Halloween party ideas 2015

20141231195759895_1

PB, JAKARTA – Persoalan penghancuran wilayah hutan lindung yang terjadi di hutan Gunung Pangrango yang disebabkan oleh para pencari cacing Sonari hingga mengakibatkan pohon yang tersebar di sekitar 20 hektar untuk beberapa titik yang menjadi tempat hidup cacing Sonari hancur ditebang.

Permasalahan ini sudah dilakukan upaya hukum, dengan menangkap salah satu pengepul sekaligus pencari cacing Sonari bernama Udin alias Didin warga Kampung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur.

Namun dalam masa penahanan untuk menjalani sidang, ternyata Didin mendapatkan suaka dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar dan juga Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Bahkan Dedy Mizwar sampai mau menjadi jaminan agar Didin segera dibebaskan, karena dianggap hanyalah seorang rakyat kecil yang berbisnis cacing.

“Bagi masyarakat awam, mendengar cacing pasti anggapan kita hanyalah cacing yang biasanya dijadikan umpan mancing ikan atau untuk makanan burung dan ikan peliharaan, namun yang diambil ini cacing yang harganya sangat fantastis, untuk satu kilonya dihargai Rp. 5 juta, dan itupun di ekspor,” ujar Roy selaku salah satu saksi yang melihat langsung lokasi yang hancur akibat perburuan yang dilakukan Didin bersama dengan rekannya yang berhasil lolos dari penangkapan petugas Polisi Kehutanan Gunung Pangrango.

Menurutnya cacing jenis ini terkenal di negara Korea dan Jepang untuk menyembuhkan penyakit, bahkan bisa langsung dikonsumsi begitu saja.

Mantan Deputi Basarnas Mayor Jenderal TNI (Purn) Tatang Zaenudin yang ditemui langsung dikediamannya merasa sangat iba mendengar kondisi Hutan Lindung di Gunung Pangrango harus hancur hanya karena perburuan cacing yang dianggapnya hanya untuk menyenangkan segelintir orang saja.

“Kita harus realistis, siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum harus diberikan sanksi, karena penegakan hukum bukan untuk dijadikan ajang karena siapa dan kenapa,” ujarnya. Bahkan Tatang sempat menceritakan kisah yang menggambarkan sikapnya dalam menghadapi sebuah persoalan, dan Tatang menerapkan sikap yang disebutnya apa yang sebenarnya terjadi, maka itulah kenyataannya, jangan ditutupi apalagi hanya untuk membuat senang pihak tertentu.

“Saya pernah ditanyakan oleh petinggi negeri ini, apa yang harus dilakukan oleh seseorang jika sedang berada di lautan luas, saya jawab saja, jika yang bersangkutan tidak bisa berenang, maka jawabannya 5 menit kemudian yang bersangkutan mati, karena realitanya demikian, saya tidak mungkin menjawab asal-asalan hanya untuk membuat senang seseorang,” ucap Kang Tatang, yang biasa disapa demikian, dalam pertemuan dengan beberapa media massa.

Kang Tatang meminta kepada pihak penegak hukum untuk tidak membuat kasus pengrusakan oleh Didin hanya untuk membuat senang orang lain, apalagi sudah masuk ke ranah berbau politis, karena tidak pantas untuk membela yang segelintir lalu menghancurkan banyak orang.

“Anda bisa bayangkan bagaimana bencana yang terjadi jika pengrusakan itu tetap dibiarkan, bahkan terkesan didukung, bukan hanya masyarakat di sekitar pangrango, tapi juga wilayah Jakarta akan semakin terendam, ini adalah kesalahan,” ucap Kang Tatang tegas.

Bahkan menurutnya kondisi bencana yang semakin parah di beberapa daerah di Jawa Barat hingga di Jakarta, bukan tidak mungkin salah satu penyebabnya adalah kerusakan di daerah Gunung Pangrango, karena wilayah tersebut, adalah salah satu daerah resapan air yang sangat penting.

(Jall)

 


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.