Adanya rencana kenaikan gaji pegawai pajak hingga Rp 20 juta, disinyalir melukai sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) lainnya. Misalnya saja bagi kalangan dokter dan perawat. Di Malang, dokter dan perawat melakukan aksi unjuk rasa mengkritisi remunerasi gaji pegawai pajak yang cukup fantastis.
Bagaimana dengan kesejahteraan dokter dan perawat di Jabar? Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Alma Luhyati, kesejahteraan dokter dan perawat di Jabar memang belum optimal. Apalagi jika dibandingkan dengan pegawai pajak yang gajinya mencapai Rp 20 juta.
"Dokter PTT (pegawai tidak tetap) digajinya hanya Rp 3 juta. Padahal tanggungjawabnya begitu besar. Kalau telat saja abis istirahat pasti dimarahin oleh pasien," jelas Alma, Selasa (31/3/201).
Di samping itu, katanya, pekerjaannya 24 jam yang langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kendati demikian parta dokter dan perawat bekerja profesional.
"Selama ini sertfikasi tenaga kesehatan hingga saat ini belum ada. Tidak seperti bapak/ibu guru. Ini yang akan kita perjuangkan," jelasnya.
Terkait pekerjannya dokter dan perawat, kata Alma, sebaiknya pemerintah bisa memberi apresiasi. Misalnya dengan memberi tunjangan tambahan atau kenaikkan gaji.
Menurutnya, belum diapresiasinya tenaga kesehatan tersebut bisa jadi karena anggaran kesehatan di pusat pun belum sampai 5 persen dari volume APBN. Begitu juga di APBD juga belum semuanya pemprov/pemkab/pemkot menganggarkan APBD untuk kesehatan sekitar 10 persen. Pemprov Jabar saja baru tahun ini mengalokasikan anggaran 10 persen untuk kesehatan.
"Anggaran itu pun belum untuk menambah tunjungan tenaga medis tapi lebih banyak digunakan untuk infrastuktur atau dana yang langsung bersentuhan dengan pelayanan. Dokter sama perawat mah dilewat deui wae," jelas Alma.
Ia mengharapkan seiring dengan anggaran kesehatan yang lebih besar, baik pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota bisa menyisikan anggaran untuk kenaikkan tenaga medis.
"Kalau tenaga teknsi atau pegawai pajak gajinya bisa sampai Rp 20 juta sementara dokter dan tenaga medis lainnya masih minim, jelas kami cemburu. Sangat cemburu. Apalagi jika melihat biaya sekolahnya yang cukup besar, " ujar Alma.
Sumber: galamedianews
from Suaranews http://ift.tt/1CuiLhO
via Berita Indonesia, SuaraNews, semua artikel resmi dari suaranews, silahkan kunjungi website suaranews untuk mendapatkan informasi dan berita yang lebih lengkap. nikmati terus informasi terbaru dan berita aktual lainnya juga. selamat beraktivitas
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself