Halloween party ideas 2015

http://ift.tt/1ySEPPd









Jakarta - Selain melarang impor pakaian bekas, pemerintah juga telah berkomitmen untuk tak lagi mengimpor jeroan.



Apalagi di negara pengekspor, organ dalam pada hewan ternak sapi tersebut bukanlah untuk konsumsi manusia, melainkan untuk konsumsi hewan. Dari sisi kesehatan pun, mengonsumi jeroan berlebih memiliki efek buruk bagi tubuh.



Menurut dokter spesialis gizi klinik dari RS. Harapan Kita, Laila Hayati, meski jeroan memiliki kandungan protein setara dengan daging atau ikan, namun kolesterol atau lemak di dalam jeroan sangat tinggi dan bisa membahayakan kesehatan.



"Penghentian impor jeroan memang perlu dilakukan karena dikhawatirkan bisa menjadi konsumsi harian masyarakat. Karena kalau berlebihan, kadar kolesterol jahat di dalam tubuh bisa tinggi, dan itu bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke," kata Laila kepada Beritasatu.com, Sabtu (7/2).









Selain kolesterol, kadar purin dalam jeroan juga sangat tinggi, sehingga sangat berbahaya untuk penderita asam urat.



"Bagi penderita asam urat, sebaiknya itu dihindari untuk mencegah naiknya kadar purin dalam tubuh. Untuk penderita jantung koroner dan ginjal kronik juga harus dihindari karena bisa memperberat kerja jantung maupun ginjal," kata dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Parlindungan Siregar.



Dia menyarankan, kalau pun ingin sesekali makan jeroan, pilih yang diolah di dalam negeri saja. Namun, tingkat kebersihannya harus diperhatikan karena jeroan itu mudah sekali rusak dan terkontaminasi bakteri bila tidak segera dibersihkan.



"Sebelum dikonsumsi, jeroan harus dicuci sebersih mungkin dan dimasak sampai benar-benar matang. Kalau ada gangguan metabolisme, sebaiknya memang tidak usah dikonsumsi," ujarnya.

























































sumber:beritasatu.com



from Suaranews http://ift.tt/1ySEPPf

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.