Halloween party ideas 2015


Mereka datang dari Yangon ke Arakan bukan untuk keperluan duniawi, tapi berceramah. Mereka adalah ulama, yang mengabdikan diri untuk dakwah dan mengajak seluruh Muslim ke jalan kebaikan.

Saat itu 3 Juni 2012. Mereka melakukan perjalanan melalui Tangup, untuk sampai ke Arakan. Tiba-tiba bus mereka dihentikan sekelompok orang biadab.

Massa pemeluk agama mayoritas mengeluarkan seluruh penumpang bus. Sepuluh ulama itu tak punya kesempatan lari atau melawan. Hanya dalam beberapa menit, isi kepala mereka berceceran dan darah membasahi permukaan jalan.

Didukung media mainstream dan aparat, massa mengatakan sepuluh orang itu dibunuh karena memperkosa seorang gadis Budhis bernama Thida Htwe.

Burma Times menulis tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Thida Htwe, atau nama itu hanya fiktif. Yang pasti, sepuluh ulama itu dibunuh karena kebencian.

Hampir seluruh media melaporkan pria Muslim berada di balik kejahatan. Media menggerakan aksi pembunuhan yang lebih besar.

Lima hari kemudian, tepatnya 8 Juni 2012, massa Rakhine Buddhis menyerang desa-desa Muslim Rohingya. Tidak ingin mati sia-sia, Muslim Rohingya melawan, korban berjatuhan di kedua pihak.

Hari berikutnya, massa Rakhine Buddhis yang kalap menyerbu desa-desa Muslim Rohingya. Massa mengosongkan permukiman Muslim Rohingya di tengah kota.

Pada 11 Juni 2012, Presiden Thein Sein mengumumkan keadaan darurat. Keesokan hari, pembantian tidak lagi dilakukan massa Rakhine Buddhis tapi tentara dan polisi, dengan jumlah korban mencapai ratusan.

Hari-hari berikutnya adalah penggiringan Muslim Rohingya ke Aung Mingalar, sebuah kawasan permukiman mirip ghetto ciptakan Hitler di Eropa. Lainnya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh-Myanmar, dan ditampung di kamp-kamp pengungsi mirip kandang babi.

Tidak ada lagi Muslim Rohingya berjalan-jalan di Sittwe, Akyab, dan kota-kota lainnya di Rakhine. Tidak ada lagi masjid-masjid, mushola-mushola, serta anak-anak berlarian dari dan ke madrasah.

Azan lenyap dari Arakan. Suara muazin tertahan dinding bambu mushola kecil di Aung Mingalar, dan ghetto Muslim Rohingya lainnya. Masih ada para tetua menulaikan shalat, dan wanita berjilbab, tapi anak-anak kehilangan madrasah dan Juz Amma.

Sumber: http://ift.tt/1rC4dcA

from Muslimina http://ift.tt/1IiT5ud
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.