Halloween party ideas 2015













Sebelum mengenal Islam, Karlsson adalah pria yang lahir dari keluarga Swedia yang tidak terlalu religius.



Karlsson merasa seperti orang Eropa umumnya yang lebih mencintai dunia. Dia tidak percaya keberadaan Tuhan, apalagi menjalani kehidupan yang religius.



"Saya menjalani kehidupan selama 25 tahun tanpa pernah benar-benar memikirkan tentang eksistensi Tuhan, atau hal-hal yang berkaitan dengan spiritual," kata Karlsson mengenang dikutip Dream.co.id dari laman OnIslam.net, Rabu 18 Februari 2015.



Roda kehidupan Karlsson berjalan. Dia menyelesaikan kuliah dan mulai bekerja. Setelah mendapatkan pendapatan sendiri, Karlsson memutuskan pindah ke apartemen yang dibelinya.



Saat itu, Karlsson begitu tertarik pada dunia fotografi amatir dan aktif dalam kegiatan fotografi.



Karlsson mengaku tak tahu bagaimana awalnya dia mengenal Islam. Semuanya terjadi begitu saja. "Ada beberapa hal yang saya sendiri tidak bisa menjelaskan, apa yang saya lakukan dan mengapa saya melakukan itu," ujar Karlsson



Karlsson mengaku tak tahu mengapa ia kemudian menghubungi Organisasi Informasi Islam di Swedia untuk didaftar jadi anggota. "Saya juga heran mengapa saya tergerak untuk membeli Alquran dan sebuah buku tentang Islam berjudul Islam: Our Faith," kata Karlsson.



Karlsson membaca hampir semua isi Alquran dan mengakui keindahan serta kelogisannya. Namun Tuhan masih belum hadir dalam hatinya.



Karlsson baru mengakui, ada sesuatu yang luar biasa setelah dia berkunjung ke pulau cantik bernama Pretty Island pada musim semi.



"Saya tiba-tiba merasa fantastis. Saya merasa seolah-olah sepotong kecil dari sesuatu yang lebih besar, yakni ciptaan Tuhan yang disebut alam semesta," katanya.



Karlsson merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakannya. Dia merasa sangat rileks dan bersemangat. Sejauh mata memandang, Karlsson hanya melihat kebesaran Tuhan. Perasaan tersebut selalu membekas di pikirannya saat dia memutuskan untuk pulang.



Kekaguman Karlsson kepada alam semakin menjadi saat dia menikmati perjalanan pulang dengan bus dari tempat kerjanya. Kala itu, Karlsson bisa menyaksikan pemandangan matahari yang tengah terbenam.








"Selama beberapa menit, saya mengalami kedamaian total dan perdamaian bahwa semua yang saya lihat adalah karya Tuhan. Sangat menakjubkan," katanya.



Karlsson sangat merindukan momen seperti itu lagi. Dan benar saja. Ketika satu pagi bangun tidur, Karlsson merasa pikirannya sangat jernih.



Dan pertama kali yang terlintas di benaknya adalah betapa murah hatinya Tuhan yang telah mengizinkannya bangun di hari yang penuh dengan harapan.



Dan dari sinilah, Karlsson mulai mengakui bahwa Tuhan benar-benar ada. Dia memahami bahwa di balik keindahan alam yang dilihatnya melalui lensa kamera, ada sosok yang Maha Sempurna yang menciptakan alam semesta.



Karlsson mulai menjadi religius. Dia mulai belajar berdoa meski bukan dengan tuntunan Islam. Dia fokus pada Tuhan dan hanya mendengarkan apa kata hatinya. "Pada titik ini tidak ada kata kembali; Saya hanya tidak tahu itu belum saatnya," katanya.



Tuhan ternyata terus membimbing Karlsson. Dia kembali membaca lebih banyak Informasi tentang Islam. Dan puncaknya Karlsson akhirnya mendapat keberanian untuk datang ke masjid terdekat dan bertemu dengan beberapa di sana.



"Rasanya seperti Tuhan telah memutuskan bahwa waktunya saya pergi dan tak bisa menunggu lagi. Saya kemudian mandi wajib, mengenakan pakaian bersih, dan segera ke masjid," ujar Karlsson.



Di masjid, Karlsson akhirnya mengucapkan kalimat syahadat usai salat Zuhur dengan dipimpin seorang imam dan disaksikan para pengunjung masjid. Setelah bersyahadat, ia diberi nama islami, Ibrahim.




























































Sumber: dream





from Suaranews http://ift.tt/1Fv1hp0

via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.