Materi pelajaran sekolah telah diberikan di dalam kelas, sebagai media pembantu untuk meneruskan dan memudahkan pencarian informasi mengenai tugas tugas sekolah dan untuk menambah pengetahuan siswa atau bahkan untuk guru, maka blog ini memuat beberapa materi sekolah yang mungkin akan berkaitan dengan pelajaran anda dan dapat dipakai sebagai referensi, selamat membaca - materi pelajaran online sekolah sd, smp , sma ini, semoga membantu Kebijakan pemerintah Jepang di bidang militer pada masa pendudukan dilakukan dengan membentuk badan-badan semi militer untuk membantu Jepang yang semakin terdesak dalam Perang Pasifik. Memasuki tahun 1943, Jepang semakin intensif mendidik dan melatih pemuda-pemuda Indonesia di bidang militer. Hal ini dilakukan karena situasi di medan pertempuran Perang Pasifik semakin menyulitkan Jepang sejak pertempuran melawan Sekutu pada perang laut di Midway pada Juni 1942 dan sekitar Laut Karang pada Agustus 1942-Februari 1943. Kondisi tersebut dipersulit dengan jatuhnya Guadalcanal yang merupakan basis kekuatan Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1943. Kekalahan Jepang tersebut mendorong Jepang melakukan konsolidasi kekuatan dengan menghimpun bantuan dari kalangan pemuda dan pelajar Indonesia yang akan diikutsertakan dalam perang melawan Sekutu. Organisasi semi militer yang dibentuk Jepang adalah Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Barisan Pelopor, Heiho, dan PETA.
a. Seinendan
Pada tanggal 9 Maret 1943 didirikan gerakan Seinendan (Barisan Pemuda). Pelantikan anggota Seinendan dilakukan pada tanggal 29 April 1943 dengan anggota berjumlah 3500 pemuda. Tujuan Seinendan adalah untuk melatih dan mendidik para pemuda agar mampu menjaga dan mempertahankan tanah air dengan kekuatan sendiri. Persyaratan untuk menjadi Seinendan adalah pemuda berusia 14-23 tahun.
b. Keibodan
Pembentukan Barisan bantu Polisi (Keibodan) dilakukan dengan syarat yang lebih ringan dari Seinendan, yaitu pemuda yang berusia 23-25 tahun. Oleh karena itu, setiap desa (ku) yang memiliki pemuda dengan usia tersebut dan berbadan sehat wajib mengirimkan warganya menjadi Keibodan. Sistem pengawasan Keibodan ini diserahkan pada Polisi Jepang. Terdapat beberapa istilah Keibodan sesuai dengan wilayah atau daerahnya seperti di Sumatra Keibodan disebut dengan Bogodan, sedangkan di daerah pemerintahan Angkatan Laut di Kalimantan Keibodan disebut dengan Borneo Konon Hokokudan dengan jumlah anggota 28.000 orang.
c. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)
Perhimpunan ini dibentuk untuk mengerahkan rakyat guna membantu Jepang memenangkan Perang Pasifik. Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Organisasi ini diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944 dengan dipimpin Panglima Tentara Jepang dan Ir. Soekarno sebagai penasihat. Anggota Jawa Hokokai adalah para pemuda berusia di atas 14 tahun yang bertugas mengerahkan rakyat agar mengumpulkan padi, permata, besi-besi tua, dan barang berharga lainnya demi kepentingan perang Jepang.
d. Fujinkai (Barisan Wanita)
Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya adalah kaum wanita berusia 15 tahun ke atas. Tujuan Fujinkai adalah membantu Jepang dalam perang menghadapi Sekutu. terutama dalam kepentingan pertolongan pada prajurit yang sakit atau kepentingan pada dapur.
e. Suishintai atau Barisan Pelopor
Organisasi Suishintai dibentuk pada tanggal 14 September 1944 dan diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Pemimpin organisasi tersebut adalah Ir. Soekarno dibantu Otto Iskandardinata, R. P. Suroso, dan Dr. Buntaran Martoatmojo. Barisan Pelopor adalah organisasi pemuda pertama yang dibimbing langsung oleh tokoh nasionalis Indonesia seperti Ir. Soekarno.
f. PETA (Pembela Tanah Air)
PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 oleh Letjen Kumakici Harada melalui keputusan Osamu Seiri No. 44 yang mengatur tentang pembentukan PETA. Pembentukan PETA dilakukan untuk mencontoh Prancis yang memanfaatkan pemuda Maroko sebagai tentara Prancis. Anggota Peta terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang.
