Halloween party ideas 2015


Berita utama sebuah koran cetak yang beredar di Jawa Tengah hari ini, Senin 29 Mei 2017 cukup menarik perhatian.

Headline tersebut berjudul "Pesta di Semarang Juga Pakai Striptis".

Headline ini sedikit berbeda dengan versi daring (online) nya. Pada versi online, headline terlihat lebih atraktif dan berani:

"TERNYATA Pesta Gay di Semarang Juga Pakai Striptis".

Yang menarik dari artikel ini adalah upaya media tersebut untuk membingkai bahwa proses penggrebekan pesta gay di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, baru-baru ini, sebagai tindakan tak lazim dan janggal. Melalui pelaku hubungan sesama jenis yang dijadikan narasumber, media ini juga ingin memaksakan opini bahwa dalam penggrebekkan oleh polisi di Jakarta, baru-baru ini, terjadi unsur pemaksaan berupa penelanjangan para pelaku.

Media ini bahkan ingin mengesankan bahwa perilaku gay bukanlah sebuah
abnormalitas karena bisa terjadi pada siapa pun. Bahkan, menurut narasumber tersebut, ada polisi dan anggota dewan yang juga merupakan pelaku hubungan sesama jenis.

Narasumber yang berasal dari kota Semarang menegaskan bahwa pesta seks sesama jenis di Semarang juga menggunakan stripper (penari telanjang), sama seperti di Jakarta dan Surabaya.

Berita

Upaya melumrahkan hal ini jelas tidak biaa dipandang sebelah mata. Adanya pesta seks sejenis yang dilazimkan jelas bukan sebuah upaya memperjuangkan Hak Asasi Manusia seperti yang selama ini digembar-gemborkan kaum liberalis.

Perayaan kemaksiatan seperti pesta gay dengan mengundang stripper (penari striptease) bukanlah perayaan cinta. Ini perayaan kemaksiatan!!

Dengan situasi kota berisikan pemuja kemaksiatan, tak heran bila keberadaan Front Pembela Islam begitu ditentang di kota ini.

Publik tentu belum lupa, ketika pertengahan April lalu, sejumlah ormas dan polisi dengan begitu semangat membubarkan pendirian FPI Semarang.

Namun, tak terdengar semangat, teriakan dan bentakan yang sama diberikan oleh ormas Patriot Garuda Nusantara yang pernah dengan penuh semangat mengusir FPI, kepada komunitas gay yang merayakan maksiat melalui pesta dengan mengundang stripper.

Mereka merasa terganggu dengan FPI tetapi adem ayem dengan pesta maksiat. Mereka tuding dan hina Habib Rizieq dengan kata-kata mesum dan cabul, namun mereka tutup mata dan telinga akan kemaksiatan yang terjadi di depan mata mereka.

Maka benarlah kata sesepuh Katolik Bapak Antonius Boediono kemarin. "Mereka yang kepentingan maksiatnya terganggu akan membenci FPI"

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/05/semarang-tolak-fpi-tapi-pesta-maksiat.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.