Orangtua Amanda Dewi Nugroho (7), Evelin Sandra Dewi (31) dan Samsitha Nugroho, mengaku kecewa atas sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Evelin menceritakan dirinya bersama suaminya menyambangi Balaikota untuk bertemu Gubernur.
Tujuan mereka ingin menyampaikan dan meminta kepada Ahok, untuk mengawasi dan mengusut Dinas P2B dan kelayakan gedung Senayan Trade Centre (STC) tempat Amanda tewas tersengat listrik di Pagar Pembatas, Lantai I Mal, pada Senin (10/11/2014) lalu.
Namun, kedatangannya ke Balaikota, Selasa (25/11/2014), terbilang percuma. Sasmitha dan Evelin sama-sama mengaku atas ucapan Ahok yang asal menyimpulkan tujuan kedatangan mereka.
"Kedatangan saya sama suami dianggap saya meminta pak Ahok untuk membalaskan dendam untuk STC. Padahal niatan kedatangan kami bukan itu. Kami hanya minta kepada Pak Ahok, agar mengawasi kinerja P2B selaku kewenangan Ahok, sekaligus mengusut tuntas pajak reklame dan kelayakan gedung mal STC. Cuma itu! Tapi saya sakit hati sama omongan dia," katanya dengan suara parau saat dihubungi.
Menurut Evelin, Ahok terlalu dini menyimpulkan maksud kedatangannya bersama suaminya. Padahal, saat itu Evelin berharap tuturan Ahok yang dapat menenangkan hatinya yang sedang dirundung kesedihan.
"Saya takut, pihak kepolisian dan P2B disogok sama pihak STC. Saya nggak ngerti seluk beluk hukum. Saya takut kasus ini hilang begitu saja," tutur Evelin.
Lanjut Evelin, "Pak Ahok bilang ke saya 'Jadi bapak ibu mau maunya apa? Ibu bapak minta saya potong kepala orang STC? Terus membalaskan dendam ibu kehilangan anak? Menghidupkan anak ibu kembali? Saya tidak bisa. Kalau misalkan P2B dan Polisi sudah disogok, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sudah banyak juga di Indonesia pengemplang pajak. Itu sudah sangat biasa.' Itu omongan Ahok ke saya dan suami saya. Saya masih ingat itu. Saya benar-benar kecewa berat," jelas Evelin sambil terisak saat dihubungi.
Sementara itu, Sasmitha mengakui Ahok terlalu cepat menyimpulkan kedatangannya dengan istrinya.
"Pak Ahok merasa kedatangan saya dan istri 'menodong' beliau. Saya kecewa berat. Padahal saya mau sekali bercerita banyak dengan Pak Ahok siang tadi," katanya.
Sasmitha menambahkan, dirinya berharap Ahok bisa mengerti apa arti kehilangan anak.
"Pak Ahok nggak tahu rasanya kehilangan anak. Bagaimana rasa sakit hati saya. Saya cuman minta tolong untuk diawasi P2B soal kelayakan gedung dan pajak reklamenya. Bagaimana kalau mereka tak bayar pajak. Anak saya tewas, dan gedung dan reklamenya bermasalah, itu STC sangat memalukan sekali," ujar Sasmitha.
Sumber: wartakota
from Suaranews http://ift.tt/1zufigf
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself