Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Austin Institute untuk Studi Keluarga dan Kebudayaan, menunjukkan bahwa ada korelasi yang kuat antara kereligiusan seseorang dengan kebahagiaan hidup pribadi orang tersebut.
Austin Institute melakukan survei sampel terhadap 15.738 orang Amerika dengan usia di antara 18 hingga 60 tahun. Hasil dari survei tersebut menunjukkan bahwa 45 persen orang yang rutin menghadiri ibadah mingguan, mengaku merasa sangat bahagia. Sementara hanya sebanyak 28 persen dari mereka yang tidak pernah menghadiri ibadah mingguan, mengatakan hal yang sama.
Seperti dilansir Dailymail, 25 Desember 2014, penelitian serupa telah menemukan bahwa orang dengan iman yang kuat memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi dan lebih mampu mengatasi situasi yang sulit, seperti kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang dicintai.
Menurut penelitian tersebut, hubungan antara agama dan kebahagiaan berasal dari dukungan sosial di dalam sebuah komunitas agama. Ketika seseorang dikelilingi oleh teman-teman yang memiliki keyakinan yang sama, itu merupakan cara memotivasi orang tersebut dimana iman dan kebahagiaan terhubung.
Meskipun banyak faktor lain yang berperan, penelitian ini menemukan bahwa rasa kebersamaan di antara mereka yang hadir dan terlibat dalam pelayanan keagamaan adalah teori yang paling masuk akal untuk menjelaskan hubungan antara iman dan kebahagiaan.
Sumber: onvsoff
from Suaranews http://www.suaranews.com/2014/12/sebuah-penelitian-mengungkapkan-orang.html
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself