NAH LHO! PEMBUNUHAN MUNIR, CIKEAS SEBUT NAMA MEGA DAN HENDRO | Berita Indonesia Hari Ini
Ketua TPF pembunuhan Munir Said Thalib, Marsudhi Hanafi mengatakan, ada-tidaknya keterlibatan AM Hendropriyono dalam kasus pembunuhan Munir semestinya diungkap oleh pemerintah Presiden Joko Widodo. Marsudhi menyatakan hal tersebut dalam konferensi pers di Cikeas, menyusul “isu” hilangnya dokumen TPF Munir.
Kasus ini menjadi polemik setelah Komisi Informasi Publik memenangkan gugatan Kontras dan meminta pemerintah untuk mengumumkan dokumen itu. Namun setelah dicek, dokumen tidak ada di Sekretariat Negara.
Hendropriyono adalah eks kepala BIN di era Presiden Megawati, saat kasus pembunuhan Munir terjadi. Adapun Munir adalah aktivis Kontras yang diketahui tewas dalam pesawat Garuda jurusan Singapura-Belanda, 7 September 2004.
Dalam konferensi pers di Cikeas, Selasa siang kemarin, mantan presiden Susio Bambang Yudhoyono dan eks jajaran kabinetnya, menyebut dua nama dalam kasus pembunuhan Munir. Berikut ini adalah dua nama yang disebut-sebut itu.
Megawati
Membuka acara, SBY menyatakan kasus hilangnya dokumen TPF pembunuhan Munir sengaja digiring pihak tertentu agar bernuansa politis. SBY mengaku, mengamati pemberitaan dan komentar-komentar yang ada di media, sudah keluar konteks dari TPF. “Kejahatan yang mengakibatkan meninggalnya aktivis HAM Munir adalah kejahatan yang serius. Sebenarnya mencoreng demokrasi kita waktu itu,” kata SBY.
SBY tidak secara terang menyebut nama Megawati, tapi “demokrasi kita waktu itu” jelas maksudnya adalah pada zaman Megawati menjabat presiden. Dan memang, Munir tewas di zaman Megawati.
Hendropriyono
Nama Hendropriyono disebut beberapa kali dan dengan jelas. Eks sekretaris kabinet, Sudi Silalahi mengatakan rekomendasi TPF kepada SBY memerintahkan kepala Polri untuk menyelidiki dugaan peran beberapa nama yang disebutkan termasuk Hendropriyono.
Namun, Sudi mengakui dari hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap para saksi dan para terdakwa yang telah dijatuhi hukuman serta barang bukti, waktu itu tidak diketemukan keterkaitan dengan Hendropriyono.
Di tempat yang sama, Marsudhi Hanafi mengungkapkan masih ada kemungkinan keterlibatan eks kepala BIN Hendropriyono meskipun di era SBY belum ditemukan keterlibatannya. “Waktu itu. Ingat, ada kata waktu itu. Kalau sekarang ada silakan saja. Coba baca kalimatnya, ‘waktu itu, saat itu’, kalau sekarang ada ya kenapa tidak,” kata Marsudhi.
Dia menambahkan, ada atau tidaknya keterlibatan Hendropriyono semestinya diungkap oleh pemerintah Presiden Joko Widodo.
Pertanyaannya sekarang: apa Presiden Jokowi mau, mengingat Hendropriyono termasuk salah seorang penyokong utama Jokowi?
from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2016/10/nah-lho-pembunuhan-munir-cikeas-sebut.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself