| ilustrasi |
"Sehingga harus ada proses 'latihan' dan karantina. Didalam proses itulah, dugaan pencabulan terjadi," kata Asrorun di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).
Asrorun melanjutkan, para korban diiming-iming sukses menjadi artis dengan syarat mau tinggal di padepokan Gatot di Sukabumi selama lima tahun.
Namun, pada kenyataanya malah terjadi proses tipu daya mulai dari penyalahgunaan narkoba dan pencabulan. "Ada tipu daya seperti makanan jin dan mengaku malaikat," tegasnya.
Lebih lanjut Asrorun mengatakan, sebagian besar korban merupakan golongan masyarakat ekonomi menengah kebawah sehingga banyak anak yang merasa tertipu dengan janji manis dari pelaku Gatot.
"Saya menduga masih banyak anak-anak lain yang menjadi korban dalam kejahatan yang dilakukan GB," tambahnya.
Oleh sebab itu, Nasrorun menegaskan agar pelaku diberikan sanksi tegas dan korbannya diberikan perlindungan dan pemulihan mental. "Saya sudah tugaskan tim pemulihan mental KPAI untuk membantu memulihkan mental para korban," tutupnya.
Sumber: sindonews
from Suaranews http://ift.tt/2cEpotH
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself