Halloween party ideas 2015









Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto Soemantri menyatakan, tanpa edaran Menteri PAN-RB, Yuddy Chrisnandi, minum teh pahit dan makan singkong juga sudah dilakukan. Demikian satu kritik Prijanto atas beberapa kritik yang menyimpulkan pemerintah sekarang ini, suka mencla-mencle yang ditulis di akun pribadinya, dengan judul SAPI AUSTRALIA vs IKAN SUSI vs SINGKONG YUDHI ".



Soal lain, kata Prijanto, adalah kasus impor sapi. Kasus sapi era SBY berujung dihentikannya impor sapi, diikuti dengan peningkatan budidaya ternak sapi lokal untuk kebutuhan nasional. "Pada waktu itu para Kepala Daerah dikumpulkan untuk bahas kesiapan sapi di daerah."







Lalu, kasus sapi era SBY ini dijadikan sebagai bahan kampanye JKW-JK. "Indonesia tidak akan impor sapi, tetapi lebih meningkatkan peternakan sapi lokal," kira Prijanto soal materi kampanye ketika Pilpres itu.

Apa lacur, sungguh mengejutkan ketika akhir November 2014 ini media memberitakan; "Pemerintahan Jokowi akan impor sapi dari Australia 264.000 ekor di kwartal ke-4 2014."



"Eksportir Australia saja terkejut. Apa bisa terpenuhi ? Padahal harapan eksportir paling 146.000 ekor. Jumlah yang fantastis dan sikap yang tidak konsisten dengan janji kampanye (kritik media). Kecurigaan miring pun terjadi. Menambah tumpukan penilaian : Konsisten atas sikap ketidakkonsistenannya, alias mencla-mencle (bahasa Jawa)," tulis Prijanto.



Kontradiksi, padahal baru saja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti promosi kekayaan ikan laut Indonesia "Menteri SUSI promosi kekayaan IKAN laut kita berlimpah ruah. Teriak banyak yg maling ikan. Minta fatwa YM Presiden untuk tenggelamkan kapal asing pencuri ikan. Walau sudah sejak dulu, hal itu sudah dilakukan. Era Menteri Numberi, 100 kapal lebih sudah ditenggelamkan (media 2009)," tulisnya lagi.



"Persoalannya, ibu SUSI kok nggak teriak 'Lho ngapain kita ngajari rakyat makan daging sapi? Ayo dong kita makan ikan tawar atau laut yang lebih sehat. Stop impor daging sapi. Mari kita dukung ajakan bung Yudhi Chrisnandi, utk mencintai makanan tradisional. Ikan...ikan....laut atau tawar sama saja !!.' Bukankah suara bu Susi itu sangat spesifik (maaf bak pedagang di pelelangan ikan). Karena expert tentang ikan, dan gayanya, pasti akan menarik. Semoga konsisten untuk rakyat, bukan untuk temen konglo/importir," tambah Prijanto dalam status FB-nya itu.



"Menteri PAN, YUDHI, daripada buat edaran untuk rapat-rapat agar minum teh pahit dan singkong, saya pikir lebih baik melototi impor sapi ini. ARAHNYA KEMANA INDONESIA INI? Teh pahit dan singkong sih, tanpa edaran menteri, juga sudah dilakukan. Yang belum itu, terobosan Menteri YUDHI untuk acara-acara nasional termasuk di istana, hidangan STEAK SAPI diganti PECEL LELE dan PEPES IKAN," pungkas Prijanto.



Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2014. Surat edaran itu dikeluarkan agar semua instansi pemerintahan menyediakan makanan lokal dari hasil tani, semisal singkong. "Surat edaran itu untuk seluruh kementerian dan departemen. Kita ingin meningkatkan efektivitas pelaksanaan pemerintahan, jadi mengutamakan makanan dalam negeri," kata Yuddy, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.







































































Sumber: fastnewsindonesia





from Suaranews http://ift.tt/1vFpC4S

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.