Presiden Joko Widodo (Jokowi) berusaha mengalihkan kasus dalam negeri seperti harga beras mahal, kelangkaan gas elpiji 3 kg dengan isu hukuman mati warga Australia.
“Jokowi sedang menggunakan taktik mengalihkan kasus dalam negeri dengan isu hukuman mati warga Australia maupun warga negara lainnya,” kata Direktur Eksekutif Indonesia for Democracy and Justice (IDJ), R Mubarrod kepada intelijen, Kamis (26/2).
Menurut Mubarrod, Jokowi cukup berhasil mengalihkan kasus dalam negeri dengan isu hukuman mati itu.
“Saya melihat ada keberhasilannya juga, tetapi media juga menyorot kasus mahalnya beras. Ini juga tamparan buat Jokowi,” papar Mubarrod.
Selain itu, Mubarrod melihat persiapan hukuman mati warga Australia dengan menyiapkan pesawat tempur sebagai perang urat syaraf. “Indonesia tak akan berperang dengan Australia. Itu hanya perang urat syarat saja,” ungkap Mubarrod.
Kata Mubarrod, pasca hukuman mati terhadap warga Australia, Jokowi akan menghadapi isu dalam negeri yang lebih besar.
“Jokowi akan menghadapi isu dalam negeri lebih besar, suhu politik akan semakin memanas,” pungkasnya.
sumber:intelejen
from Suaranews http://ift.tt/1APOjhw
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself