Halloween party ideas 2015

http://ift.tt/16FFQTp









Selfie atau kepanjangan dari self photography memang telah mewabah hampir ke seluruh dunia. Selfie mulai populer saat kata 'selfie' masuk dalam kamus University of Oxford pada tahun 2013 lalu. Gaya foto yang satu ini memang cukup simple, di mana seseorang memfoto dirinya sendiri atau dengan bantuan tongkat narsis (tongsis). Tidak hanya digandrungi oleh anak-anak remaja, tetapi pemimpin dunia seperti Barrack Obama dan Joko Widodo pun pernah melakukan hal ini.



Terlebih lagi, saat ini banyak gadget seperti smartphone yang dilengkapi dengan kamera yang kualitasnya tidak kalah dengan kamera digital. Hal inilah yang mendukung bagi para pencinta foto selfie untuk melakukan kegiatan foto dimana pun dan kapan pun. Bahkan, banyak di luar sana yang melakukan foto selfie dengan hal yang tidak lazim, seperti saat badai tornado datang, melakukannya di atap gedung tinggi, serta di saat pemakaman. Baca Juga: Video: Remaja ini Selfie Di atas Gedung dan Membahayakan







Kebiasaan ini sangat mengkhawatirkan, seakan-akan hobi fotografi sudah tidak memperdulikan lagi akibat yang akan dialami. Perlu diketahui, pemerintah Rusia pernah melarang agar warganya tidak terlalu sering foto selfie karena dapat mengakibatkan penyebarannya ketombe atau kutu. Baca Juga: Berdampak Buruk, Pemerintah Rusia Melarang Foto Selfie



Coba perhatikan saat sekelompok orang tengah asyik foto selfie, tubuh dan kepala mereka saling berdekatan. Hal ini berpotensi menyebarnya kutu atau parastit lainnya saat kepala mereka saling bersentuhan.



Selain itu, ada yang lebih mengkhawatirkan lagi bagi para "pecandu" selfie, yakni mengenai kesehatan kejiwaan atau mental. Seringkali seseorang ketagihan melakukan selfie dan mengunggah fotonya di sosial media untuk mendapatkan perhatian khusus oleh sesama pengguna sosial media.



Mereka bersikeras untuk mendapatkan hasil dari foto selfie yang sangat bagus, dan rela melakukannya dengan detail kulit mereka, garis alis, mata, pipi, gigi, rambut dan lain sebagainya agar terlihat menarik. Oleh karena itu, bukan menerima apa adanya, tetapi justru membuat gambaran palsu diri sendiri untuk memuaskan diri, hanya agar bisa menjadi populer atau disanjung oleh orang lain.



Praktis, hal ini akan mengganggu kejiwaan dan menjadi tidak tenang. Seakan-akan belum berhenti jika belum mendapatkan hasil yang bagus. Nah, mulai sekarang syukuri semua nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada Anda. Cukup dengan foto apa adanya diri Anda, tidak perlu dibuat-buat atau melakukannya di tempat-tempat yang tidak lazim.



























































sumber:viva.co.id



from Suaranews http://ift.tt/16FFPie

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.