Peta mempunyai tugas mempertahankan tanah air Indonesia. Sampai akhir pendudukan Jepang anggota PETA di Jawa berjumlah 37.000 orang dan di Sumatra tercatat berjumlah 20.000 orang. Tokoh Peta yang terkenal adalah Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Jenderal Ahmad Yani, dan Jenderal Soeharto. Peranan anggota PETA sangat besar dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan karena pada masa selanjutnya PETA menjadi inti kekuatan TNI.
g. Heiho
Heiho dibentuk pada bulan April 1943. Syarat untuk menjadi anggota Heiho adalah pemuda berusia 18-25 tahun dengan pendidikan terendah SD. Anggota Heiho ditempatkan langsung pada angkatan perang Jepang (AL-AD). Walaupun berstatus sebagai pembantu prajurit jepang, akan tetapi anggota Heiho dilatih untuk mampu menggunakan senjata dan mengoperasikan meriam-meriam pertahanan udara Jepang. Bahkan saat perang semakin hebat anggota Heiho diikutsertakan bertempur di Kepulauan Solomon. Sampai akhir pendudukan Jepang anggota Heiho tercatat berjumlah 42.000 orang.
jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.
a. Seinendan
Pada tanggal 9 Maret 1943 didirikan gerakan Seinendan (Barisan Pemuda). Pelantikan anggota Seinendan dilakukan pada tanggal 29 April 1943 dengan anggota berjumlah 3500 pemuda. Tujuan Seinendan adalah untuk melatih dan mendidik para pemuda agar mampu menjaga dan mempertahankan tanah air dengan kekuatan sendiri. Persyaratan untuk menjadi Seinendan adalah pemuda berusia 14-23 tahun.
b. Keibodan
Pembentukan Barisan bantu Polisi (Keibodan) dilakukan dengan syarat yang lebih ringan dari Seinendan, yaitu pemuda yang berusia 23-25 tahun. Oleh karena itu, setiap desa (ku) yang memiliki pemuda dengan usia tersebut dan berbadan sehat wajib mengirimkan warganya menjadi Keibodan. Sistem pengawasan Keibodan ini diserahkan pada Polisi Jepang. Terdapat beberapa istilah Keibodan sesuai dengan wilayah atau daerahnya seperti di Sumatra Keibodan disebut dengan Bogodan, sedangkan di daerah pemerintahan Angkatan Laut di Kalimantan Keibodan disebut dengan Borneo Konon Hokokudan dengan jumlah anggota 28.000 orang.
c. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)
Perhimpunan ini dibentuk untuk mengerahkan rakyat guna membantu Jepang memenangkan Perang Pasifik. Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Organisasi ini diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944 dengan dipimpin Panglima Tentara Jepang dan Ir. Soekarno sebagai penasihat. Anggota Jawa Hokokai adalah para pemuda berusia di atas 14 tahun yang bertugas mengerahkan rakyat agar mengumpulkan padi, permata, besi-besi tua, dan barang berharga lainnya demi kepentingan perang Jepang.
d. Fujinkai (Barisan Wanita)
Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya adalah kaum wanita berusia 15 tahun ke atas. Tujuan Fujinkai adalah membantu Jepang dalam perang menghadapi Sekutu. terutama dalam kepentingan pertolongan pada prajurit yang sakit atau kepentingan pada dapur.
e. Suishintai atau Barisan Pelopor
Organisasi Suishintai dibentuk pada tanggal 14 September 1944 dan diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Pemimpin organisasi tersebut adalah Ir. Soekarno dibantu Otto Iskandardinata, R. P. Suroso, dan Dr. Buntaran Martoatmojo. Barisan Pelopor adalah organisasi pemuda pertama yang dibimbing langsung oleh tokoh nasionalis Indonesia seperti Ir. Soekarno.
f. PETA (Pembela Tanah Air)
PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 oleh Letjen Kumakici Harada melalui keputusan Osamu Seiri No. 44 yang mengatur tentang pembentukan PETA. Pembentukan PETA dilakukan untuk mencontoh Prancis yang memanfaatkan pemuda Maroko sebagai tentara Prancis. Anggota Peta terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang.
Peta mempunyai tugas mempertahankan tanah air Indonesia. Sampai akhir pendudukan Jepang anggota PETA di Jawa berjumlah 37.000 orang dan di Sumatra tercatat berjumlah 20.000 orang. Tokoh Peta yang terkenal adalah Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Jenderal Ahmad Yani, dan Jenderal Soeharto. Peranan anggota PETA sangat besar dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan karena pada masa selanjutnya PETA menjadi inti kekuatan TNI.
g. Heiho
Heiho dibentuk pada bulan April 1943. Syarat untuk menjadi anggota Heiho adalah pemuda berusia 18-25 tahun dengan pendidikan terendah SD. Anggota Heiho ditempatkan langsung pada angkatan perang Jepang (AL-AD). Walaupun berstatus sebagai pembantu prajurit jepang, akan tetapi anggota Heiho dilatih untuk mampu menggunakan senjata dan mengoperasikan meriam-meriam pertahanan udara Jepang. Bahkan saat perang semakin hebat anggota Heiho diikutsertakan bertempur di Kepulauan Solomon. Sampai akhir pendudukan Jepang anggota Heiho tercatat berjumlah 42.000 orang.
jangan lupa tambahkan komentar dan berikanlah like atau share pengetahuan anda dan sebarkan apa yang anda baca hari ini, karena barang siapa membantu mendapatkan informasi bagi orang lain , maka dia adalah orang yang berguna , selamat beraktifitas kawan, semoga pelajaran dan artikel diatas dapat membantu menambah wawasan anda, barangkali ada informasi yang kurang atau salah, silahkan komenter dan beri masukan.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself