Halloween party ideas 2015

















Langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menghentikan sementara kurikulum 2013 (K-13) dinilai kurang tepat. Sebelumnya, Anies mengatakan bahwa penghentian tersebut untuk dievaluasi penerapannya.



Selain itu, dia juga berpendapat dalam membuat kebijakan itu, untuk mengembalikan sebagian sekolah kepada kurikulum 2006, dan sebagiannya lagi tetap melanjutkan K-13.








"Saya kurang sepakat kalau mendadak (penerapannya) dalam menghentikan K-13," kata Rhenald Kasali, Pendiri Rumah Perubahan, di sela-sela diskusi "Mau Dibawa ke Mana Pendidikan Kita?" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 13 Desember 2014.



Menurutnya, apa yang dilakukan Anies justru membuat orangtua menjadi bingung. Sebab, orangtua murid menilai, ada dua kurikulum yang berlaku saat ini. "Orangtua menjadi bingung dan resah," jelasnya.



Selain itu, katanya, kurikulum 2013 masih memerlukan pembenahan secara bertahap. Sebab, tak ada kurikulum yang dikatakan sempurna. "Setiap kelemahan harus diperbaiki, sehingga menjadi 'kapal' yang sempurna," tambah Rhenald.





































































Sumber: vivanews





from Suaranews http://ift.tt/1wUHw7m

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.