Media Mesir: ISIS dan 11/9 rekayasa AS | Berita Indonesia Hari Ini
Seorang kolumnis surat kabar milik pemerintah Mesir mengindikasikan bahwa Amerika Serikat menciptakan ISIS dan merekayasa serangan 9/11 agar dapat dijadikan alasan intervensi militer ke Timur Tengah.
"Apakah mungkin mempercayai pernyataan resmi dari pemerintah AS mengenai peristiwa 11 September 2001?", tulis Noha Al-Sharnoubi di awal kolomnya di Al-Ahram, salah satu harian milik pemerintah Mesir.
Dalam kolom bertanggal 23 Agustus itu, Sharnoubi mengatakan bahwa serangan di menara World Trade Centre dan Pentagon itu bisa jadi sudah direncanakan sebelumnya untuk "membenarkan perang teror."
Memulai argumentasinya, Sharnoubi mempertanyakan beberapa kejanggalan dalam serangan di kedua gedung tersebut.
"Apakah bisa dibayangkan empat pesawat yang dibajak terbang sangat bebas, memasuki wilayah udara AS, dan menabrak menara WTC dan Pentagon satu persatu hanya dengan jarak waktu 15-30 menit", kata Sharnoubi seperti dikutip CNN Indonesia dari The Independent, Jum'at (16/9).
Menurut terjemahan dari Institut Riset Media Timur Tengah (Memri) Sharnoubi kemudian mempertanyakan bagaimana bisa peristiwa sebesar ini tidak dihentikan oleh Amerika.
"Semuanya terjadi tanpa orang Amerika membidik pesawat itu dan menjatuhkannya, kendati ada intelijen, satelit, dan radar? Atau semuanya direncanakan untuk membenarkan perang terhadap teror, salah satu episode pertama yang kemudian dimulai di Irak?" tulisnya.
Lebih jauh, Sharnoubi juga mempertanyakan konten dalam video propaganda ISIS. Sharnoubi juga menangkap kejanggalan dari fakta bahwa kebanyakan anggota ISIS merupakan warga asing.
Semua hal ini, menurut Sharnoubi, mengindikasikan ISIS bisa saja menjadi episode selanjutnya untuk membenarkan kehancuran dan okupasi di Timur Tengah.
"Mereka yang terbunuh dan dituding menebar teror di Barat, apakah mereka benar-benar biang keroknya?", katanya.
Menutup kolomnya, Sharnoubi menulis, "Elemen intelijen (Barat) di balik serangan dan bom itu, dan kemudian warga Muslim ditahan dan dibunuh hanya karena dituduh melakukan serangan untuk membenarkan apa yang terjadi di negara-negara Arab atas nama perang terhadap teror, dan untuk membenarkan rencana menghukum Muslim di AS dan Eropa dan memusnahkan mereka? Apakah kita benar-benar tertipu dan akan terus ditipu dengan hal semacam itu?"
Menurut Indeks Kebebasan Pers Dunia dalam laporan Reporter Lintas Batas pada 2016, Mesir bertengger di posisi 159 dari 180 negara.
Laporan itu menyebutkan bahwa jurnalis di Mesir "berkewajiban untuk menjaga keamanan nasional dengan melaporkan hanya serangan teror versi pemerintah".
Serangan 11 September 2001 disebut dilakukan oleh kelompok militan al-Qaeda yang diklaim mendapat sumbangan dana dari keluarga Kerajaan dan pejabat Arab Saudi.
Baru-baru ini parlemen AS meloloskan aturan yang memungkinkan warganya menuntut Arab Saudi dengan alasan jika "punya andil serangan teror di tanah air AS".
Namun hal ini dipandang bertentangan dengan hukum pergaulan intenasional. (CNN Indonesia)
from Muslimina http://ift.tt/2cmnYTn
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself