkan film kontroversial The Interview.



Spekulasi pun menyebar. Tidak seperti serangan siber Sony yang mengarah ke kelompok hacker bernama Guardians of Peace. Serangan ke jaringan internet Korea Utara ini tidak terkait dengan kelompok mana pun. Artinya, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab terkait aksi ini.



Kemungkinan lainnya mengarah ke pemerintah Tiongkok. Sebab, rute trafik internet di Korea Utara ini melewati Tiongkok.



Bahkan, ada yang menduga jika pemadaman internet itu dilakukan oleh pemerintah Korea Utara sendiri. Menurut spekulasi yang beredar, Sony akan menayangkan film The Interview melalui platform online, seperti YouTube, Netflix dan Cracker.



“Bisa jadi, pemerintah Korea Utara sengaja mematikan jaringan internet di negara tersebut agar warga tidak bisa mendapatkan film itu,” ujar Shawn Henry, mantan pekerja FBI

































































sumber : berita prima



from Suaranews http://www.suaranews.com/2014/12/indonesia-kehilangan-airasia-qz8501.html

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.